Dicari KPK, Nih 5 Fakta Sjamsul Nursalim yang Makin Tajir Aja

Nama Sjamsul Nursalim kembali muncul di media pada April 2018. Pria itu dan istrinya diduga menjadi saksi kunci kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) terhadap penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Sjamsul dikabarkan menetap di Singapura. Saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK masih membujuknya untuk pulang ke Indonesia. Pasalnya, sudah berkali-kali Sjamsul dan istrinya mangkir dari penyelidikan KPK.

Terlepas dari kasus tersebut, pria ini merupakan salah satu taipan Indonesia yang cukup terkenal di era Orde Baru. Bisnisnya pun hingga saat ini masih kuat lho.

Sejatinya, ada lima fakta soal Sjamsul Nursalim. Penasaran dengan fakta-fakta orang tajir yang saat ini diburu KPK itu? Berikut ulasannya.

1. Pendiri sekaligus pemilik GT Radial

sjamsul nursalim
Ban GT Radial (Henry Sudarman/Flickr)

Kamu tentu familiar dong sama ban merek GT Radial? Sjamsul Nursalim adalah pendiri dan pemilik PT Gajah Tunggal Tbk.

PT Gajah Tunggal Tbk memang merupakan produsen ban terbesar di Asia Tenggara yang produknya sudah mendunia. Ban GT Radial gak hanya diekspor ke negara tetangga, melainkan juga sudah dijual di Amerika Serikat.

Menariknya nih, GT Radial hampir gak pernah absen soal mensponsori gelaran-gelaran balap di Sirkuit Sentul. Jangankan di Sirkuit Sentul, mereka juga pernah jadi official tire supplier di Formula Drift Asia. Apapun balapnya, hampir pasti ada logo GT Radial di sana.

Cerita keberhasilan GT Radial itu sendiri memang membanggakan. Ya bayangin aja, produk otomotif dalam negeri tapi bisa mendunia gitu lho.

2. Pendiri Mitra Adiperkasa alias MAP

Tahu Starbucks, Zara, Sogo, Burgerking, Planet Sports, Alun-Alun Indonesia, dan sebagainya? Brand-brand itu dikelola dan berada di bawah PT Mitra Adiperkasa, Tbk lho.

Sebagai sebuah perusahaan ritel, MAP tergolong cukup kuat eksistensinya. Dan ternyata, perusahaan itu dirintis oleh Sjamsul Nursalim dan keponakannya, Boyke Gozali pada 1995 silam.

Setiap tahun, perkembangan MAP bisa dibilang cukup pesat hingga akhirnya mereka melantai di bursa pada 2004. Mereka punya lebih dari 2 ribu gerai ritel dari beragam kategori, ada makanan dan minuman, fashion, olahraga, hingga department store.

3. Masuk ke daftar orang terkaya di Indonesia

sjamsul nursalim
RUPS PT MAP (Swa)

Namanya juga taipan, ya jelas saja masuk ke daftar orang terkaya di Tanah Air. Ada yang unik nih dari fakta kekayaan Sjamsul Nursalim.

Walau dia didera kasus korupsi, dia tetap aja tajir, dan malah kekayaannya justru meningkat!

Berdasarkan laporan dari Forbes pada 2017, Sjamsul yang dulu duduk di peringkat 45 orang terkaya di Indonesia kini duduk di urutan 36. Total kekayaan yang dia miliki adalah US$ 830 juta atau setara dengan Rp 11,96 triliun.

4. Punya saham di perusahaan properti di Singapura

Pria yang memiliki nama asli Liem Tek Siong ini juga punya saham di salah satu perusahaan real estate Singapura. Perusahaan itu bernama Tuan Sing Holdings dan pemimpinnya adalah putra Sjamsul yaitu, William Nursalim yang bertindak selaku CEO dan Executive Director.

Perusahaan ini didirikan pada 1969 silam dan sudah melantai di bursa saham Singapura pada tahun 1973. Selain jadi pengembang properti, Tuan Sing juga cukup aktif dalam proyek pembangunan hotel.

Sejauh ini, Tuan Sing sudah punya 60 anak perusahaan yang tersebar di Asia Tenggara, Cina, dan Australia. Pantesan aja kekayaannya gak habis-habis ya.

5. Pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI)

sjamsul nursalim
Apa gak was-was terus ya kalau dicari-cari sama KPK (Atmo Koo/Flickr)

Untuk sektor perbankan, Sjamsul Nursalim merupakan pemilik dari Bank Dagang Nasional Indonesia. Nah, kasus BLBI itu juga berkaitan dengan BDNI lho.

Konon kabarnya, diduga ada kongkalikong yang dilakukan Sjamsul dan Mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad dari kucuran BLBI ke BDNI.

Jadi ceritanya begini, status BDNI sudah dinyatakan bank beku operasi (BBO), tapi dia justru dapat kucuran Rp 37 triliun. Kucuran itu kabarnya terdiri atas fasilitas surat berharga pasar uang khusus, fasilitas saldo debet, dan dana talangan valas. Selain itu, ada pula dana BLBI ke BDNI sebesar Rp 5,4 triliun yang berupa saldo debet dan bunga fasilitas saldo debet.

Tapi BDNI justru gak memanfaatkan dana itu dengan semestinya, dan BPPN, yang saat itu diketuai Glenn MS menyatakan BDNI sebagai bank yang melakukan pelanggaran hukum. BPPN pun mewajibkan BDNI mengembalikan apa yang jadi kewajibannya. Tapi, Sjamsul terus mangkir.

Sampai akhirnya, ketika BPPN berganti pimpinan menjadi Syafruddin Arsyad, Sjamsul akhirnya dapat ‘angin segar’. Diduga kongkalikong dengan Sjamsul, Syafruddin justru memberikan surat keterangan lunas (SKL). Itulah yang jadi masalah. Hak tagih negara pada Sjamsul pun jadi hilang dan sekarang dia juga gak ada di Indonesia.

Seperti itulah fakta-fakta kekayaan Sjamsul Nursalim yang saat ini masih dicari KPK. Di samping adanya keberhasilan bisnis yang patut diapresiasi, dia juga meninggalkan catatan hitam di dunia perbankan Indonesia..

Gak enak dong ya kalau harus hidup seperti itu. Penginnya sih kalau sudah kaya ya hidup tenang saja, dan bisnis lancar. Betul gak?