Gak Cuma Rommy, Ini 4 Ketum Parpol yang Keciduk KPK Gara-gara Korupsi

Ketua Umum PPP, Muhammad Romahurmuziy terseret kasus dugaan korupsi. Pria yang akrab disapa Rommy ini diamankan melalui operasi tangkap tangan KPK di Surabaya, Jumat (15/3) lalu.

Rommy yang juga sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019 ini telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. KPK menyebut, Rommy diduga terlibat dalam lobi-lobi jabatan di Kementerian Agama.

Saat ditangkap, penyidik berhasil mengamankan uang sekitar Rp 156 juta yang diduga sebagai barang bukti transaksi. Tapi disebutkan, total fee yang didapatnya mencapai Rp 300 juta.

Kini, KPK juga telah menyematkan rompi oranye khas tahanan tindak pidana korupsi ketika Rommy keluar dari Gedung Merah Putih. Ia pun terpaksa harus menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama demi pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Akibat tindakannya ini, PPP memberhentikannya sebagai Ketua Umum dan digantikan posisinya sementara oleh Plt Suharso Monoarfa. Rommy sendiri juga telah menyerahkan surat pengunduran dirinya dari partai.

Nah, ternyata bukan cuman Ketua Umum PPP Rommy saja yang terseret kasus ini. Sebelum-sebelumnya, sudah ada ketua umum partai lain yang juga terlibat korupsi, bahkan sudah pada mendekam di penjara.

Baca juga: Kekayaan Mantan Ketum PPP Romahurmuziy Capai Rp 11 Miliar! Ini Buktinya

1. Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden PKS

ketua umum ppp
Luthfi Hasan Ishaaq. (Wikimedia Commons/Kantor Berita ANTARA)

Pada tahun 2013 lalu, Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap oleh KPK. Politikus yang saat itu juga menjabat sebagai anggota DPR RI itu dinilai telah menerima suap terkait rekomendasi kuota impor daging kepada Kementerian Pertanian.

Setelah melalui persidangan, pada tahun 2014, Ia terbukti telah menerima suap sebesar Rp 1,3 miliar dari Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman, melalui perantara Ahmad Fathanah. Lantaran aksinya ini ia disangkakan pasal tindak pidana korupsi dan pencucian uang dengan masa hukuman 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Baca juga: Buat Acara Formal dan Sehari-hari, Style Kece Anak Jokowi Ini Bisa Dicontek

2. Anas Urbaningrum, Ketua Umum Demokrat

ketua umum ppp
Anas Urbaningrum. (Wikimedia Commons/Creative Commons License)

Anas Urbaningrum merupakan Ketua Umum Partai Demokrat pada saat itu. Ia resmi menjadi terpidana korupsi pada tahun 2014 silam. Ia terbukti menerima gratifikasi dan terlibat pencucian uang dalam proyek sport center Hambalang. Kasus ini gak cuman menyeret dirinya saja, tapi juga beberapa anggota Demokrat lainnya, salah satunya Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh, dan Nazaruddin.

Awalnya, Anas hanya divonis selama 8 tahun penjara dan denda Rp 300 juta, tapi kemudian ia mengajukan upaya hukum banding. Sialnya, bukannya vonisnya diperkecil, tapi pengadilan justru menambah hukumannya menjadi 14 tahun penjara.

Baca juga: Orang-Orang Terkaya di Negara ASEAN, Ada yang Sekaya Bos Djarum Gak Ya?

3. Suryadarma Ali, Ketua Umum PPP

ketua umum ppp
Suryadharma Ali. (Wikimedia Commons/ Lampung1.kemenag.go.id)

Jadi, bukan pertama kalinya petinggi PPP terseret kasus korupsi. Tahun 2014 silam, Suryadharma Ali ditangkap oleh lembaga anti-rasuah KPK. Mantan Ketua Umum PPP ini terlibat dalam korupsi penyelenggaraan haji tahun 2012-2013. Saat itu, ia menjabat sebagai Menteri Agama di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dikutip dari Okezone, hal ini merugikan negara sebesar Rp 27.283.090.068 dan 17.967.405 riyal Saudi.

Gak cuman korupsi penyelenggaraan haji, KPK juga menyebut Suryadharma turut menyalahgunakan dana operasional menteri. Akibat perbuatannya, ia dijatuhi hukuman selama 6 tahun penjara. Kemudian sebagai upaya pembelaan, Suryadharma mengajukan banding. Alih-alih hukumannya diringankan, hakim justru menambah masa hukumannya menjadi 10 tahun.

4. Setya Novanto, Ketua Umum Golkar

ketua umum ppp
Setya Novanto. (Wikimedia Commons/dpr.go.id)

Kalau yang ini masih hangat di ingatan kamu pastinya, kasus korupsi yang dipenuhi dengan drama-drama ‘Papa’ Setnov. Setya Novanto, yang kala itu menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar, tepatnya tahun 2018 silam ditetapkan sebagai terpidana korupsi atas kasus megaproyek e-KTP.

Pengungkapan kasusnya ini dipenuhi beragam drama, salah satunya yang paling diingat adalah tragedi mobil menabrak tiang listrik, dan benjol sebesar bakpau. Sepintar apapun Setnov berkelit, KPK akhirnya berhasil menyeretnya ke persidangan. Akibat kasus korupsinya ini, Setnov divonis penjara 15 tahun dengan denda Rp 500 juta.

Itu tadi daftar petinggi-petinggi partai politik di Indonesia yang terseret dalam kasus korupsi. Semoga saja, kasus yang menimpa Ketua Umum PPP ini menjadi yang terakhir kalinya. Karena bagaimanapun, kalau kejadian serupa terulang, sikap skeptis masyarakat terhadap politik akan semakin tumbuh. Untuk petinggi partai, semoga kalian belajar dari kasus-kasus di atas ya! (Editor: Ruben Setiawan)