Dengan Cara Ini Ternyata Uang Bisa Membeli Kebahagiaan, Coba Renungkan Deh

Money can’t buy you happiness. Begitu kata pepatah orang Jawa, eh, Barat sana. Duit gak bisa membeli kebahagiaan.

Aaah, sirik aja itu yang bikin pepatah. Gak punya duit kali, jadi sok-sok bijak.

Sayangnya, pepatah itu ada benarnya. Itu menurut sederet riset akademis yang dihimpun media Inggris, Guardian.  Hasil riset terbelah, ada yang bilang uang bisa membeli kebahagiaan, ada yang sebaliknya.

Soal uang bisa bikin bahagia, ya, tapi hanya pada level tertentu. Selebihnya, justru muncul kegelisahan.

Salah satu penyebab munculnya kegelisahan adalah pikiran untuk mempertahankan gundukan uang itu. Gimana kalau duit sebanyak ini hilang, habis?

Begitu kira-kira. Jadi, pengaturan keuangan itu dinilai sangatlah penting dalam kaitannya dengan merawat kekayaan.

[Baca: Coba Cek, 15 Kebiasaan untuk Mengatur Keuangan Pribadi yang Baik Ini Udah Kamu Lakuin Belum?]

Lalu apa yang bisa bikin bahagia? Ternyata, mengolah uang tersebut yang berkontribusi besar terhadap kegembiraan orang.

Bahkan, yang paling membahagiakan adalah menyumbangkan uang itu untuk amal. Ini seperti yang diungkapkan penulis sekaligus associate professor bidang psikologi di University of British Columbia, Elizabeth Dunn.

 

uang bisa membeli kebahagiaan
Renang di gundukan uang kayak Paman Gober tapi hidup gak tenang. Hayoo pilih mana?

Menurut hasil penelitiannya, punya duit segunung belum tentu membuat orang bahagia. Yang membahagiakan justru memberikan sesuatu kepada orang lain dari kekayaan kita.

Miliuner terkenal Warren Buffet malah bilang orang-orang kaya seharusnya menyumbangkan 99 persen kekayaannya kepada mereka yang tak mampu, seperti dia. Itu membuatnya sangat bahagia. Gila, kan?

Gak juga. Sebab, ya itu tadi. Uang gak bisa menjamin kebahagiaan. Dia malah bahagia karena melihat orang lain bahagia atas pemberiannya.

Ya, uang yang menumpuk memang membahagiakan buat sejumlah orang. Tapi sebagian lainnya tidak.

Bagi Warren Buffet, ada yang lebih bisa bikin bahagia daripada sekadar punya uang banyak. Selain menyumbang buat orang lain, berikut ini 2 hal yang bisa bikin bahagia:

 

1. Kerjakan yang kita sukai

Menurut Buffet, pekerjaan yang gak kita sukai hanya akan mendatangkan malapetaka. Mungkin pekerjaan itu mendatangkan banyak uang.

Tapi tiap hari kita harus menghadapi hal yang gak bikin hati hepi. Seperti tersiksa.

Mungkin ada yang bilang, “Itu yang namanya pengorbanan.” Mau gitu mengorbankan kebahagiaan demi uang?

 

uang bisa membeli kebahagiaan
Menikmati pekerjaan atau memilih gaji besar? Itu ada di tanganmu

Pekerjaan berdasarkan hobi bisa menjadi jalan meraih kebahagiaan.  Gak mungkin dong punya hobi yang gak bikin senang hati.

[Baca: Jangan Cuma Buat Isi Waktu, Ini Cara Memanfaatkan Hobi Buat Menambah Pundi-Pundi]

 

2. Investasi dengan suka cita

Berinvestasilah dengan hati gembira, bukan terpaksa maupun terburu nafsu. Ini yang direkomendasikan Mbah Buffet.

Kalau memang kita belum tahu seluk beluk reksa dana, misalnya, gak perlu memaksakan diri berinvestasi ke sana. Apalagi kalau hanya tergiur rayuan hasil investasi semata.

Bisa-bisa malah duit lari entah ke mana. Sebagai pemula, investasi yang simpel-simpel dulu tak apa. Jika mau ke reksa dana, pergilah ke perusahaan manajer investasi terpercaya yang siap membantu investor pemula.

[Baca: Belajar Investasi di Reksa Dana untuk Pemula: Gak Ribet, Gak Bikin Pusing]

Yang harus menjadi catatan: investasi di sini bukan hanya soal nanam duit untuk mendapatkan keuntungan material. Menyumbang buat orang lain pun termasuk investasi!

Bedanya, sumbangan ini memberikan hasil investasi berupa kepuasan batin. Hayo, ngaku, pasti puas setelah memberikan sumbangan dengan sukarela. Kalau terpaksa ya bakal uring-uringan.

Dari penjelasan di atas, uang bisa menjadi sumber kebahagiaan. Tapi bisa pula mencegah kita meraih kebahagiaan.

Semuanya bergantung pada kita sendiri selaku individu yang menjalani hidup. Yang jelas, kalau punya banyak uang belum tentu bebas dari utang.

 

uang bisa membeli kebahagiaan
Beramal itu bikin hati plong, jangan pernah takut kalau dompetmu bolong

Ada lho, orang yang duitnya segepok tapi “gak sengaja” numpuk utang. Misalnya bayar kartu kredit hanya jumlah minimalnya. Itu sama saja menunda bencana.

Dari bulan ke bulan mungkin masih bisa ha-ha-hi-hi gesek sana gesek sini. Tapi, saat tiba waktunya tagihan numpuk, sirna deh kebahagiaan itu ditelan jurang utang.

[Baca: Kebiasaan Bayar Minimum Tagihan Kartu Kredit Bisa Bikin Celaka]

 

 

Image credit:

  • https://maxheartwood.files.wordpress.com/2013/07/d-duck.jpg
  • http://celotehwanita.com/wp-content/uploads/2015/05/Happy-at-work.jpg
  • http://1.bp.blogspot.com/-WOdX3zXdgXE/UkAT9jayRWI/AAAAAAAABXQ/_dq3dfUrGf8/s1600/khutbah_jumat_ikhlas_berama.jpg