Dana Darurat Siaga Kapanpun Anda Terlilit Masalah Keuangan

Pernahkah Anda menghadapi situasi dimana Anda perlu mengeluarkan dana dalam jumlah yang cukup banyak namun berada di luar budget yang telah Anda rencanakan? SItuasi seperti ini seringkali membingungkan karena keperluan bersifat mendesak, uang yang dimiliki tidak mencukupi, mau pinjam belum tentu ada yang mau meminjamkan uang atau kalau harus berhutang ke bank, bunganya bisa mencekik di kemudian hari. Bentuk kejadiannya bisa beraneka ragam, misalnya pemutusan hubungan kerja (PHK), biaya pengobatan yang tidak tercover asuransi, hilang barang yang penting terkait pekerjaan, mobil rusak, atau ingin memperbaiki atap- saluran air yang bocor. Kondisi-kondisi semacam inilah yang menuntut Anda untuk memiliki dana darurat.

Dana darurat merupakan dana simpanan yang sifatnya khusus, berbeda dengan tabungan ataupun investasi. Dana ini digunakan untuk situasi-situasi yang benar-benar tidak terduga, atau dengan kata lain Anda tidak bisa mengambilnya sesuka hati atau digunakan untuk keperluan-keperluan lain yang sifatnya tidak mendesak. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa besarnya dana darurat minimal yang dimiliki oleh seseorang adalahh tiga kali pengeluaran rutin bulanan. Bagi Anda yang sudah menikah maka alokasi dana darurat menjadi enam kali pengeluaran rutin bulanan. Jumlah ini akan semakin besar mengikuti jumlah tanggungan yang Anda miliki. Beberapa ahli perencana keuangan menghitung bagi Anda yang telah berkeluarga dan memiliki 2-3 anak setidaknya perlu memiliki dana darurat yang besarnya 9-12 kali besarnya pengeluaran rutin bulanan.

Ada satu catatan penting bagi Anda para pekerja lepas atau yang sering disebut freelancer, sebaiknya dana darurat yang Anda miliki jumlahnya jauh di atas perhitungan umum seperti yang sudah dijelaskan di atas. Mengapa demikian? Karena pada saat Anda tidak memiliki pekerjaan, Anda harus tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan dana darurat. Bahkan kondisinya bisa lebih sulit jika Anda tidak memiliki asuransi, katakanlah asuransi kesehatan yang biasanya disediakan oleh kantor bagi para karyawan reguler, faktor semacam ini akan menambah jumlah kebutuhan akan dana darurat.

Perlu diingat bahwa dana darurat perlu disimpan di tempat yang memiliki likuiditas tinggi. Artinya di tempat yang memiliki kemampuan untuk mendapatkan kas. Produk keuangan perbankan seperti tabungan dan giro merupakan alternatif yang patut Anda pertimbangkan. Karena kedua jenis fasilitas ini memiliki likuiditas tinggi dengan faktor resiko yang rendah. Anda pun tidak bisa mengambil resiko untuk mempertaruhkan nilai dana darurat yang menurun karena menyimpannya pada produk yang berpotensi memberikan tingkat imbal yang lebih tinggi.

Jumlah dana darurat ini mungkin jika Anda hitung-hitung ternyata jadi sangat besar. Tapi Anda tidak perlu khawatir, uang itu tidak perlu terkumpul semua dalam sekejap. Anda bisa mulai menyisihkan dari gaji bulanan yang Anda terima secara rutin sebesar 5-10%. Pastikan untuk mengumpulkannya di satu tabungan khusus, sehingga tidak tercampur dengan dana lain dan tidak terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Ada juga fasilitan perbankan yang bisa Anda manfaatkan untuk mempermudah Anda mengumpulkan dana darurat, yakni debit rekening. Setiap bulan bank akan memotong uang sesuai dengan perintah agar ditransfer ke rekening yang kita pilih.