Gak Usah Maksain Bisnis kalau Emang Masih Jadi Karyawan

Kerja kantoran tapi punya jiwa entrepreneurship. Golongan yang begini pasti gelisah terus. Bukan karena enggak enjoy sama kerjaan di kantor, cuma susah meredam hasrat berbisnis. Kayak sudah panggilan jiwa, gitu!.

Cuma yang perlu dipikirkan adalah ambil keputusan resign bukan hal yang mudah. Beda kasus sama yang udah dipecat dari kantor ya.

Kebanyakan pilih main aman. Enggak sedikit orang yang bangun bisnis tapi enggan lepaskan status karyawan kantoran. Apakah ini solusi jitu?

Belum tentu juga. Peluangnya pun penuh ketidakpastian. Ada yang berhasil tapi banyak juga yang gagal. Lakoni peran jadi orang kantoran sekaligus pebisnis mensyaratkan banyak hal.

Pastinya yang utama harus pandai bagi waktu. Mana urusan kantor dan kapan waktu yang tepat konsentrasi di bisnis.

Belum lagi merahasiakan bisnisnya agar tak diketahui atasan. Dikhawatirkan dapat cap buruk sebagai karyawan yang enggak berdedikasi sama kantor atau ada sanksi serius dari kantor.

Sebenarnya enggak perlu memaksakan diri berbisnis kalau hati masih condong sama status karyawan. Di samping itu, ada alasan lain mengapa keinginan bisnis ditunda dulu. Ini dia alasan kuatnya.

1. Baru sekadar niat kumpulkan modal

Enggak semua orang yang ingin jadi pebisnis dianugerahi kemampuan finansial yang mapan. Padahal, suka enggak suka, modal itu jadi nyawanya bisnis.

gak usah maksain bisnis
Tung-itung ayo coba punya duit berapa bro! (Tabungan / Hipwee)

Makanya, enggak perlulah  terlalu muluk-muluk bikin resolusi tahun depan ingin buka bisnis tapi baru niat mengumpulkan modal. Sudah pasti bakal nemuin kesulitan.

Secara logika bakal susah masuk. Misalnya saja sebagai karyawan yang gajinya tetap dan enggak ada sampingan. Sudah kebayangkan apakah mungkin sisihkan duit sekarang bisa cukup buat modal buka bisnis tahun depan?

Idealnya, duit buat modal sudah dikumpulkan sejak dini untuk kemudian digunakan berbisnis beberapa tahun lagi. Bukan kumpulkan sekarang terus sim salabim buka bisnis.

Tahapan yang afdol itu pertama-tama adalah menentukan kapan atau waktu yang tepat ingin buka bisnis. Yang kedua, pilih jenis bisnis yang cocok. Nah, ketiga baru kalkulasi modal awal yang cukup.

Yang enggak kalah penting lagi, pertimbangkan juga apakah penghasilan sekarang sudah cukup buat living cost atau tidak.

Jauhi deh keinginan buat memaksakan kehendak berbisnis padahal masih punya utang. Kalau arus keuangan belum sehat, tunda dulu.

2. Motif berbisnis masih kabur

gak usah maksain bisnis
Jangan asal ikutan tren bisnis kalau gak punya konsep deh! (Konsep / Tstatic)

Jujur dulu, motif berbisnis itu sekadar keinginan atau kebutuhan? Ini beda lho. Bila sekadar keinginan, pasti motifnya enggak sekuat kalau kebutuhan.

Misalnya orang yang menganggap bisnis suatu kebutuhan karena perlu banget tambahan penghasilan. Atau bisa juga motif berbisnis karena ingin menyalurkan jiwa entrepreneurship yang sudah bergelora di dada.

Bisa ditebak, orang model beginian bakal menggarap bisnisnya dengan motivasi yang tinggi. Penuh totalitas.

Lain halnya kalau sekadar keinginan. Kemungkinan besar melakoninya sebatas ‘anget-anget tahi ayam’. Masih sebatas coba-coba.

3. Konsentrasi pecah

Jujur deh, ketika lagi bangun bisnis sambil kerja kantoran, pasti konsentrasi pecah. Susah lagi membagi waktu. Batas-batas kerjakan bisnis maupun kantor jadi kabur.

gak usah maksain bisnis
Duh, pusing pala barbie nih! (Karyawati / Bisfren)

Nah, masalahnya orang lebih dahului bisnis pribadinya ketimbang tanggung jawab di kantor. Ini bisa jadi masalah serius. Secara enggak sadar jadi pelaku ‘korupsi waktu’ karena jam kantor diribetkan dengan urusan bisnis.

Belum lagi kalau kelelahan mengurus bisnis bakal menyenggol produktivitas kerja di kantor. Performa kerja menukik turun karena konsentrasi beralih pada urusan bisnis.

Hal-hal inilah kadang yang membuat kepala personalia bikin peraturan melarang karyawan buka bisnis. Bukan maksud menutup pintu rejeki, tapi memastikan pekerjaan kantor menyelesaikan tanggung jawabnya.

4. Terlalu sibuk sama urusan kantor

Bangun bisnis itu menuntut dedikasi waktu khusus lho! Sekarang bagaimana mau ngurusi bisnis wong waktu kumpul keluarga aja jarang.

Apa sebab? Ya pekerjaan kantor yang menyita begitu banyak waktu. Ketika hari-hari disibukan dengan deadline kerjaan, presentasi, temu klien dan lain sebagainya, masih bisa sisihkan waktu ngurus bisnis?

Menjalankan satu pekerjaan kantoran saja sudah sulit. Ini masih mau ditambah beban menggarap bisnis.

gak usah maksain bisnis
Sok multitasking ujungnya gak ada yang selesai (Karyawan / Pekanews)

Empat alasan itu yang sebaiknya jadi pertimbangan sebelum benar-benar ambil keputusan. Cuma bukan berarti membumihanguskan niatan punya bisnis sendiri.

Niatan itu tetap dipelihara. Tinggal bagaimana merumuskan situasi dan kondisi yang tepat buat eksekusinya.

 

Yang terkait artikel ini:

Buka Usaha Modal Kecil Tetap Bisa Kok

Asal Jangan Pelihara 5 Hal Negatif Ini, Sukses di Depan Mata

Strategi Kelola Duit lewat Investasi bagi yang Bergaji Pas-pasan