Freelancer, 9 Trik Ini Bisa Bikin Kamu Sukses dan Cepat Kaya

Belakangan, kerja freelance banyak diincar orang, terutama anak muda. Sekilas, model pekerjaan ini tampak enak, jam kerja fleksibel, gak perlu ngantor, bisa liburan kapan aja.

Padahal faktanya jadi freelancer pun bisa bikin ketar-ketir juga. Saking fleksibelnya, para pekerja lepas  bisa bekerja dini hari, tengah malam, atau bahkan seharian penuh. Di sisi lain, karier yang gak tetap ini terkadang bikin nasib serasa digantungin. Gak ada kejelasan!

Bagi kamu para freelancer di luar sana, tenanglah. Meski susah-susah gampang, kamu juga bisa kok sukses berkarier dan punya penghasilan memuaskan dari kerja freelance.  Kesuksesanmu bahkan bisa melebihi mereka yang kerja kantoran dengan posisi yang sama.

Begini caranya!

1. Selalu melek tren

kerja freelance
(Image: pexels)

Coba, apa pekerjaanmu saat ini? Social media specialist, videographer, blogger, content writer, content creator, editor, atau fotografer? Hampir semua pekerjaan freelance tersebut, terutama yang bergerak di dunia digital bersifat dinamis mengikuti perkembangan zaman.

Misalnya, kalau kamu bekerja sebagai social media specialist, kamu tentu harus tahu fitur-fitur terbaru di tiap media sosial, aktivitas yang lagi hype, dan sebagainya.

Di sisi lain, meski kerjaanmu gak bersinggungan langsung dengan dunia digital, kamu tetap perlu melek tren untuk memahami klienmu dengan baik.

Misalnya, jika kamu bekerja sebagai guru lepas, melek tren dapat membantumu menemukan metode pendekatan yang cocok untuk murid yang kamu pegang. Dengan begini, kamu punya nilai tambah yang gak dimiliki semua orang.

2. Perluas networking

kerja freelance
(Image: pexels)

Semakin banyak relasi yang kamu miliki, semakin tinggi peluang kesuksesanmu. Bergabunglah dengan komunitas atau organisasi yang sesuai dengan minat, skill atau profesi yang kamu tekuni.

Jika ada orang yang menurutmu dapat dijadikan role model atau teman diskusi, jangan sungkan untuk menyapanya sekalipun hanya melalui media sosial. Utarakanlah tujuan dan maksudmu secara sopan.

Selain itu, kamu juga bisa menambah kenalan dari acara seminar atau workshop. Siapa tahu kamu mendapat rekan bisnis yang sejalan denganmu atau bahkan seseorang yang mendatangkan banyak calon klien untukmu.

3. Tingkatkan kemampuan komunikasi

kerja freelance
(Image: pexels)

Kemungkinan terjadinya kesalahpahaman jadi lebih tinggi pada situasi yang minim tatap muka. Oleh sebab itu, kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dikuasai. Kamu harus dapat menjaga hubungan sekalipun hanya melalui aplikasi chatting, telepon, atau email.

Selain itu, jadi freelancer membuatmu perlu berinteraksi dengan banyak orang baru, bisa atasan, teman satu tim, atau klien barumu. Komunikasi yang baik dapat membangun rasa saling percaya antara dirimu dan rekan bisnis. Kamu pun jadi tampak lebih dapat diandalkan.

Satu lagi, jangan lupa kemampuan komunikasi juga meliputi kemampuan mendengar ya.

4. Punya manajemen waktu yang baik

Inilah tantangan terbesar kerja freelance: mengatur waktu. Keleluasaan waktu yang dimiliki pekerja lepas dapat jadi boomerang yang bikin sulit bekerja secara produktif. Padahal freelance dibayar berdasarkan tugas yang diselesaikan. Oleh sebab itu, jika gak bekerja secara efektif, penghasilan yang didapat pun bisa gak maksimal.

Untuk mengatasinya, langkah yang paling sederhana adalah dengan membuat daftar pekerjaan pada malam sebelumnya.

Buatlah daftar tugas berdasarkan urutan prioritas. Kerjakan tugas pada daftar sesuai dengan timeline yang telah kamu buat. Jauhi segala bentuk distraksi (mis: smartphone) sementara waktu untuk bisa menyelesaikan pekerjaan secara optimal.

5. Jadilah percaya diri dengan meningkatkan skill

Kepercayaan diri adalah modal penting bagi seorang freelancer. Kamu gak bisa membuat orang percaya padamu kalau kamu sendiri gak percaya diri kan? Kamu perlu kepercayaan diri yang cukup untuk bisa meyakinkan klien menggunakan jasamu.

Kepercayaan diri ini akan muncul secara alami jika kamu punya skill di bidang yang kamu tekuni. Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti belajar dan meningkatkan kemampuanmu.

6. Ciptakan personal branding yang meyakinkan

Jadi freelancer harus siap bersaing dengan banyak orang di bidangmu. Dengan persaingan yang semakin ketat, kamu harus punya value yang bikin orang mudah terpikat. Salah satu caranya dengan membuat personal branding yang menarik dan meyakinkan.

Ketahui dan pahami apa yang menjadi kelebihan dan cirimu. Tonjolkan keunikan dan kualitas pekerjaanmu dalam personal branding yang kamu ciptakan. Kamu bisa memulainya dari feeds akun media sosial ataupun situs profesional.

7. Tetapkan target pendapatan bulanan

Kerja freelance kadang memberikan penghasilan yang gak tetap. Bulan ini bisa gede, bulan depan belum tentu. Meski secara teori seperti itu, tapi kamu bisa kok menetapkan pendapatan yang kamu inginkan.

Contoh sederhananya, kamu tentukan dulu berapa total “gaji” yang kamu mau dalam sebulan. Setelahnya, hitunglah profit dari pekerjaan freelance yang sedang kamu kerjakan. Dengan begitu kamu jadi tahu, apakah kamu masih butuh pekerjaan tambahan atau tidak.

Jika merasa butuh tapi gak punya waktu dan tenaga lagi, berarti saatnya mengevaluasi pekerjaan yang telah kamu pegang. Jangan-jangan memang ada yang sudah perlu “di-upgrade”.

8. Kelola uang dengan baik

Sebesar apa pun penghasilanmu, tanpa pengelolaan yang baik, uangmu cuma akan numpang lewat di rekening.

Buatlah rencana keuangan untuk jangka pendek dan jangka panjang. Miliki tujuan-tujuan keuangan agar kamu jadi semakin termotivasi. Contohnya, jika kamu ingin travelling ke Jepang dua tahun mendatang. Buatlah pos keuangan khusus untuk tujuan tersebut.

Selain itu, catatlah setiap pengeluaran yang kamu lakukan. Pada akhir bulan, kamu akan tahu pengeluaran apa yang perlu dipangkas dan apa yang masih berada pada batas aman. Hal ini memang gak mudah, tapi jika dibiasakan bisa menyelamatkan banyak pundi-pundi rezekimu.

9. Sulap penghasilan aktif jadi penghasilan pasif

Jika merasa tabunganmu masih sulit membuatmu kaya, saatnya menyulap penghasilan aktif jadi penghasilan pasif. Sisihkan minimal 10 persen dari total penghasilan untuk investasi. Kamu bisa mulai berinvestasi reksadana, obligasi, emas, ataupun saham.

Itulah kiat-kiat yang perlu kamu lakukan jika ingin sukses dan mendulang uang dari kerja freelance. Satu prinsip yang gak kalah penting dari sembilan kiat di atas adalah tidak menganggap sepele waktu istirahat. Walau punya segudang kesibukan sebagai freelancer, kamu harus tidur cukup dan makan yang teratur.

Beberapa pekerjaan freelance punya beban kerja yang cukup tinggi. Sediakan minimal satu hari untuk beristirahat agar tubuh dan pikiran gak burn out dan berujung stres. Gak mau kan, uang yang didapatkan susah payah dipakai buat berobat ke dokter?