Gak Cuma Kena Pidana Pajak, Ini Risiko Gak Punya NPWP

Mungkin banyak dari kita yang bete pas liat gaji disunat buat bayar pajak. Antara rela dan gak rela.

 

Ya itu konsekuensi sebagai warga negara Indonesia bro. Apalagi buat kita yang sudah memiliki NPWP alias Nomor Pokok Wajib Pajak.

 

Lantas terbersit dalam benak kita, “Kalau gak punya NPWP, gak perlu bayar pajak dong bro?” Masalahnya gak sesederhana itu sob.

 

Sesuai Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 39 Ayat 1, wajib pajak yang gak mendaftarkan NPWP bisa dipidana paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun. Nah loh!

 

Selain pidana kurungan,denda juga siap menghadang. Jumlahnya paling sedikit dua kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak empat kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar.

 

gak punya npwp

Hidup di bui bagaikan burung, bangun pagi makan nasi jagung…amit-amit bro! 

 

 

[Baca: Gaji Dipotong Pajak Lebih Besar Gara-Gara NPWP Suami dan Istri Beda? Ketahui Dulu Perhitungannya]

 

Memang sih, gak semua orang wajib bayar pajak. Kamu dibebaskan dari pajak kalau pendapatanmu sebesar atau kurang dari Rp 36 juta per tahun atau Rp 3 juta per bulan.  

 

Gak punya NPWP? Susah urusan dengan bank

Gak cuma ancaman pidana saja yang perlu kamu takutin. Urusan perbankan juga bakal susah kalau gak punya NPWP.

 

Berikut contoh produk keuangan perbankan yang membutuhkan NPWP:

 

– Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

– Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)

– Kredit Tanpa Agunan (KTA)

– Kredit Multi Guna

– Kartu Kredit

– Rekening Tabungan dan Deposito

– Investasi Saham

 

[Baca: Aplikasi Kredit ke Bank Ditolak Terus? Bisa Jadi itu Akibat Tidak Memiliki NPWP]

 

 gak punya npwpBiasanya cowok-cowok yang seneng ke bank karena mbak-mbak tellernya cantik hehehe

 

Konsekuensi kalau kena PHK

Nah, ada lagi nih risiko kalau kamu masih ngeyel gak mau bikin NPWP. Salah satunya saat terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), pesangon yang diperoleh bakal kena potongan pajak yang lebih besar.

 

Eh ciyusan loh, gak main-main. Nominal Tarif Pajak penghasilan (PPh 21) bisa 20% lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki NPWP.

 

Ternyata aturan ini sudah berlaku sejak 2009 loh. Dan gak cuma pas terkena PHK, tarif pajak 20% ini juga berlaku buat karyawan yang gak punya NPWP dalam perhitungan pajak tahunannya.

 

Astaga naga, Masa sih sampai segitunya? Menurut ngana? Dengan status karyawan yang wajib pajak tapi sengaja lalai soal kepemilikan NPWP, kita bakal dianggap sebagai warga negara yang melanggar hukum alias mengemplang pajak.

 

Sekarang tinggal pilih, mau jadi warga negara yang gak hanya tahu hak saja atau yang sadar kewajiban juga. Semuanya dikembalikan lagi ke diri kita masing-masing.

 

gak punya npwp PHK kata-kata yang lebih serem dari Sundel Bolong ya bro, hiiy!

 

 

[Baca: Gaji Dipotong, Gimana Cara Menghitung PPh Tiap Bulan?]

 

 

 

Image Credit:

  • http://beritajogja.id/wp-content/uploads/2015/02/Penjara.jpg
  • https://rdar.files.wordpress.com/2008/08/bank-century-4.jpg
  • http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/20140109_161857_unjuk-rasa-tolak-uu-minerba.jpg