Deg-degan Mau Membuat Kartu Kredit Pertama Kali? Jangan Khawatir, Ini Tata Caranya

Apakah kamu karyawan baru lulus kuliah dan ingin membuat kartu kredit pertama? Atau kamu sudah cukup lama bekerja dan sudah merasa butuh atau mampu memiliki. Lalu kamu berencana mengajukan aplikasi ke bank?

 

Eits, tunggu dulu. Sudah tahu, kalau apply kartu kredit pertama biasanya diminta untuk sudah memiliki kartu kredit lain terlebih dahulu?

 

Bank memberikan persyaratan ‘musti punya kartu kredit’ supaya mereka bisa verifikasi riwayat kreditmu. Dengan begitu mereka bisa menimbang-nimbang apakah keuanganmu terjamin, kamu suka telat bayar tagihan, dan sebagainya. Intinya, mereka akan ‘menilai’ kamu melalui sejarah penggunaan kartu kreditmu.

 

Ga perlu khawatir. Masih ada bank-bank penerbit yang ‘baik’ dan menyediakan kartu kredit pertama. [Baca: Apply Kartu Kredit Pertama Kali Karena Belum Pernah Punya, Coba 4 Bank Ini]

 

Cara membuatnya pun ga seribet yang kamu bayangkan. Meskipun memang tidak semudah bagi yang sudah memiliki kartu kredit, tapi bukan berarti tidak mungkin, kan?

 

1. Penuhi Persyaratan 

Well, yang ini harusnya sudah jelas ya. Mau kartu kredit pertama atau bukan, tetap ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, tergantung dari bank penerbit kartu kredit mana yang mau incar.

 

citiform

 

 

Karena ini sebuah hal yang besar, baca semua seluk beluk yang perlu kamu pahami mengenai kartu kredit. [Baca : Seluk beluk kartu kredit yang wajib diketahui konsumen]

 

Umumnya, ini beberapa persyaratan yang diminta oleh bank :

 

– Berusia minimal 21 tahun

– Memiliki penghasilan minimal Rp. 3.000.000 / bulan

– Slip gaji atau Surat Keterangan Perusahaan (SKP)

 

2. Persiapan Lahir Batin Untuk Memegang Kartu Kredit Pertamamu

Cuma karena kamu sudah cukup tua dan berpenghasilan memadai untuk membuat kartu kredit, bukan berarti kamu sudah siap pegang. Jangan lupa kalau cara kerja kartu kredit pada dasarnya adalah utang, dan utang harus dibayar.

 

Tahu sendiri kan cerita-cerita ‘horor’ yang beredar soal kejar-kejaran pemegang kartu kredit dengan debt collector? Sayangnya, cerita tersebut ga selucu film kartun. [Baca : Bukan jamannya lagi takut sama kartu kredit, coba kenalan dulu deh]

 

Pemahaman soal debt collector atau bank rakus dan jahat itu sebenarnya harus diubah. Kejadian-kejadian buruk tersebut soal ‘penagihan’ itu ga melulu salah bank.

 

Biasanya, justru pemegang kartu kredit tersebut yang tidak bertanggungjawab untuk membayar utangnya. Yang lebih nyesek lagi, penggunanya tidak paham cara menggunakan atau menutup kartu kreditnya dengan benar.

 

[Baca:Dilarang Keras Menutup Kartu Kredit Sembarangan, Perhatikan 7 Poin Penting Ini!]

 

Lagipula, Bank Indonesia sudah membuat peraturan yang meregulasi kerja para penagih utang ini. Misalnya, tidak boleh menagih dengan kekerasan ataupun teror.

 

3. Amankan Masa Lalumu 

Bukan, ini bukan ngebahas kamu dan hubunganmu yang kandas ditengah jalan itu. Tapi kalau mau meratap dulu, silahkan. Ditungguin kok, kita ga kemana-kemana.

 

depressed-man-at-the-lake (1)

 

 

Tapi eniweiz, yang dimaksud masa lalu ini adalah riwayat keuanganmu. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bank butuh memeriksa riwayat keuanganmu sebelum mereka mempertimbangkan untuk menyetujui maupun menolak permohonan kartu kreditmu.

 

Kalau kamu belum punya kartu kredit, bukan berarti kamu selamat dari hal ini. Pastikan kamu tidak pernah mengalami kredit macet, alias selalu membayar pinjaman dengan lancar.

 

Rekening bank bukan satu-satunya hal yang bisa diperiksa bank. Melalui Bank Indonesia, bank bisa memeriksa apakah kamu pernah nyicil gadget atau motor lewat leasing atau lembaga financing. Kalau mereka tahu kamu pernah ga bisa bayar atau kabur, ga bakalan diterima permohonanmu.

 

[Baca : Aplikasi kredit sering ditolak? Coba cek status blacklist BI kamu]

 

4. Pilih Kartu Kreditmu 

Setelah semua persyaratan terpenuhi dan semua persiapan dilakukan, maka kamu tinggal mencari kartu kredit yang tepat. Dengan puluhan opsi yang tersedia, mungkin kamu bingung mau pilih yang mana.

 

Sekedar saran simpel, kamu bisa coba di bank yang kamu sudah punya rekening di dalamnya. Biasanya membantu karena mereka sudah punya data sejarah keuanganmu.

 kartu kredit bca

 

 

Dan kamu juga bisa coba apply online via DuitPintar.com. Kamu bahkan ga perlu berdiri dari tempat dudukmu. Buka webnya, isi formulirnya, dan kamu akan dihubungi oleh customer service mengenai aplikasimu. Gampang kan?

 

Cari yang kriterianya cocok dengan keuanganmu, dan lebih penting lagi tidak mensyaratkan musti punya kartu kredit lain, seperti kartu BII White Card, yang memang ditujukan untuk para first jobbers.

 

Alternatifnya, kamu juga bisa hubungi customer service ke bank yang bersangkutan, dan tanya apakah mereka punya program kartu kredit yang memang diperuntukkan untuk orang dengan track record keuangan yang minim. Usaha sedikit yaaa.

 

[Baca : Kartu Kredit Yang Paling Bagus Itu Tergantung Kebiasaan Kita Sendiri]

 

 

Pilihanmu soal brand kartu kredit mungkin sangat terbatas sebagai calon pengguna kartu kredit. Tapi bukan berarti mustahil.

 

Nanti kalau sudah dapat kartu kredit pertama, gunakan dengan bijak. Setelah satu tahun, kamu pun bisa apply kartu kredit lainnya jika sesuai ketentuan yang berlaku. Kan lumayan, peluang mendapatkan promo kartu kredit makin beragam.

 

 

Image credit:

  • http://img.docstoccdn.com/thumb/orig/122477343.png
  • http://soulmagazine.org/wp-content/uploads/2013/10/depressed-man-at-the-lake.jpg
  • http://www.bca.co.id/include/images/content/id/individual/produk_dan_layanan/credit-card/images/kartu.png