Gak Cuma Venezuela, Ternyata 4 Negara Ini Juga Dilanda Krisis Ekonomi

Krisis ekonomi emang membawa petaka. Gimana gak? Semua harga barang melonjak gila-gilaan. Sampai-sampai uang yang kita punya itu udah gak ada harganya lagi.

Inilah kenyataan yang mesti dialami orang-orang yang tinggal di Venezuela saat ini. Mereka pengin gak pengin berhadapan dengan tingginya harga kebutuhan. Sampai-sampai warga di sana beli daging busuk demi bisa mengenyangkan perut.

Bermula dari anjloknya harga minyak tahun 2014, krisis ekonomi melanda Venezuela. Sekadar informasi, Venezuela termasuk salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia. Sebagian besar pemasukan negara ini didapat dari keuntungan komoditas yang satu ini.

Inflasi yang tadinya 57,31 persen tahun 2014 melambung tinggi hingga lebih dari 13 ribu persen. Malahan sempat tembus 32 ribu persen beberapa waktu yang lalu. IMF memperkirakan inflasi Venezuela bisa mencapai 1 juta persen akhir tahun ini.

Rupanya Venezuela gak sendiri dalam menghadapi krisis ekonomi. Ada beberapa negara yang inflasinya tinggi alias hiperinflasi. Apa aja negara-negara tersebut? Yuk disimak.

1. Sudan Selatan

Masyarakat di Sudan Selatan. (Shuttersstock)
Masyarakat di Sudan Selatan. (Shuttersstock)

Sudan Selatan tercatat mencetak angka inflasi hingga 122,90 persen tahun 2017. Sebelumnya inflasi negara Afrika ini sempat tembus hingga 800 persen. Hiperinflasi yang terjadi di Sudan Selatan memicu krisis ekonomi.

Padahal, negara ini punya penghasilan yang menjanjikan dari hasil jual minyak. Dikutip dari African Union, sekitar 99,8 persen pendapatan negara diperoleh dari ekspor minyak.

Sejak dilanda konflik tahun 2013, ekonomi di negara ini jadi gak stabil. Hingga akhirnya krisis ekonomi pun timbul di negara yang merdeka tahun 2011. Biaya hidup di sana menjadi mahal. Bahkan, harga bahan bakar juga ikutan mahal.

2. Sudan

Masyarakat di Sudan. (Shutterstock)
Masyarakat di Sudan. (Shutterstock)

Sejak berdirinya Sudan Selatan, negara ini dilanda inflasi hingga 63,9 persen. Penghasilan yang selama ini didapatkan negara ini dari minyak bumi hilang 75 persen.

Bahan bakar pun mendadak langka dan kebutuhan hidup naik. Dampaknya pun terasa ke anggaran negara yang mengalami defisit.

Kabarnya, karena krisis ekonomi, para diplomat mereka yang berada di luar negeri belum menerima gaji selama berbulan-bulan.

3. Korea Utara

Suasana di Korea Utara. (Shutterstock)
Suasana di Korea Utara. (Shutterstock)

Isolasi terhadap Korea Utara menyebabkan negara ini mengalami krisis ekonomi. Data yang diperoleh tradingeconomics menyebut inflasi di negara ini mencapai 55 persen Juli lalu.

Malahan nih, pada 2011, Korea Utara pernah mengalami kekurangan pangan. Sekitar 6 juta orang dilaporkan menderita kelaparan.

Situasi ini makin diperparah karena uji coba senjata nuklir terbaru. Tentu aja apa yang dilakukan Korea Utara mendapat respons negatif dari dunia internasional. Bahkan, Cina sebagai mitra dagang Korea Utara paling besar memberi tekanan pada negara ini.

4. Republik Afrika Tengah

Masyarakat di Republik Afrika Tengah. (Shutterstock)
Masyarakat di Republik Afrika Tengah. (Shutterstock)

Negara Afrika berikutnya yang mengalami krisis ekonomi adalah Republik Afrika Tengah. Inflasi di negara ini diberitakan mencapai 38,04 persen. Gara-gara krisis tersebut, Republik Afrika Tengah menjadi salah satu negara termiskin di dunia.

Memburuknya ekonomi di negara ini berakar dari konflik bersenjata yang terjadi dari 2003 hingga 2007, dan kemudian terjadi lagi pada 2012. Padahal, dengan potensi sumber daya alam yang dimilikinya, mustahil negara ini bisa menjadi negara miskin.

Krisis yang terjadi di negara-negara di atas pernah menjadi pengalaman pahit Indonesia tahun 1998.

Untungnya kita gak berlama-lama terjebak dalam krisis ekonomi dan perlahan-lahan bisa bangkit dari keterpurukan. Moga-moga ke depan jangan sampai deh pengalaman buruk itu terulang kembali. Soalnya nih, kita-kita juga yang rugi.