Dari 62 Juta, Baru 18 Persen UMKM Indonesia yang Bisa Jualan Online

Digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia baru mencapai 18 persen dari total 62 juta unit usaha. Masih minimnya sentuhan digital ini menjadi perhatian serius pemerintah.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Septriana Tangkary mengatakan, digitalisasi UMKM terus dikejar oleh pemerintah. Karena saat ini kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional terbilang mendominasi.

Tak pelak, pemerintah pun akan melakukan gerebek pasar dengan harapan digitalisasi UMKM akan semakin masif dan tepat sasaran.

“Grebek pasar di Pasar Senen ada beribu makanan pasar. Ini makanan yang gampang dan mudah misalnya untuk pengajian. Kita ketuk semua pasar untuk masuk mendaftar di marketplace,” jelasnya .

Kemudahan Masuk E-Commerce

Septriana menegaskan, untuk UMKM yang ingin memasarkan produknya di pasar online atau marketplace sudah cukup mudah dan hanya membutuhkan tiga dokumen utama.

“Syaratnya hanya tiga yakni memiliki kartu tanda penduduk, produk, kemudian nomor rekening. Kami bisa bantu untuk membuka alamat email untuk memanfaatkan Bukalapak, Tokopedia dan lain-lain. Semuanya untuk masuk dunia teknologi mengerjakan ekonomi kerakyatan dari yang terkecil,” jelasnya.

Selain itu, dari sisi aksesibilitas, pemerintah tengah memperluas akses internet dengan memperkuat jaringan satelit hingga ke pelosok Nusantara.

“Dengan adanya gerakan online ini kita punya ekonomi kerakyatan. UMKM go online, petani, nelayan, banyak sekali yang akan kita dorong. Ini kerja bersama gerakan ekonomi Indonesia,” paparnya.

Septriana mengimbau, agar masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia harus mampu menggunakan koneksi internet dengan bijak dan produktif. Dirinya juga meminta untuk mengindari hal-hal negatif seperti penyebaran berita bohong, ujaran kebencian hingga konten negatif.

“Penggunaan internet ini kita batasi bukan untuk menyebarkan hoaks dan pornografi, rugi sekali. Kita perlu gerakan UMKM, menumbuhkan ekonomi kerakyatan mulai dari yang terkecil,” papar Septriana.

Editor: Ayyi Achmad Hidayah