Dulu Pedagang Asongan Kini Jadi Orang Nomor 3 Jabar. Siapa Dia?

Siapa sangka orang nomor tiga di Jawa Barat, dulunya adalah pedagang asongan. Warga Jawa Barat, khususnya Ciamis, Bandung mungkin udah gak asing lagi dengan sosok ini.

Ia adalah Iwa Karniwa, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat yang mulai menjabat sejak 12 Oktober 2015. Namanya juga pernah masuk penjaringan bakal calon gubernur Jawa Barat dari PDI Perjuangan, pada Oktober 2017 silam.

Iwa juga sempat menjadi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Barat, menggantikan Ahmad Heryawan yang masa jabatannya berakhir pada 13 Juni 2018. Namun, baru lima hari menjabat, Kemendagri menggantikan posisinya dengan Komjen Pol Mochamad Iriawan.

Namun, bukan itu yang kita mau bahas guys. Menduduki posisi tinggi dalam birokrasi pemerintahan daerah, gak banyak yang tahu bahwa masa kecilnya ternyata gak mudah dan penuh perjuangan.

Terus, gimana ia bisa sampai di posisinya sekarang? Yuk, simak kisahnya berikut ini.

Dari pedagang asongan sampai punya depot minyak tanah

pedagang asongan
(Image: Tribun)

Iwa Karniwa bukan berasal dari keluarga berada. Buat bertahan hidup, ia harus cari pemasukan sendiri. Menurut Iwa, diperlukan kerja keras dan kejujuran untuk bisa maju. Apalagi kalau tinggal di kota kecil kayak Ciamis.

Sejak SD, ia telah terbiasa cari duit dengan berdagang. Ia menjajakan es dengan berkeliling ke pelosok kampung. Dari rumahnya, Iwa berjalan hingga 7 Kilometer sampai es dagangannya habis terjual. Saat itu, tepatnya pada tahun 1970, keuntungan yang ia dapat setelah berkeliling berjam-jam hanya sebesar 15 perak.

Pekerjaan tersebut ia lakukan sampai SMA. Ia pun sempat beralih profesi menjadi pedagang asongan. Setelahnya, Iwa ganti profesi penjual minyak tanah.

Anak 90-an mungkin masih ingat dengan para pedagang minyak tanah yang menjajakan jualannya menggunakan gerobak dan keliling berjalan kaki. Kira-kira, seperti itulah yang dilakukan Iwa saat remaja.

Dari keuntungan yang ia kumpulkan, akhirnya Iwa memiliki depot sendiri. Ia pun gak perlu keliling kampung lagi.

Berhasil beli Adidas asli

pedagang asongan
(Image: kabar24.bisnis)

Pada saat itu, kondisi keuangan keluarganya jauh dari kata mapan. Untuk makan pagi, mereka gak punya pilihan selain olahan singkong. Namun, penghasilan Iwa remaja dari berdagang minyak tanah di depotnya ternyata lumayan juga. Ia mampu membiayai uang sekolahnya serta membantu keluarganya.

Dari hasil menabungkan penghasilan, Iwa berhasil membeli sepatu sendiri, bermerek Adidas. Menurut Iwa, saat itu memakai sepatu Adidas original aja udah bikin dia jadi pusat perhatian seluruh teman-temannya di sekolah. Katanya, rasanya persis kayak jadi artis.

 

Melanjutkan pendidikan di D3 STAN sampai S3

pedagang asongan
(Image: YouTube)

Usai SMA, Iwa kuliah di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) jurusan Akuntansi dan lulus pada 1986. Hebatnya, ia membiayai kuliahnya pakai uang sendiri. Setelahnya, ia melanjutkan pendidikan di S1 Universitas Padjajaran (Unpad) jurusan Ekonomi Akuntansi dan lulus pada 1996.

Belum merasa cukup, Iwa segera lanjut ke jenjang S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) IPWI jurusan Manajemen Keuangan dan lulus dua tahun kemudian. Haus ilmu, pada 2016 lalu, Iwa berhasil menyabet gelar Doktor dari jurusan Manajemen Bisnis di Unpad.

Perjalanan karier Iwa, dari nol hingga jadi sekda

Lulus jenjang D3 pada 1985, Iwa mengawali karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia menjadi Ajun PKP Muda selama kurang lebih 5 tahun. Setelahnya, ia menjadi auditor ahli muda BPKP.

Setelah pemekaran Kota Administratif (Kotif) Cimahi menjadi Kota Cimahi, Iwa menjabat sebagai Kepala Sub Dinas P20. Hanya dalam 3 bulan, kariernya menanjak sebagai Kepala Dinas Pendapatan Cimahi.  

pedagang asongan
(Image: ayobandung)

Empat tahun kemudian, pada 2006, Iwa pindah dan menjadi auditor Bawasda Jabar. Setelah 1,3 tahun menjabat, Gubernur Ahmad Heryawan memintanya menjadi Kepala Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPMPD) Jabar menggantikan Herry Hudaya.

Pada 2010, ia sempat menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Jabar sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah. Kariernya makin melejit setelah dilantik sebagai Asisten Administrasi Setda Jabar.

Pada Maret 2015, Sekda Jabar  Wawan Ridwan meninggal dunia. Pemerintah pun melakukan lelang jabatan Sekda Jabar untuk mengisi posisi Wawan yang telah kosong. Iwa mendaftar lowongan tersebut bersama 14 kandidat lain. Akhirnya, ia terpilih sebagai Sekda Jabar melalui Keputusan Presiden Joko Widodo.

Pada Juni tahun ini, Iwa dilantik sebagai Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Jawa Barat untuk mengisi kekosongan kepala daerah dan wakil kepala daerah selepas peninggalan Aher.

 

Rahasia kesuksesan Iwa

Menurut Iwa, keberhasilan yang ia capai gak lepas dari doa orangtuanya. Ia berpesan kepada siapa pun yang ingin meraih kesuksesan, sering-seringlah meminta doa dari ibu dan ayah. Pesan yang Iwa dapatkan dari gurunya ini, ia praktikkan sambil mengusap kaki sang ibu.

Kekuatan doa memang luar biasa yah. Buktinya, Iwa yang dahulu pedagang asongan, kini menjadi orang nomor 3 Jawa Barat. Tentunya, semua disertai dengan kerja keras dan kepiawaian Iwa dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Mau meniru kesuksesan Iwa? Buru-buru deh datangi ibu dan bapak, lalu minta doa mereka. Tapi, jangan lupa kerja keras ya!