Gaji di Bawah 4 Juta Bisa Punya Rumah Lewat KPR Sejahtera Tapak, Gimana Caranya?

 

Tiap orang pasti punya mimpi tinggal di rumah sendiri. Tapi gak jarang mimpi itu hancur gara-gara kondisi keuangan yang amburadul.

 

Ya, keuangan amburadul yang lebih sering bikin mimpi punya rumah buyar. Bukan penghasilan yang terbatas.

 

Mereka yang gajinya puluhan juta rupiah juga mungkin gagal terus mau punya rumah. Sebab pengaturan keuangan mereka payah. Besar pasak daripada tiang.

 

Di sisi lain, mereka yang penghasilannya ngepas upah minimum regional (UMR) pun bisa memiliki rumah sendiri. Pemerintah punya sederet program untuk mereka.

 

Buat yang bergaji di bawah Rp 4 juta, misalnya, ada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera yang menawarkan uang muka 1 persen saja. Program ini khusus diluncurkan lewat Bank Tabungan Negara (BTN) buat yang punya gaji pas-pasan.

 

Selain rumah tapak, rumah susun juga masuk program ini. Jadi, kita bisa milih mau beli rumah tapak atau rumah susun.

 

Tapi, kita gak bisa asal pilih. Ada sederet hal yang harus kita cermati dan sesuaikan dengan kondisi sebelum bisa ikut program ramah rakyat kecil ini, di antaranya:

 

1. Suku bunga tetap

Selama kredit berjalan, suku bunga dipatok tetap sebesar 5 persen. Adapun jangka waktu maksimal kredit adalah 20 tahun. Ini sangat ringan dibanding ketentuan KPR bank biasa, yang bunganya bisa tembus 10 persen.

 

kpr sejahtera tapak

 Pusing sama suku bunga mengambang, kamu gak sendirian

 

 

Rahasianya, suku bunga KPR Sejahtera akan disubsidi pemerintah. Jadi, selisih bunga dengan KPR biasa akan dibayar pemerintah. Karena itulah program ini juga dinamakan KPR bersubsidi.

 

2. Gaji maksimal

Buat yang mau beli rumah tapak, gaji maksimal adalah Rp 4 juta. Sedangkan calon pembeli rumah susun maksimal gajinya Rp 7 juta. Jadi, pilih yang sesuai dengan kondisi penghasilan, ya.

 

Selain itu, masa kerja minimal adalah 1 tahun. Oiya, gaji itu berlaku total untuk pasangan suami-istri. Jadi kalau gaji suami Rp 3 juta dan gaji istri Rp 2 juta, gak bisa ambil rumah tapak karena total gaji mereka Rp 5 juta.

 

3. Biaya-biaya

Seperti KPR biasa, ada biaya-biaya yang mesti kita bayar untuk mengikuti KPR Sejahtera. Di antaranya:

  • Biaya provisi 0,5 % dari harga rumah
  • Biaya administrasi Rp 250 ribu
  • Biaya notaris 0,5-1 % dari harga rumah
  • Asuransi

[Baca: Yang Wajib Diketahui tentang Kredit Pemilikan Rumah (KPR)]

 

4. Belum punya rumah

Yang boleh menikmati KPR Sejahtera adalah mereka yang belum pernah punya rumah. Jadi, nanti kita akan disuruh membuat surat pernyataan belum punya rumah dengan materai.

 

kpr sejahtera tapak

 Rumah KPR Sejahtera Tapak harus dihuni oleh pemilik

 

 

Selain itu, kita harus menghuni sendiri rumah itu. Gak boleh disewakan atau dikontrakkan. Kalau kita ketahuan melanggar aturan itu, siap-siap ditendang keluar dari rumah tanpa kompensasi.

 

Kepemilikan rumah itu bisa dialihkan (disewakan/dijual) dengan syarat. Yakni sudah dihuni minimal 5 tahun buat rumah tapak dan 20 tahun untuk rumah susun. Tapi, transaksi itu harus dilaporkan ke bank pemberi kredit.

 

5. Asuransi

Kalau beli rumah lewat skema KPR Sejahtera Tapak, kita akan mendapat perlindungan asuransi. Perlindungan ini bukan hanya buat jiwa, tapi juga buat rumah yang dibeli.

 

Asuransi rumah ini meliputi perlindungan terhadap kebakaran. Sebagai konsekuensi, kita mesti membayar premi asuransi tersebut. Tanyakan dulu soal asuransi ini ke bank jika mau beli rumah pakai KPR Sejahtera agar lebih jelas.

 

[Baca: Apa Bedanya Produk Asuransi Kebakaran dengan Asuransi Properti? Ini Jawabnya..]

 

Penghasilan terbatas bukanlah tembok yang gak bisa ditembus untuk punya rumah sendiri. Tinggal niat untuk mengurus segala persyaratan itu.

 

Selain itu, harus ada disiplin keras dalam soal keuangan. Jangan kira setelah bayar persekot ringan lalu bisa leha-leha. Cicilan juga mesti rutin dibayar.

 

kpr sejahtera tapak

 Lumayan sudah dilengkapi asuransi rumah dan jiwa, gak perlu pusing nyari lagi

 

 

Karena itu, harus bikin rencana matang untuk beli rumah. Hitung berapa cicilan yang kira-kira pas dengan kondisi keuangan. Kalau mampunya nyicil Rp 1 juta, ya jangan maksain ambil cicilan Rp 1,5 juta. Yang realistis saja.

 

Jangan sampai keblinger oleh kemudahan dalam fasilitas ini. Sebab, beli rumah tanpa rencana matang sama saja menjorokkan diri ke lubang utang lantaran cicilan gak terbayarkan.

 

[Baca: Kenalan Dulu dengan Istilah dalam KPR Sebelum Ajukan Aplikasi, daripada Clingak-Clinguk, Ya Kan?]

 

 

 

Image credit:

  • http://assets-a2.kompasiana.com/items/album/2016/02/29/bunga-56d46bfe90fdfd4322ac7bbf.jpg?t=o&v=760
  • http://jokowarino.id/wp-content/uploads/2015/12/Untitled-139.png
  • http://www.anneahira.com/images/makalah-asuransi-jiwa.jpg