Gak Ada yang Abadi, Kalau Dipecat dari Pekerjaan 5 Hal Ini Bisa Membantumu Bertahan

Seperti kata Ariel “Peter Pan/Noah” dalam salah satu lagunya, tak ada yang abadi. Termasuk dalam soal pekerjaan.

 

Gak peduli sekeras apa pun kita bekerja, menurut kita sendiri, pemecatan bisa saja datang tanpa diundang. Misalnya perusahaan lagi dilanda gonjang-ganjing lantaran industri lagi macet.

 

Satu-satunya cara untuk menyelamatkan perusahaan adalah pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Seperti yang dilakukan perusahaan teknologi terkemuka, Microsoft, yang mem-PHK hampir 8.000 pegawainya pada 2015.

 

Iya kalau keputusan PHK itu diumumkan jauh hari sebelumnya. Kalau kabar pemecatan baru diterima seminggu sebelumnya, atau bahkan pada hari itu juga?

 

Tenang. Bukan berarti kita mesti larut dalam keputusasaan. Mental dan keuangan terancam terganggu, betul.

 

Tapi bukan berarti gak ada solusi untuk mengatasinya. Ketika dipecat dari pekerjaan, tarik napas dalam-dalam, jernihkan pikiran, dan mungkin lima langkah ini bisa membantu kita keluar dari masalah.

 

1. Introspeksi

Memang paling gampang adalah menyalahkan orang lain. Tapi kenapa gak introspeksi dulu aja? Untuk membantu introspeksi, coba minta bertemu empat mata dengan bos.

 

Dalam pertemuan, mintalah alasan kenapa kita dipecat. Mungkin memang ada kesalahan yang gak kita sadari?

 

dipecat dari pekerjaan

Termangu boleh, tapi jadikan pula momen untuk introspeksi

 

 

Bisa saja kita merasa udah bekerja keras untuk perusahaan. Namun, siapa tahu ternyata ada orang yang kerjanya lebih baik ketimbang kita, sehingga kita tersisih.

 

Jadi, gak ada salahnya untuk meminta waktu bertemu dengan bos. Namun ingat, bicaralah dengan kepala dingin. Kalau perlu, siapkan daftar pertanyaan biar gak gelagapan di depan bos.

 

2. Tetap hargai perusahaan

Meski pahit, perusahaan tempat kita bernaung sebelumnya tetap patut dihargai. Sebab, kita bisa hidup berkat gaji dari perusahaan tersebut. BPJS juga dibantu perusahaan itu, lho.

 

[Baca: Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan Itu Investasi Bukan Tabungan]

 

Sikap ini juga berguna ketika menghadapi wawancara kerja di perusahaan baru. Saat manajer HRD perusahaan itu bertanya, bagaimana perusahaan yang lama, kita gak akan langsung mengucap sumpah-serapah.

 

dipecat dari pekerjaan

Tetap menghargai semua dan terima dengan lapang dada

 

 

Kita bisa jelaskan dengan hati plong bahwa perusahaan lama itu bagus, tapi ternyata kita gak luput dari pemecatan. Yang pasti, pemecatan itu bisa jadi pecut agar kita bekerja lebih baik lagi di perusahaan yang baru.

 

Manajer HRD yang baru pasti manggut-manggut. Soalnya kita dinilai bisa menghargai perusahaan, gak peduli pahitnya kenyataan yang diterima.

 

3. Hargai diri sendiri

Selain menghargai perusahaan, kita mesti menghargai diri sendiri. Memang, perusahaan banyak berjasa buat hidup kita.

 

Tapi dalam pekerjaan itu terjadi simbiosis mutualisme alias saling menguntungkan. Jadi, kita pun berjasa buat perusahaan.

 

Itu sebabnya masing-masing-masing pihak punya hak dan kewajiban agar hubungan ini terjaga. Jika hak pekerja gak diberi, bisa dituntut. Begitu juga sebaliknya.

 

dipecat dari pekerjaan

Menyalahkan diri sendiri itu gak ada gunanya, dirimu layak menerima yang lebih baik

 

 

Ini juga bermanfaat agar kita gak merasa patah semangat. Justru kita bisa menjadi bersemangat mencari pekerjaan baru untuk membuktikan bahwa kita gak layak dipecat.

 

4. Kumpulkan dana

Setelah dipecat, tentunya kita gak punya pemasukan rutin lagi. Kalau ada job atau bisnis sampingan, akan lebih mudah. Soalnya kita masih bisa mengandalkan dana dari usaha itu.

 

[Baca: Buka Usaha Sampingan Itu Gak Cuma Perkara Modal Saja, Tapi 7 Hal Ini]

 

Tapi, kita tetap mesti meluangkan waktu sejenak untuk mencatat berapa jumlah dana yang kita punyai. Ini berguna untuk menentukan berapa lama kita bisa hidup dengan dana tersisa.

 

dipecat dari pekerjaan

Mau ada pemecatan atau gak, selalu siapkan dana darurat

 

 

Misalnya dana cukup buat hidup 6 bulan. Maka, pasang target udah ada pemasukan baru sebelum deadline itu berakhir.

 

Pemasukan baru ini bisa berasal dari dua jalan. Pekerjaan baru atau buka bisnis sendiri. Pilih yang mana, lihat langkah selanjutnya.

 

5. Putuskan pilihan untuk menyambung hidup

Seperti disebutkan sebelumnya, ada dua jalan yang bisa ditempuh untuk menyambung hidup. Mau cari kerja atau buka bisnis sendiri, tergantung pada diri sendiri.

 

Kalau cari kerja, belum tentu ada lowongan yang pas di hati. Kalaupun ada, belum pasti juga situasi kerja di tempat baru cocok.

 

Namun, pemasukan lebih pasti dengan bekerja ikut orang lain. Ini beda dengan buka bisnis sendiri, yang artinya berani ambil risiko bisnis gak laku.

 

Meski demikian, peluang pemasukan lebih besar bisa didapat jika buka bisnis sendiri. Sebab, pemasukan gak bergantung pada bayaran perusahaan. Melainkan kemampuan kita mengolah bisnis itu.

 

[Baca: Baca Tanda Kamu Siap Jadi Pengusaha: Keluar dari Zona Nyaman]

 

Pemecatan bukanlah kiamat. Setiap orang bisa dipecat. Bahkan yang selevel atasan.

 

dipecat dari pekerjaan

Jadikan pemecatan sebagai momen untuk menentukan jalan hidup

 

 

Kuncinya, kita mesti giat bekerja agar dipandang penting oleh perusahaan. Selain itu, jangan sampai melakukan kesalahan fatal saat bekerja.

 

Dan, yang sangat penting, yaitu membaca gejala. Rajin-rajinlah membaca berita di media untuk mengetahui soal masalah bisnis.

 

Mungkin perusahaan kita atau industri diberitakan lagi dihajar problem besar. Kalau sudah begini, kita hanya bisa menyiapkan skenario terburuk, yaitu dipecat.

 

[Baca: Yang Bilang Ngembangin Usaha Susah, Pasti Belum Kenal Kredit Usaha Rakyat tanpa Agunan]

 

 

 

Image credit:

  • http://images.huffingtonpost.com/2015-05-18-1431961719-7822789-1thinkingmantinjoembugus-thumb.jpg
  • http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/14817/big/perusahaan-terima-karyawan-130816c.jpg
  • http://4.bp.blogspot.com/-GWZ0ERBwYRI/T8GlTTMW1iI/AAAAAAAABI0/xnhlCa45ZMA/s1600/diri-sendiri.jpg
  • http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/medias/1035697/big/074880000_1446021838-Coin-Money-Saving-Jar-Wallpaper.jpg
  • http://3.bp.blogspot.com/-FIRvzqnJzuA/VjrpGTEvdzI/AAAAAAAAAwc/SsQpJEgROcU/s1600/kerja%2Batau%2Busaha.png