Gempa Bumi Gak Bisa Diprediksi, Proteksi Diri dengan Asuransi Ini

9 Agustus 2018 lalu, gempa bumi mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan magnitudo 6,2 Skala Richter. Beberapa hari sebelumnya gempa berkekuatan 7 Skala Richter juga terjadi di tempat yang sama.

Bencana alam ini jelas bukan cuma menghancurkan banyak bangunan, tapi juga menelan hingga ratusan korban jiwa serta menyisakan trauma bagi mereka yang selamat.

Kita emang gak bisa mencegah bencana seperti ini. Tapi, kita bisa meminimalisasi kerugian yang mungkin terjadi. Di sinilah peran asuransi jadi terasa kian penting.

Berkaca pada kasus kemarin, banyak korban selamat yang harta bendanya yang tertimpa atau bahkan hilang. Hal-hal seperti ini yang harusnya bisa dihindari.

Lalu, asuransi apakah yang perlu dipilih sebagai antisipasi gempa bumi?

Asuransi Properti dan kendaraan

gempa bumi

Udah punya asuransi properti atau asuransi kendaraan? Jika belum, segera urus, apalagi kalau emang kamu udah punya rumah atau mobil sendiri. Gak pengin dong mengeluarkan sampai jutaan Rupiah buat mengembalikan yang rusak karena gempa bumi?

Jika udah punya, kamu juga harus bisa menambahkan perluasan jaminan dari bencana alam pada kedua asuransi tersebut. Biasanya paket standar asuransi kendaraan dan properti tidak menanggung kerusakan yang disebabkan karena faktor alam.

Perlu diingat, perlindungan terhadap bencana alam gak cuma menanggung risiko dari gempa bumi, tapi juga bencana lain seperti letusan gunung, kebakaran, atau bahkan tsunami.

Asuransi Jiwa

gempa bumi

Asuransi jiwa menanggung kerugian finansial yang dihadapi seseorang atas risiko kematian tertanggung.

Asuransi ini emang gak lantas dapat menyelamatkan nyawa dari gempa bumi. Tapi, dengan memiliki asuransi ini, ahli waris tertanggung bakal mendapatkan perlindungan finansial jika tertanggung meninggal dunia.

Apabila korban gempa atau bencana lainnya adalah tulang punggung keluarga, keluarga yang ditinggalkan diharapkan bisa tetap hidup dengan mapan.

Dengan asuransi jiwa, kebutuhan hidup sehari-hari keluarga tertanggung dijamin tiap bulannya.

Asuransi Kesehatan

gempa bumi

Trauma usai gempa bumi, sesak napas terkena asap dari gunung meletus, hingga  terjangkit demam berdarah usai bencana banjir, adalah beberapa contoh risiko kesehatan yang mungkin banget terjadi setelah bencana alam.

Lagi-lagi, biaya perawatan yang dibutuhkan gak murah.

Asuransi kesehatan pun dapat jadi langkah antisipasi yang tepat. Asuransi ini menjamin biaya rumah sakit, dokter, dan obat-obatan hingga pasien sembuh.

Bencana alam emang sulit diprediksi. Sebagai antisipasi, memiliki asuransi kesehatan, jiwa, serta perluasan jaminan pada asuransi properti dan kendaraan bisa dilakukan.

Meski gitu, perlu diingat juga dengan perluasan jaminan ini premi yang dibayarkan per bulan emang jadi lebih tinggi dibanding polis standar. Tapi tentu ini gak ada apa-apanya dibanding manfaat yang bakal didapat ketika gempa bumi atau bencana lain terjadi.