Ganjil Genap Diperpanjang? 7 Bisnis Ini Bakal Makin Untung Lho

Ganjil-genap memang membawa dampak buruk bagi jenis usaha tertentu, namun jangan salah, gak semua bisnis bakal buntung karena kebijakan ini. Justru ada banyak usaha yang bisa mendulang keuntungan dari adanya perluasan ganjil genap.

Setelah Asian Games 2018, perluasan ganjil genap memang diteruskan hingga Asian Para Games. Eh tiba-tiba, Pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan pengumuman bahwa kebijakan lalu lintas ini bakal diteruskan hingga 31 Desember 2018.

Alasan dari dilanjutkannya kebijakan ini adalah karena Pemerintah dianggap berhasil mengurai kemacetan. Belum lagi, ada penurunan waktu tempuh, peningkatan pengguna angkutan umum, dan penurunan angka polusi.

Nah di balik itu, kebijakan ini ternyata menguntungkan beberapa pengusaha di Ibu Kota lho. Dampaknya ada yang langsung untung pada saat itu juga, dan ada yang bakal untung dalam jangka waktu tertentu.

Penasaran dengan jenis usaha yang bisa untung karena perpanjangan masa ganjil genap? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Showroom mobil bekas

Mobil bekas. (Pixabay)
Mobil bekas. (Pixabay)

Menurut laporan dari salah satu pedagang mobil bekas (mobkas) di WTC Mangga Dua, penjualan mobil bekas naik usai diberlakukannya kebijakan ganjil genap. Naiknya pun gak tanggung-tanggung, yakni sampai 10 hingga 15 persen!

Lumayan ya, sudah kayak naiknya harga saham Duck King setelah mereka IPO. Yang kabarnya laris adalah mobil bekas yang harganya Rp 100 jutaan atau di bawah itu.

Jelas saja penjualan mobkas ini naik. Sebab, gak sedikit warga di Jakarta yang sanggup beli mobil lebih dari satu. Yang sudah punya plat genap, tinggal beli mobkas yang platnya ganjil. Demikian pula sebaliknya.

Membeli mobil bekas juga gak rugi, malah untung kalau bisa dapat yang kondisinya bagus. Dan sama seperti mobil baru, mobil ini juga bisa dibeli secara cicilan.

2. Showroom motor bekas

Motor bekas. (Pixabay)
Motor bekas. (Pixabay)

Kenapa jenis usaha yang satu ini juga laris? Jelas saja laris, karena sepeda motor gak akan terkena dampak kebijakan ganjil genap.

Mereka yang gak bermasalah untuk naik motor di hari tertentu, tentu memilih untuk beli motor bekas ketimbang naik ojek online yang mahal. Dan memang benar, showroom motor bekas jadi kebanjiran konsumen saat kebijakan ini direalisasikan.

Menurut laporan, jenis motor bekas yang diburu konsumen adalah motor matic. Hal itu disebabkan karena motor matic nyaman dan praktis untuk menembus kemacetan. Kalau motorsport udah pasti pegel.

3. Bengkel umum mobil dan motor

Bengkel umum. (Pixabay)
Bengkel umum. (Pixabay)

Seiring dengan adanya peningkatan penjualan motor dan mobil bekas, maka kebutuhan akan perbaikan kendaraan ini juga meningkat bukan? Dan berhubung yang laris adalah yang bekas-bekas, maka konsumen juga lebih memilih bengkel umum sebagai bengkel tujuan.

Bengkel umum menawarkan jasa servis, tune up, pengaturan kelistrikkan, dan lainnya.

Gak cuma pas ganjil genap, jenis usaha ini juga seringkali kebanjiran pelanggan menjelang lebaran lho. So, bila kamu tertarik, kenapa gak mendirikan usaha ini saja dari sekarang biar bisa panen laba saat Ramadan tahun 2019?

4. Tempat cuci motor dan mobil

Tempat cuci mobil dan motor. (Pixabay)
Tempat cuci mobil dan motor. (Pixabay)

Selain bengkel umum, bengkel cuci motor dan mobil tentu bakal laris. Jelas saja, usaha ini menargetkan para pengguna motor dan mobil yang malas nyuci mobil sendiri. Mereka tentu pengin terima beres kendaraannya bersih.

Dari segi permodalan, bisnis yang satu ini memang gak butuh modal besar layaknya bengkel umum. Akan tetapi, yang harus kamu perhatikan adalah sumber daya manusianya alias montir cucinya serta jam operasional bengkel.

Untuk bengkel cuci motor, paling tidak dibutuhkan tiga orang montir cuci motor. Namun kalau mobil setidaknya ada enam. Selain itu, tentu saja harus ada petugas kasir yang standby ya.

Selain mencuci, biasanya bengkel cuci mobil juga menyediakan jasa salon mobil untuk membersihkan interior dan eksterior secara detail. Nah layanan yang satu ini bisa kamu pertimbangkan jika mau buka usaha.

5. Bengkel body repair

Bengkel body repair. (Pixabay)
Bengkel body repair. (Pixabay)

Bengkel yang ini juga makin laris, wong jumlah kendaraan bakal meningkat. Risiko mobil kebaret atau tabrakan pun berpotensi meningkat lho.

Layanan body repair jelas gak bisa disamakan dengan bengkel umum atau bengkel cuci. Bengkel ini spesialisasinya adalah memperbaiki body mobil yang tergores atau penyok akibat tabrakan, serta mengecat ulang mobil.

Tentu saja, ongkos body repair itu gak murah. Penyok sedikit saja bisa habis Rp 250 ribu untuk satu mobil lho.

Dan gak jarang juga, bengkel-bengkel ini terima order perbaikan dari asuransi. Selain itu, konsumen juga bakal merasa lebih aman mengecat mobilnya di bengkel ini ketimbang harus ngecat di pinggir jalan.

6. Distributor sparepart dan oli

Distributor oli. (Shutterstock)
Distributor oli. (Shutterstock)

Pebisnis yang menjalankan jenis usaha ini, tugasnya adalah menjual sparepart ke bengkel-bengkel umum yang masuk ke dalam wilayah jualannya. Sementara itu, produk yang mereka jual jelas didapat dari kantor pusat sparepart dan oli yang bersangkutan.

Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan, pasokan bengkel akan sparepart dan oli juga bakal meningkat. Itulah sebabnya, peranan distributor produk-produk otomotif ini juga bakal sangat krusial untuk menjaga ketersediaan stok.

Biasanya, satu distributor akan menjual satu merek sparepart dan oli saja. Jika order produk yang mereka lakukan cukup besar, maka mereka akan mendapat reward dari kantor pusat.

Meski demikian, bisnis seperti ini risikonya besar lho. Pasalnya, terkadang reward tersebut hanya diberikan untuk orderan produk yang memang sulit laku di pasaran. Kalau yang laris manis sih jarang ada rewardnya.

7. SPBU

SPBU. (Pixabay)
SPBU. (Pixabay)

Mau sampai kapanpun, pengusaha SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) bakal untung terutama ketika ada penambahan jumlah kendaraan. Apalagi dengan adanya ganjil genap yang akhirnya membuat mobil bekas dan motor bekas jadi laris.

Jenis usaha ini jelas membutuhkan modal besar, setidaknya Rp 5 hingga Rp 8 miliar. Sementara itu, balik modalnya juga memakan waktu enam bulan hingga satu tahun.

Tapi tentu saja, ini adalah investasi besar jangka panjang yang sangat berharga. Selama populasi mobil listrik gak bermunculan di Indonesia, usaha yang satu ini bakal tetap meraup untung besar.

Semua jenis usaha ini bermodal besar

Itulah jenis usaha yang bakal untung akibat perpanjangan masa ganjil genap di wilayah Jakarta.

Bisa dibilang ketujuh usaha ini bukanlah usaha modal kecil. Dari ketujuh usaha itu, yang termurah adalah yang nomor empat. Itupun tergolong mahal jika kamu harus menyewa lahan untuk mendirikan usaha tersebut.

Tertarik mendirikan salah satu di antara usaha ini? Pikir-pikir dulu ya dengan matang.