Gak Mahal dan Gampang Daftarnya! Segini Biaya Buat Sertifikat Halal MUI

Sertifikat halal MUI (Majelis Ulama Indonesia) menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki oleh para pebisnis yang ingin berjualan makanan di Indonesia. Pasalnya, masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam tentu memilih untuk mengonsumsi makanan yang halal.

Gak hanya untuk makanan, beberapa produk seperti obat dan kosmetik juga diharuskan untuk memiliki sertifikat dari MUI. Karena itu, jika restoran milikmu tidak memiliki logo halal MUI, tentu akan jadi pertanyaan banyak orang. Gak menutup kemungkinan juga, mereka ragu-ragu makan di restoranmu sekalipun kamu menjual makanan halal.

Seperti yang dikutip dari situs halalmui, sertifikat halal MUI merupakan syarat untuk mendapatkan ijin pencantuman label halal pada kemasan produk jualan kamu. Jadi, dengan adanya label tersebut, bisa dibilang status kehalalannya sudah terjamin.

Dengan begini, masyarakat merasa aman dalam mengonsumsi atau menggunakan produk jualanmu. Nah, biar usaha yang kamu geluti laris manis di pasaran dan berjalan lancar, kamu perlu memiliki sertifikat halal MUI ya. Lagipula cara mengurusnya gak ribet kok dan biayanya juga gak mahal.

Gak percaya? Yuk, simak aja langkah-langkahnya di bawah ini seperti yang sudah dirangkum oleh MoneySmart.id.

Baca juga: Restoran Halal di Bali yang Bisa Bikin Kenyang dengan Bujet Rp 20 Ribuan

Cara daftar sertifikat halal MUI

Seperti yang dikutip dari halalmui.org, berikut langkah-langkah yang harus kamu lakukan untuk mendapatkan sertifikat halal MUI.

halal MUI
Alur pendaftaran sertifikasi halal MUI. (halalmui.org)

Sumber: halalmui.org

  • Mengajukan pendaftaran sertifikasi secara online langsung ke website www.e-lppommui.org
  • Mengisi data pendaftaran, status sertifikasi (baru//pengembangan/perpanjangan), data Sertifikat Halal, status SJH (Sistem Jaminan Halal) jika ada dan kelompok produk.
  • Melakukan pembayaran pendaftaran serta biaya akad sertifikasi halal melalui Bendahara LPPOM MUI di email, [email protected] yang meliputi:
    • Honor audit
    • Biaya sertifikat halal
    • Biaya penilaian implementasi SJH
    • Biaya publikasi majalah Jurnal Halal.
  • Mengisi dokumen yang menjadi persyaratan pendaftaran serta industri bisnis yang kamu geluti, di antaranya: manual SJH, diagram alir proses produksi, data pabrik, data produk, data bahan dan dokumen bahan yang digunakan, serta data matrix produk.
  • Setelah semua dokumen sudah diisi, maka kamu akan masuk ke tahap selanjutnya yaitu pemeriksaan kecukupan dokumen.
  • Selesai deh. Kamu bisa langsung men-download Sertifikat Halal di menu download SH.

Baca juga: Asuransi Syariah Udah Pasti Halal? Ketahui dulu Seluk Beluknya di Sini

Biaya pembuatan Sertifikat Halal MUI

halal mui
Berapa biaya pembuatan sertifikat halal MUI? (Shutterstock)

Untuk mengetahui perkiraan biaya pembuatan sertifikat halal MUI, kamu diharuskan untuk menanyakan langsung ke bendahara LPPOMMUI melalui email [email protected] dengan menginformasikan, jenis, jumlah dan lokasi produk di produksi.

Namun, sebagai estimasi, MoneySmart.id akan memberikan contoh biaya sertifikat halal dari Kepulauan Riau, seperti yang dikutip dari halalmuikepri.com, berikut ini.

1. Level A

Industri besar dengan biaya sertifikat Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta. Yang termasuk industri besar yaitu perusahaan yang memiliki karyawan di atas 20 orang.

2. Level B

Masuk ke dalam kategori industri kecil yaitu memiliki jumlah karyawan antara 10-20 orang. Biaya sertifikatnya sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

3. Level C

Usaha rumahan, masuk ke dalam level C yang jumlah karyawannya kurang dari 10 orang. Untuk level yang satu ini, kamu cukup merogoh kocek Rp 1 juta untuk memiliki sertifikat halal MUI.

Namun nominal di atas belum termasuk biaya:

  • Auditor
  • Registrasi
  • Majalah Jurnal
  • Pelatihan
  • Penambahan biaya Rp 200 ribu jika perusahaan mempunyai outlet.
  • Jika ada penambahan produk, maka akan dikenakan biaya yaitu Level A (Rp 150 ribu per produk), Level B (Rp 100 ribu per produk) dan Level C (Rp 50 ribu per produk).
  • Biaya pelatihan, perusahaan sebesar Rp 1,2 per orang, sedangkan UKM sebesar Rp 500 per orang.

Penetapan pembiayaan tersebut sesuai dengan SK 02/Dir LPPOMMUI/I/13. Selain itu, buat para pemilik usaha kecil atau industri rumah tangga yang tidak mampu membayar pembiayaan. Gak perlu khawatir karena LPPOM MUI memiliki kebijakan untuk subsidi pembiayaan. Jadi, kamu tetap bisa mendapatkan sertifikat halal MUI.

Itu dia cara serta biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan sertifikat halal MUI. Gampang dan gak mahal kan? Yuk, langsung urus dari sekarang biar bisnismu berjalan lancar. (Editor: Ruben Setiawan)