Di Indonesia Digaji Minim, 5 Pekerjaan Ini Dibayar Tinggi di Luar Negeri

Coba sebut, apa aja pekerjaan dengan gaji kecil di Indonesia?

Umumnya, pekerjaan-pekerjaan tersebut gak memerlukan latar belakang pendidikan khusus. Tapi, membutuhkan kerja keras dan juga skill dalam bidangnya. Sayangnya, sekalipun gak mudah dilakukan, upah yang diberikan tetap terbilang minim.

Meski begitu, hal ini nyatanya gak berlaku di beberapa negara lain di dunia. Beda dengan di Indonesia, 5 pekerjaan yang identik dengan gaji kecil ini justru memberikan penghasilan lumayan buat pekerjanya. Mau tahu apa aja pekerjaannya? Simak deh daftar berikut.

1. Asisten Rumah tangga (ART)

gaji kecil
(Image: sibabysitter)

Udah gak heran kalau masyarakat Indonesia berbondong-bondong jadi TKI dan bekerja sebagai asisten rumah tangga. Jelas aja, penghasilan seorang asisten rumah tangga di luar negeri bisa berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding di Indonesia.

Di Jakarta, gaji ART berada pada kisaran Rp 1,5 – 2,5 juta. Angka tersebut bisa jauh lebih rendah di daerah selain kota-kota besar. Padahal, jika menengok ke Inggris, upah standar nasional Inggris sekitar 1.152 poundsterling atau setara dengan Rp 21 juta. Bahkan ada ART asal Indonesia di Inggris yang digaji Rp 35 juta sebulan lho.

2. Perawat Lansia

gaji kecil
(Image: harnas)

Perawat lansia bukan sekadar mendampingi dan membantu lansia beraktivitas sehari-hari. Mereka juga bertanggung jawab atas kebersihan dan makanan yang dikonsumsi lansia tiap saat. Selain itu, mereka juga menjaga kesehatan, termasuk melakukan pemeriksaan tanda vital seperti tensi dan tekanan darah.

Pekerjaan ini tentu bukan hal yang mudah. Meski begitu, di Indonesia, gaji yang mereka terima seringkali di bawah atau sekitaran UMR. Rata-rata gaji perawat lansia berada pada kisaran Rp 2,5 – 4 juta.

Sementara di Jepang, perawat lansia asal Indonesia yang telah lulus ujian nasional perawat dan memiliki sertifikat bisa mendapatkan gaji sekitar Rp 21-30 juta per bulan.

3. Petugas Kebersihan

gaji kecil
(Image: tribunnews)

Petugas kebersihan alias pasukan oranye telah mendapat kenaikan upah di tahun ini hingga melebihi UMR atau sekitar Rp 3,8 juta. Meski ini sudah lumayan dibanding tahun-tahun sebelumnya, jika dibandingkan dengan petugas kebersihan di luar negeri, angka tersebut jadi gak ada apa-apanya.

Contohnya, di Amerika, pasukan oranye bisa mendapatkan sekitar Rp 500 juta-1,47 miliar setahun atau mulai dari Rp 41 juta per bulan. Wow.

4.Tukang ledeng

gaji kecil
(Image: tribunnews)

Profesi tukang pipa alias tukang ledeng sering dipandang sebelah mata. Gajinya pun gak seberapa. Upahnya gak menentu tergantung banyaknya panggilan. Umumnya, upah yang dibayarkan sekitar Rp 100 – 200 ribu per hari.

Beda banget nih sama cerita tukang pipa di London yang gajinya ngalahin PM Inggris. Si tukang pipa, Stephen Fry dibayar Rp 4 miliar per tahun atau Rp 300an juta per bulan, sementara PM Inggris hanya dibayar Rp 2,8 miliar per tahun. Pasalnya, di Inggris tukang pipa sangat sedikit sehingga upahnya melambung tinggi.

5. Jurnalis

gaji kecil
(Image: tribunnews)

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta telah menetapkan upah jurnalis pemula tahun 2018 seharusnya mencapai Rp 7,96 juta. Meski begitu, faktanya masih ada media yang menggaji jurnalis pada kisaran Rp 3,5 – 6 juta. Bahkan masih ada yang digaji di bawah UMP DKI.

Padahal, di Jepang, gaji jurnalis atau wartawan gak main-main: 5,5 juta Yen atau setara dengan Rp 704 juta per tahun atau sekitar Rp 58 juta per bulan.

Itulah pekerjaan bergaji kecil di Indonesia yang punya bayaran tinggi di negara lain. Eh, tapi kan wajar aja gaji di luar negeri tinggi, wong biaya hidupnya juga berkali-kali lipat lebih tinggi dibanding Indonesia. Betul gak?

Nah, biar fair, coba kita bandingkan pekerjaan di atas dengan upah minimum di negara tersebut.

Misalnya nih, upah minimum di Jepang pada 2018 sekitar 325.000 yen atau sekitar Rp 41,5 juta per bulan. Artinya, profesi jurnalis yang digaji sampai Rp 58 juta per bulan memang dibayar di atas upah minimum di sana. Sementara buat perawat lansia di Jepang, bayarannya memang tampak gede banget buat kita. Tapi ternyata masih di bawah upah minimum Jepang.

Gimana menurutmu?