Duh, Libur Lebaran Ditambah Malah Bikin Tekor Lho

Setelah sempat dievaluasi, keputusan menambah libur Lebaran 2018 menjadi 11-20 Juni dipertahankan. Kebijakan itu memicu reaksi pro dan kontra di tengah masyarakat.

Sekilas memang libur itu menyenangkan. Apalagi libur yang panjang.

Namun ada risiko finansial yang ditimbulkan dari makin panjangnya cuti bersama Lebaran 2018 itu. Buat dunia usaha, jelas pengaruhnya.

Rencana produksi hingga distribusi bisa terganggu karena sudah ditetapkan sejak jauh hari. Karena itulah yang paling getol memprotes libur Lebaran ini adalah kalangan pengusaha.

Meski begitu, dari sisi pegawai, penambahan cuti bersama ini juga bisa merugikan. Risiko yang dihadapi adalah tekor karena pengeluaran bertambah.

Bagaimana ceritanya kok libur malah bisa bikin boros? Berikut ini kita bahas bersama.

1. Efek domino

Seperti disinggung sedikit di atas, penambahan cuti bersama libur Lebaran membuat jadwal produksi dan distribusi komoditas terganggu. Hal itu menimbulkan efek domino.

libur-lebaran
Niatnya bagus, buat cegah macet. Tapi dampaknya bisa bikin tekor (translogtoday.com)

Pertama, tak ada komoditas yang didistribusikan saat libur. Kedua, tak adanya distribusi membuat pasokan di pasar menjadi langka. Ketiga, kelangkaan menyebabkan harga komoditas yang ada meningkat.

Artinya, ada risiko beberapa komoditas tertentu jadi mahal harganya karena pasokan terbatas. Yang kena dampak bukan hanya pengusaha, tapi juga masyarakat umum seperti kita-kita.

2. Konsumsi bertambah

Ada kecenderungan konsumsi bertambah ketika dalam masa liburan. Sebab, lebih banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk beragam hal, termasuk beli, makan, dan minum ini-itu.

Dari tahun ke tahun, media selalu memberitakan naiknya konsumsi masyarakat saat Ramadan hingga seusai Lebaran. Bank Indonesia pun sudah memprediksi libur Lebaran 2018 akan menggenjot konsumsi masyarakat.

Di satu sisi, naiknya konsumsi bisa membuat perekonomian negara tumbuh. Tapi di sisi lain pengeluaran individu masyarakat meningkat.

libur-lebaran
Godaan belanja bakal lebih besar ketika waktu senggang lebih banyak (twitter)

Makin lama libur, makin banyak konsumsi masyarakat. Tapi bila pengeluaran tak dikontrol, kantong bisa jebol.

Apalagi jika ada rencana mudik ke kampung. Pengeluaran selama di kampung bisa membengkak karena saking banyaknya waktu senggang.

Misalnya dari awalnya mau liburan ke satu tempat jadi ke dua tempat karena ada waktu. Otomatis ongkos yang mesti disiapkan pun bertambah.

3. Tunjangan dipotong

Khusus buat pegawai swasta, bertambahnya cuti bersama Lebaran membuat jatah cuti tahunan terpotong lebih banyak. Pegawai negeri lebih enak karena jatah cuti masih utuh meski lama liburnya.

Dampak dipotongnya jatah cuti adalah kelak mesti minta izin jika ada halangan masuk kerja. Di beberapa perusahaan, bila seorang pegawai izin tak masuk kerja, tunjangan untuk hari itu dipotong.

Tunjangan itu antara lain makan dan transportasi. Alasannya adalah pegawai yang izin tak memerlukan ongkos tersebut karena tak masuk kerja.

Coba cek aturan di kantormu. Apakah ada poin di atas? Jika ada, siap-siap hadapi risiko tunjangan dipotong gara-gara cuti bersama yang sangat lama alias so long.

4. Bonus turun

libur-lebaran
Bisa lebih lama berwisata, tapi duit juga keluar lebih banyak (tempo.co)

Eits, jangan salah sangka dulu. Bonus yang turun di sini bukan berarti cair ke rekening pegawai, melainkan nilainya yang turun.

Apa hubungan lamanya cuti bersama dengan bonus? Begini. Ketika libur terlalu banyak, produktivitas kantor otomatis berkurang.

Hal itu dalam jangka panjang bisa membuat potensi laba terpengaruh. Ujungnya, karena laba lebih sedikit, bonus pun mengikuti.

Namun kasus ini belum pasti. Soalnya faktor yang mempengaruhi laba bukan cuma masa libur Lebaran. Tapi yang jelas lamanya libur berpengaruh ke produktivitas yang akhirnya berdampak pada potensi laba perusahaan.

Kebijakan cuti bersama Lebaran 2018 sudah diteken. Artinya, risiko tekor di atas mesti dihadapi. Kita bisa mulai merancang strategi demi mengurangi potensi pemborosan yang ada.

Misalnya patok bujet maksimal untuk mudik di kampung. Tak boleh melewati batas pengeluaran tersebut agar keuangan terjaga.