Gak Mau kan Berlebaran Pakai Duit Lecek? Nih Prosedur Penukaran Uang Lusuh di BI

Mendekati hari raya lebaran kita biasa disuguhi pemandangan orang-orang yang menyodorkan segepok uang cetakan baru di pinggir jalan. Pada ngapain sih mereka? Ngasih duit gratis?

Ya gak mungkin lah. Mereka itu “menjual” uang cetakan baru yang masih kaku dan wangi hehe.

Yup, sudah jadi kebiasaan masyarakat kalau lebaran gak cuma baju dan perhiasaan yang baru, uang pun juga harus baru. Rasanya malu kalau ngasih angpau pakai duit lecek. Makanya banyak bermunculan deh pedagang uang dadakan.

Sayangnya, ada selisih ketika membeli uang baru dari para pedagang dadakan itu. Misalnya, mereka menjual uang nominal Rp 100.000 sejumlah Rp 1.000.000, biasanya dijual dengan harga Rp 1.050.000.

Padahal nih ya, kita bisa kok menukar uang lama kita dengan yang baru di Bank Indonesia. Gak ada selisih apapun lagi.

Hanya saja kadang kita malas atau gak tahu prosedur penukaran uang lusuh. Daripada ribet mending beli di pinggir jalan. Padahal selisih tersebut lumayan loh buat jajan buka puasa.

[Baca: Aduh, Masuk Blacklist BI atau Enggak Ya? Kalau Iya, Gimana Keluarnya?]

 

BI kok ngurusin penukaran uang?

Mungkin banyak yang belum tahu kalau tugas Bank Indonesia itu gak cuma mengatur tingkat inflasi, tapi juga mengatur sistem pembayaran. Kayak apa tuh contohnya?

Nah, dalam mengatur sistem pembayaran ini, Bank Indonesia bertanggungjawab soal pencetakan uang, pengedaran uang, dan pemusnahan uang lusuh. Jadi masyarakat bebas untuk menukarkan uang yang rusak atau lusuh sesuai syarat.

 

penukaran uang lusuh
Jadi sudah tahu kan beberapa tugas BI? Atau jangan-jangan kamu masih mikir kalau BI bisa buat membuka rekening?

Lantas bagaimana sih prosedur penukaran uang lusuh?

Sebenarnya gampang banget. Kamu cuma tinggal mendatangi kantor Bank Indonesia yang tersebar di berbagai daerah. Untuk alamat, kamu bisa cek di situs Bank Indonesia.

Bawa saja uang lusuh, rusak atau lecek yang ingin ditukar. Nantinya BI bakal mengganti sesuai nominal yang kamu bawa. Tanpa embel-embel atau biaya.

 

Untuk uang rusak, ada ketentuannya sebelum kamu bisa menukar:

  • Kalau uang rusak masih dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian, kamu bakal mendapat penggantian dengan uang layak edar sesuai nominal.
  • Kalau keasliannya diragukan, kamu wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak. Hasil penelitian dan besar penggantian bakal diberitahukan kemudian.

 

Biar gak penasaran, kamu juga bisa mengunduh Buku Panduan Penukaran Uang Tidak Layak Edar. Di buku tersebut ada kriteria mengenai kerusakan uang yang dapat ditukar. Contohnya sobek jadi dua atau lebih bagian, terbakar, berubah warna dan sebagainya.

[Baca: Kamu Pusing Terlilit Utang Bank? Jangan Panik, Simak Solusi Gratis dari BI]

Dan gak cuma uang lusuh atau rusak saja yang bisa ditukar. Seandainya kamu mendapati uang keluaran lama, kamu juga bisa menukarkannya.

 

penukaran uang lusuh
Duit lama kayak gini biasanya jadi collector item, tapi kalau mau ditukar juga gak apa-apa

Hanya saja ada jangka waktunya. Biasanya 10 tahun sejak tanggal pencabutan dan masih dapat dikenali keasliannya. Untuk mengecek jangka waktu penukaran uang lama, kamu bisa langsung klik Daftar Uang yang Dicabut.

Nah cukup mudah kan? Selama uang tersebut masih asli dan dapat dikenali gak masalah. Jadi ngapain ngeluarin duit lebih buat beli uang baru?

[Baca: Waspada Uang Palsu Kalau Gak Mau Jadi Korban]

 

 

Image credit:

  • http://media.viva.co.id/thumbs2/2008/10/23/56702_bank_indonesia_663_382.jpg
  • http://1.bp.blogspot.com/-HEe0A5aXlKA/Ts9PrkTLyeI/AAAAAAAABP4/JB55uSmW3vY/s1600/Uang+Seribu+Rupiah+Raja+Sisingamangaraja+XII.JPG