Fakta di Balik Sumbangan Rp 151 Miliar Venezuela buat Korban Bencana Palu

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu pada 28 September 2018 lalu telah mengundang banyak pihak untuk memberi bantuan. Gak cuma dari dalam negeri, sumbangan juga berdatangan dari luar negeri. Salah satunya berasal dari Venezuela.

Seperti yang diberitakan banyak media, Venezuela yang dipimpin Presiden Nicolas Maduro memberi sumbangan dengan nilai yang fantastis. Besarnya sumbangan yang diberi Venezuela mencapai US$ 10 juta atau sekitar Rp 151 miliar. Besar juga ya!

Lho, bukannya negara itu lagi krisis ya? Gimana caranya negara krisis bisa kasih sumbangan saat rakyatnya sedang kesusahan? Kabarnya, sumbangan US$ 10 juta yang diberi Venezuela berasal dari dana solidaritas.

Sayang, tidak dijelaskan lebih lanjut soal dana solidaritas tersebut. Belum juga ada keterangan apakah pos dana semacam itu sudah lama dimiliki Venezuela.

Pemberian dana bantuan ini disampaikan Duta Besar Venezuela buat Indonesia Gladys F Urbaneja saat menemui Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang di Gedung DPR RI.

Ternyata di balik kebaikan Venezuela kepada negara-negara yang dilanda bencana, ada beberapa fakta yang menarik buat disorot. Seperti apa? Yuk disimak.

1. Venezuela menyumbang lebih besar daripada Australia

Beberapa hari yang lalu ada pemberitaan kalau Australia memberi sumbangan untuk korban gempa Palu sebesar US$ 5 juta. Sebelumnya, Australia juga telah memberi sumbangan sebesar US$ 500 ribu. Jadi, bisa dibilang total bantuan dari Australia mencapai US$ 5,5 juta atau Rp 83 miliar.

Dibanding dengan bantuan yang bakal diberikan Venezuela, tentunya besaran bantuan dari Australia masih kalah besar. Padahal, kondisi Australia gak seburuk Venezuela lho.

2. Sumbangan Uni Eropa juga masih kalah dengan Venezuela

Uni Eropa pun tergerak melihat akibat gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu. Organisasi yang mewadahi negara-negara Eropa ini memberi sumbangan sebesar 1,5 juta euro atau sekitar Rp 26 miliar.

Nilai sumbangan yang diberikan Uni Eropa jelas masih kalah besar dengan nilai sumbangan Venezuela yang mencapai Rp 151 miliar.

3. Sumbangan dari Korea Selatan juga terbilang kecil

Sumbangan yang diberikan Korea Selatan juga masih kalah besar nilainya. Seperti yang diberitakan, sumbangan dari Korea Selatan mencapai US$ 1 juta atau sekitar Rp 15 miliar.

Gak cuma bantuan uang, Korea Selatan juga berencana membantu langsung dengan menerjunkan tim SAR Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan terus berkonsultasi dengan Pemerintah Indonesia mengenai rencana pengiriman tim SAR ini.

4. Gak sekali, tapi beberapa kali udah memberi bantuan

Venezuela ternyata memberi bantuan gak cuma sekali ini aja lho. Sebelumnya, negara kaya minyak ini juga memberi bantuan ke negara-negara yang membutuhkan. Bahkan, ke negara yang memusuhinya, Venezuela juga memberi bantuan.

Tercatat pada 2005, negara ini pernah membantu Amerika Serikat dengan mengirim berjuta-juta galon minyak. Bantuan ini ditujukan buat membantu warga Amerika Serikat pada musim dingin.

Lebih dari itu, Venezuela pernah menerjunkan tentara, pemadam kebakaran, dan sukarelawan saat badai Katrina melanda wilayah Amerika Serikat. Kemudian, tahun lalu, atau pada 2017, Venezuela memberi bantuan US$ 5 juta sewaktu wilayah Amerika Serikat dilanda badai Harvey.

5. Tahun ini Venezuela menghadapi inflasi yang gila-gilaan

Sejak harga minyak jeblok, kondisi negara yang tadinya baik-baik aja berubah jadi buruk. Asal tahu aja nih. Sebesar 90 persen pendapatan Venezuela bergantung dari minyak. Makanya ketika harga minyak amblas tahun 2014, negara ini terkena dampak negatif.

Imbasnya, kondisi ekonomi memburuk hingga mengakibatkan inflasi di Venezuela tembus hingga 13 ribu persen. Terus, beberapa kebijakan subsidi satu per satu rontok karena negara Amerika Latin ini kekurangan dana. Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi inflasi Venezuela bakal tembus 1 juta persen pada akhir tahun ini.

Nah, itu tadi beberapa fakta mengenai negara Venezuela yang memberi bantuan sekalipun dilanda krisis. Gak nyangka juga ya, kondisinya lebih susah dari Indonesia, tapi masih mau beri bantuan tanpa hitung-hitung. Salut deh! (Editor: Ruben Setiawan)