Duit Rp 20 Juta Bisa Melayang Kalau Salah Pilih Oli Mobil Lho

Memilih oli mobil jelas gak bisa dilakukan sembarangan. Karena ketika menggunakan oli yang gak sesuai standar, maka bakal timbul masalah yang cukup serius di mesin mobilmu.

Itulah sebabnya para produsen mobil selalu mewanti-wanti konsumen buat menggunakan oli dengan spesifikasi yang tertera di buku manual.

Mereka juga biasanya menetapkan kebijakan buat menghanguskan garansi mobil pelanggannya jika menggunakan oli selain yang mereka rekomendasikan. Intinya, produsen mobil juga gak pengin ambil risiko karena perkara salah pilih oli.

Selain menggunakan buku manual, kamu juga bisa memilih oli yang tepat berdasarkan usia mobil. Makin tua mobil oli yang dipakai harus makin kental.

Berdasarkan jenis atau bahan bakunya, oli itu dibagi tiga: mineral, semi-sintetik, dan sintetik. Yang termahal dan berkualitas jelas yang sintetik.

Emang segitu pentingnya ya pilih oli mobil yang pas? Apa sih sebetulnya masalahnya? Yuk kita simak!

1. Boros bensin

oli mobil
Sering minum bensin lama-lama kantongmu cekak juga (Pixabay)

Salah pakai oli mobil jelas bisa bikin bensin boros. Kok bisa?

Ilustrasinya begini: anggap aja mobilmu adalah mobil baru yang komponen di dalam mesin rapat-rapat atau presisi. Kamu jelas membutuhkan oli yang encer biar. Buat apa? Biar oli bisa masuk ke sela-sela mesin dan memberi pelumasan secara maksimal.

Apa jadinya jika kamu pilih oli yang kental? Proses pelumasan gak bakal berjalan dengan baik karena oli gak melumasi seluruh bagian mobil. Mesin juga bakal susah bergerak karena olinya kelewat kental. Otomatis, bensin juga jadi boros dan mobil jadi loyo.

Sebaliknya, jika mobilmu adalah mobil lawas yang kerapatan komponennya udah renggang, gunakanlah oli kental. Jangan gunakan oli encer karena hal itu malah bakal bikin oli cepat menguap.

2. Temperatur mobil bisa kacau

oli mobil
Olinya pas, tenaganya pun sedap (Pixabay)

Oli mobil yang pas tentu bakal menstabilkan temperatur mobil. Mungkin kamu bakal bertanya, gimana caranya oli bekerja menstabilkan temperatur?

Baiklah, sekarang coba bayangkan sebuah mesin lagi bergerak. Tentu ada gesekan yang muncul, bukan? Gesekan itu jelas bakal menghasilkan panas hingga lebih dari 1.000 derajat celcius.

Ketika itu tugas oli buat mendinginkan panas. Oli juga bakal bekerja memindahkan panas yang terjadi di ruang bakar atau silinder menuju daerah mesin yang lebih dingin.

Ketika kamu asal-asalan memilih oli, maka proses penstabilan temperatur itu bakal terganggu. Mobil pun bisa mengalami overheat.

Kalau cuma kerusakan komponen seperti silinder atau piston, mungkin bisa diperbaiki dengan ongkos Rp 300 hingga Rp 700 ribu aja. Tapi kalau udah ada kerusakan parah di blok mesin, biaya perbaikannya bisa mencapai Rp 10 hingga Rp 20 jutaan.

3. Mesin kotor dan timbul korosi

oli mobil
Kalau mau terawat ya pakai oli yang tepat (Pixabay)

Fungsi lain oli mobil adalah menjaga kebersihan mesin. Kok bisa?

Jelas bisa, wong di dalam oli itu ada deterjennya. Yang namanya deterjen ya tugasnya membersihkan noda yang membandel. Di mesin pun banyak banget kotoran bandel yang masuk saat mobil melaju.

Itulah sebabnya, jangan asal-asalan dalam memilih oli. Pelumas murah tentu kandungan deterjen dan aditif lainnya juga meragukan.

So, itulah tiga kerugian utama yang bisa bikin kantongmu jebol cuma karena salah pilih oli mobil.

Kalau dipikir-pikir, oli mobil yang berkualitas emang gak murah, apalagi kalau merek terkenal. Buat yang semi sintetik aja berkisar antara Rp 400 ribuan. Kamu harus keluarkan uang sebanyak ini secara reguler tiap mobil udah menempuh jarak tempuh lima ribu kilometer.

Ada sih yang murah, tapi konsekuensinya ya itu tadi, kualitasnya gak terjamin.

Oleh karena itu, sebaiknya sih beli aja oli mobil yang emang laris di pasaran atau yang direkomendasikan bengkel umum. Gak bakal rugi kok!