Gak Punya Dana Darurat? Siap-siap deh Menumpuk Utang

Dana darurat sering luput dari perhatian dalam pengelolaan keuangan. Padahal keberadaan dana ini amatlah penting, apalagi bila sudah berkeluarga.

Misalnya tiba-tiba perusahaan tempat kita bekerja dilanda gonjang-ganjing finansial. Akibatnya, perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) ke banyak karyawannya.

Apesnya, kita masuk daftar pegawai yang kena PHK itu. Musibah yang datang tanpa diduga ini pastinya bikin runyam keuangan kita.

Biasanya dapat pemasukan rutin, sekarang gak ada lagi. Duit pesangon pun gak seberapa karena masa kerja belum terlalu lama.

Pada saat seperti inilah dana darurat sangat bermanfaat. Dengan dana itu, kita bisa menyambung hidup lebih lama untuk kemudian mendapatkan “napas” lagi di tempat kerja baru.

[Baca: Gak Ada yang Abadi, Kalau Dipecat dari Pekerjaan 5 Hal Ini Bisa Membantumu Bertahan]

Tanpa dana darurat, kita kemungkinan besar akan menghadapi masalah besar berikutnya: utang. Sebetulnya, utang bukanlah suatu masalah.

punya-dana-darurat-1
Utang oh utang, bikin sakit kepala Barbie hehehe

 

Tapi fasilitas ini akan berubah menjadi problem jika fondasi keuangan kita gak kokoh saat memutuskan berutang. Fondasi keuangan orang yang lagi menganggur tentunya lemah selemah-lemahnya.

Dari mana kita akan mencicil pelunasan utang? Wong gak ada pemasukan. Mengandalkan uang pesangon dan tabungan, oke. Tapi sampai kapan?

Hal ini juga berlaku untuk kasus musibah lain, misalnya mengalami sakit parah yang menyedot banyak biaya. Iya, asuransi sudah menutup ongkos berobat. Itu kalau punya asuransi.

[Baca: Untungnya Kita Sudah Bisa Merasakan Koordinasi Manfaat BPJS Kesehatan dengan Pihak Asuransi Swasta, Nih Buktinya!]

Tapi tetap saja keadaan sakit ini bakal mengganggu aktivitas kita dalam mencari nafkah. Ujungnya sama: kondisi finansial terganggu.

 

Bukan Cuma Musibah

Bahkan gak hanya musibah yang membuat dana darurat kelihatan manfaatnya. Seperti diketahui, biaya pendidikan meningkat tiap tahun.

Meski kita sudah menghitung biaya itu untuk pendidikan anak kelak, bisa saja dana pendidikan yang kita siapkan kurang. Nah, pada saat inilah dana darurat bisa naik ke panggung.

punya dana darurat
Siapa yang gak bahagia lihat anak-anaknya bisa senyum gini ya

 

[Baca: Buat yang Sayang Sama Anak. Simak 6 Kesalahan Saat Merencanakan Dana Pendidikan Anak]

Yang gak kalah penting, dana darurat bermanfaat buat kesehatan psikologis kita. Dengan memiliki dana cadangan ini, kita bisa merasa lebih woles alias nyantai dalam beraktivitas.

Bandingkan dengan mereka yang dananya cekak. Pasti kepikiran terus bagaimana nanti kalau duit di tabungan habis karena sebab yang gak bisa dihindari?

 

Berapa Jumlah Dana Darurat?

Kondisi keuangan dan kebutuhan tiap-tiap orang berbeda. Karena itu, jumlah dana darurat bagi masing-masing individu pun gak sama.

Dana darurat seorang lajang dibanding keluarga tanpa anak pastinya lebih besar si keluarga. Kalau keluarga sudah punya anak, dananya mesti lebih besar lagi. Makin banyak kepala dalam keluarga, makin gede dana darurat yang sebaiknya disiapkan.

Tapi, besar-kecilnya dana darurat juga bergantung pada pemasukan tiap bulan. Sisihkan setidaknya 10 persen dari gaji per bulan untuk dana darurat.

Idealnya, seorang lajang punya dana darurat 4 kali gaji. Sedangkan yang sudah menikah punya dana 8 kali gaji. Kalau sudah punya anak, 10 kali gaji.

punya dana darurat
Siapin aja dulu, sedia payung sebelum hujan masbro!

 

Angka 4,8, dan 10 itu menunjukkan perkiraan berapa bulan kita dan keluarga bisa hidup menggunakan dana darurat tersebut. Akan lebih baik lagi jika dana itu gak hanya disimpan di bawah kasur.

Artinya, dana darurat sebaiknya diolah. Yang paling simpel pastinya menyimpannya di rekening tabungan. Jadi, dana itu bertambah dari perolehan bunga, meski terbilang sedikit.

Bisa juga mengubah dana darurat ke bentuk investasi emas. Dana yang telah terkumpul dibelikan emas lalu disimpan di bank atau tempat lain yang aman.

Pastikan dana darurat itu bersifat liquid alias gampang dicairkan. Kalau dana darurat dibelikan rumah, misalnya, bakal jungkir-balik untuk mencairkannya jika sewaktu-waktu membutuhkan.

Menjual rumah gak semudah menjual emas atau mencairkan tabungan. Bisa-bisa malah rumah dijual murah biar lekas laku. Maunya sedia payung sebelum hujan, malah sudah basah kena air hujan, eh, kecipratan pula oleh mobil yang lewat.

[Baca: 4 Tips Menyiapkan Dana Darurat karena Kamu Gak Tahu Apa yang Akan Terjadi Esok]

 

 

Image Credit:

  • http://www.abah-alwi.com/images/solusi-cepat-bayar-hutang.jpg
  • http://finansiala.com/wp-content/uploads/2015/03/Cara-Mempersiapkan-Biaya-Pendidikan-Anak.jpg
  • http://cdn1-a.production.liputan6.static6.com/medias/744521/big/042692600_1412071301-o-GENEROUS-PROVINCES-facebook-850×566.jpg