Elpiji 12 Kg Batal Naik Per 1 Juli

Ada kabar gembira bagi pelanggan elpiji nonsubsidi 12 kg. Rencana PT Pertamina mengerek harga elpiji 12 kg pada 1 Juli mendatang resmi dibatalkan. Meski begitu, kenaikan harga elpiji 12 kg itu tetap membayangi hanya belum dipastikan kapan waktunya.
 
Pertamina menyebut kenaikan harga elpiji 12 kg menjadi keharusan. Perusahaan plat merah itu kepayahan dalam memenuhi kebutuhan gas elpijki dalam negeri. Merujuk pada data survei AC Nielsen, 86 persen konsumen gas elpiji 12 kg adalah golongan mampu. Sementara elpiji 3 kg yang disubsidi digunakan 14 persen. Sedangkan di kawasan pedesaan elpiji 12 kg digunakan hanya 6% dan elpiji 3 kg digunakan 94%. 
 
Fakta inilah yang disodorkan Pertamina agar diluluskan rencana menaikkan harga elpiji 12 kg. Sayangnya, rencana itu diamini pemerintah. Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa meminta Pertamina menunda rencana itu. (*Ref 1)
 
Alhasil, Pertamina harus meredam niatnya menaikkan harga. Pertamina mengakui penundaan kenaikan itu lantaran belum ada restu dari pihak stakeholder yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 
 
Meski begitu, Pertamina tetap menegaskan keniscayaan kenaikan harga elpiji 12 kg. Langkah itu sesuai dengan rencana Pertamia yang menargetkan mencapai harga keekonomian harga elpiji 12 kg di tahun 2016. Apalagi Pertamina mengklaim harga elpiji saat ini sudah tidak seimbang dengan harga elpiji dunia.
 
 
*Ref 1: http://purwakartakab.go.id/news/menko-hatta-sempat-minta-pertamina-tunda-kenaikan-elpiji-12-kg