Gak Usah Mimpi Jadi Bos Deh Kalau Masih Punya 7 Mental Ini

Kalau ditanya, siapa yang mau jadi bos? Pasti semua angkat tangan nih, alias mau. Iya lah, jadi bos gitu lho! Gaji gede, jabatan bergengsi, bakalan dipandang dan disegani banyak orang deh.

Tapi, tahu gak sih, bahwa menjadi seorang pimpinan alias bos itu sama sekali bukan hal sepele. Diperlukan kualitas dan kriteria tertentu sampai seseorang bisa dibilang pantas menyandang gelar ini. Kalau gak, ya berarti itu bos abal-abal alias mandor yang bisanya nyuruh-nyuruh doang.

Makanya gak usah mimpi jadi bos deh kalau ternyata kita masih mempertahankan 7 mental berikut ini:

1. Baperan

mimpi jadi bos
Aduh bahaya dong kalau beneran nonjok komputer dan hanccur karena emosi. (Baaperan / premierboxing)

Kalau masih punya sifat baperan alias terlalu sensitif sama segala hal jelas belum bisa jadi bos. Bahaya dong kalau ada masalah lalu memutuskannya berdasarkan suasana hati. Yang ada pekerjaan jadi berantakan.

Bawahan itu butuh bos yang tegas dan mampu memutuskan segala sesuatu secara objektif, bukan subjektif. Sifat baper itu bisa bikin kamu bias dalam melihat masalah, karena sedikit-sedikit terbawa emosi. Akhirnya keputusan yang diambil pun tidak rasional.

2. Malas

Ada banyak orang lho yang beranggapan bahwa menjadi bos itu enak, bisa malas-malasan kerjanya. Ini namanya salah kaprah.

Justru saat menyandang gelar bos, tanggung jawab makin besar lho! Gak ada waktu buat leha-leha, karena kesuksesan perusahaan ada di tanganmu. Berat, kan?

Seorang bos itu harus jadi panutan baik dan sudah sepatutnya lebih ahli dari bawahannya. So, kalau kita malas dan gak mau mengembangkan skill, ya buang jauh-jauh mimpi buat jadi bos.

3. Selebor

mimpi jadi bos
Semua serba berantakan gini, gimana gak pusing lihatnya! (Slebor / abcnews)

Selebor yang dimaksud di sini adalah serba berantakan dan gak punya rencana. Mengatur banyak orang itu bukan pekerjaan mudah, jadi seorang bos wajib punya sistem kerja yang teratur dan terencana. Masa iya semua mau dihafal di luar kepala? Yang ada bisa kacau balau.

Jangan mikir kalau pekerja kita nanti itu sudah tahu tugas dan kewajiban masing-masing, jadi gak perlu repot-repot diatur. Salah besar deh. Nanti yang ada bawahan malah menyalahgunakan keseleboran bos dengan bekerja sekehendak hati lho.

4. Lepas tanggung jawab

Suka lepas tanggung jawab dan lempar kesalahan ke bawahan tentu saja bukan mental bos ya. Ini namanya mental tempe! Bos itu berkontribusi lho dalam pencapaian kerja bawahan, baik atau buruk.

Sebagai yang berada di atas dengan gaji yang juga biasanya lebih besar, bos itu memikul beban tanggung jawab yang besar pula. Saat terjadi kesalahan dalam pekerjaan, baik dilakukan secara perorangan maupun tim, bos harus ikut bertanggung jawab. Lah wong kamu yang mimpin!

5. Penakut

Penakut di sini, artinya orang yang sukanya cari aman dan gak suka ngambil risiko. Gak berani konfrontasi. Tipe yang kayak gini juga jelas gak bisa jadi seorang pemimpin.

Gimana mau jadi bos kalau memelihara sikap penakut kayak gini? Saat atasan yang duduk di posisi lebih tinggi meragukan ide-ide yang ingin diimplementasikan, gak mungkin dong seorang bos kabur karena takut beradu argumen?

6. Plin-plan

Sebagai pimpinan, gak pantas dong kalau plin-plan alias berubah-ubah terus. Misalnya, pagi ini bilang boleh ke karyawan tapi siangnya berubah lagi bilang gak boleh. Dari sini bawahan bisa hilang kepercayaan sama bos.

mimpi jadi bos
Hayo sekarang ngomong A, besok berubah lagi,, gitu aja terus sampai kiamat (plin-plan / wordpress)

Bekerja pun rasanya jadi gak tenang dan bingung, karena khawatir si bos bakal berubah pikiran terus soal kebijakan. Ini juga bikin suasana kerja jadi gak pasti buat karyawan.

7. Kurang interaksi

Walau judulnya bos, bukan berarti jadi cuek dan jarang berinteraksi sama bawahan lho. Gimana mau mengenal anak buah lebih baik, kalau tegur sapa aja gak pernah.

Jaga jarak sebenarnya sah-sah saja, biar bawahan gak terlalu merasa bebas dan jadi ngelunjak. Tapi, yang namanya interaksi itu wajib. Seperti kata pepatah deh, “Tak kenal maka tak sayang”. Jangan salahin bawahan kalau sering melakukan kesalahan, wong kita sebagai bos gak peduli sama pekerjaan mereka.

Baik buruknya performa kerja sebuah tim, pasti ada peran besar dari pimpinannya dong. Bos yang baik adalah bos yang mampu membuat bawahannya menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik, terutama dalam pekerjaan. Jadi kalau pengin jadi bos, harus siap memberikan contoh yang baik ke bawahan.

Ya, pada akhirnya bos juga manusia sih, bisa berbuat salah juga. Tapi, paling gak berusahalah untuk jadi bos yang bisa memimpin bawahan ke arah yang benar, oke!

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 4 Cara Menghadapi Bos yang Gak Bisa Lihat Kamu Santai Dikit]

[Baca: 5 Kesalahan Bos yang Bikin Bawahan Resign]

[Baca: Buat Para Bos Simak 6 Hal Ini Kalau Mau Punya Tim Solid dan Sukses]