Daripada Beli Barang KW, Mending Beli yang Bekas tapi Asli

“Harganya masih bisa nego lagi gak? Udah tanggal tua nih, kurangin lagi deh Rp 100.000 ya,” ujar Dani saat menawar jam tangan bermerek Panerai seharga Rp 3,3 juta.

“Janganlah bos, ini 1:1 sama yang ori lho. Saya udah bandingin sendiri pas ke mal. Si SPG-nya aja ngiranya ini asli lho, sampai bengong dia,” kata sang penjual, promosi.

“Ini kaca safirnya grade tinggi, perhatiin deh permukaannya juga halus kan. Dijamin gak ada bedanya deh. Kalau mesinnya ada masalah, kabarin saya aja.”

Luluh dengan bujuk rayu penjual, Dani pun langsung mengambil dompet dan mengeluarkan uang tunai. Setelah itu, dengan bangga dia langsung memakai jam tangan palsu yang penampakannya sama persis dengan yang.

Dani yang bekerja sebagai account manager di salah satu perusahaan media ternama ini memang sudah lama menginginkan jam tangan merek tersebut. Namun apa daya, harganya bisa mencapai Rp 80 hingga ratusan juta.

Dengan gaji bulanan yang masih di bawah Rp 10 juta, rasanya mustahil beli jam tangan Panerai. Hanya orang-orang dengan jabatan CEO atau komisaris yang wajar membeli barang mewah ini.

Bila kamu berada di posisi Dani, buang jauh-jauh keinginan membeli barang palsu atau yang sering dipelesetin jadi KW hanya demi gaya-gayaan. Tanpa sadar, tindakan Dani ini justru merugikan lho.

Berikut kerugian-kerugian yang akan kamu alami jika kamu membeli barang palsu:

1. Sebagus apapun barang KW, tetaplah palsu

Barang KW memang punya kelas, ada KW 3, KW 2, KW 1, KW super, ultimate, premium, super grade, kloning atau apalah itu. Namun pada intinya, semuanya adalah palsu. Dan pasti gak akan sama dengan yang asli. Jelas dong, barang Rp 3 jutaan mana bisa disamakan dengan yang ratusan juta.

bekas tapi asli
Harga tuh gak bisa bohong loh, pasti kelihatan deh (sandal kw / hipwee)

Walau diklaim sama persis seperti yang asli, pasti ada perbedaan yang tampak secara kasat mata. Seperti contoh, warna merah sepatu Nike Air Jordan Bred KW gak akan pernah sama dengan yang asli.

Versi KW premium kamu bisa beli dengan harga Rp 600 ribuan, namun yang asli bisa Rp 5 juta. Kalau ketahuan orang kamu pakai KW, ujung-ujungnya kamu yang malu sendiri bukan?

2. Barang KW kualitas gak terjamin

Gak ada quality control (QC) yang jelas dari barang KW. Sudah pasti gak ada yang bisa menjamin apakah barang tersebut layak pakai hingga jangka waktu yang lama.

Mungkin ada beberapa rekan kamu yang pakai barang KW dan awet sampai lebih dari 2 tahun. Tapi gak ada jaminan kamu bakal dapat barang yang sama kan. Kalau baru seminggu sudah rusak, miris pastinya.

3. Bisa berbahaya bagi tubuh

Sudah tahu dengan fenomena sandal imitasi merek Crocs? Menurut hasil uji coba laboratorium, sandal imitasi tersebut dikemas dengan bahan yang mengandung zat kimia berbahaya dan karsinogen.

Efeknya jelas berpotensi menimbulkan kanker, gangguan pada kulit, dan mengganggu metabolisme tubuh. Kelihatannya memang sepele, hanya sandal yang jadi alas kaki sehari-hari tapi efeknya jelas membahayakan kesehatan kan?

Masih berani pakai sandal imitasi ini? Pikir dua kali ya sebelum membeli.

4. Gak ada garansi atau jaringan servis resmi dari barang KW

bekas tapi asli
Servis yang resmi lebih aman gan daripada jebol (Samsung / kataloe)

Semua barang KW pasti gak punya jalur distribusi yang resmi dan diakui, apalagi soal urusan servis (after sales). Apabila rusak, si penjual biasanya meminta kamu untuk membawa ke tokonya, atau ada beberapa yang memberikan garansi seminggu untuk tukar barang.

Barang orisinil memang harganya relatif lebih tinggi, tapi kualitasnya terjamin, dan jaringan distribusinya jelas sekaligus terpercaya. Di mall pasti ada, atau mungkin mereka punya outlet-outlet tersendiri yang bisa kamu sambangi.

Mendingan beli barang asli, tapi bekas

Nah, kalau udah tau apa aja kerugiannya beli barang KW, pasti bakal mikir dua kali buat belinya kan? Kalau emang dana gak mencukupi, mendingan beli barang asli tapi bekas.

Tapi, untuk membeli barang asli dengan kondisi bekas, kamu juga butuh kejelian tingkat tinggi. Gak bisa asal beli gitu aja mentang-mentang barang asli. Perhatikan 3 hal ini dulu:

1. Sebisa mungkin beli yang masih garansi

Sebisa mungkin cari barang orisinil yang kartu garansinya masih berlaku. Walaupun penjual mengatakan bahwa barangnya jarang dipakai, masih mulus, 99,99% gak ada masalah, kamu tetap gak tahu bagaimana dia memperlakukan barangnya.

Dengan membeli barang yang masih bergaransi, setidaknya kamu gak perlu khawatir akan adanya kerusakan. Tinggal dicek saja di dealer dan bawa ke service center bila ada masalah.

Pada intinya, jangan buru-buru ketika beli barang bekas. Lontarkan banyak pertanyaan ke penjual seputar barang yang bakal kamu beli. Kalau dari awal dia sudah malas menjawab, pikir dua kali untuk membeli barang tersebut.

2. Pastikan reputasi penjual barang itu bisa dipercaya

bekas tapi asli
Jangan harap dapet barang resmi kalo kamu belinya di tempat kayak begini (Pusat HP / blogspot)

Buat yang sering beli barang secara online, pastikan kalau si penjual adalah orang terpercaya yang memang selalu jual barang asli. Jangan sampai tertipu, barang dibilang asli tapi kenyataannya palsu.

Penipuan lewat online shop memang cukup marak terjadi belakangan ini. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat membeli. Pastikan kamu memang paham dengan keaslian barang yang kamu beli.

3. Sebisa mungkin ajak penjual COD

Cash on delivery (COD) atau ketemuan saat membeli barang adalah hal yang penting dilakukan sebagai mekanisme transaksi. Mekanisme transaksi ini memang dinilai paling aman karena bebas risiko penipuan secara online.

Apabila penjual gak bisa COD dan memintamu untuk transfer, cek lagi reputasinya. Bila memang meyakinkan, lakukan saja. Namun bila kamu ragu, lebih baik jangan beli.

Jadi gimana guys? Sudah paham dengan manfaat beli barang orisinil dong? Jangan beli barang KW ya kalau gak mau rugi. Dan tetaplah waspada ketika kamu ingin beli barang orisinil tapi bekas.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Alasan Kenapa Jual Barang Layak Pakai Via Online Lebih Menguntungkan]

[Baca: Mau Beli Mobil Bekas Jangan Cuek Dokumen]

[Baca: Gak Selamanya Barang Diskonan Harus Dibeli Pertimbangkan Dulu 6 Hal Ini]