Curhat Duit Tips Mengelola Dana THR Buat Pas Mudik di Kampung Biar Gak Amsyong

Curhat Duit adalah kolom khusus yang diadakan di www.moneysmart.id karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke kami seputar masalah keuangan. Ini lah yang membuat kami ingin mencoba membantu memberikan solusi sebisa mungkin. Curhat Duit pun menjadi bentuk komunikasi langsung antara www.moneysmart.id dan pembaca setianya, selain lewat Forum.DuitPintar.com

Table Of Content [ Close ]

 

Curhat Duit kali ini datang dari email yang masuk ke [email protected] yang berasal dari seorang karyawan perusahaan agensi di kota Bandung yang ingin memperoleh tips mengelola dana THR buat pas mudik biar gak habis sia-sia tanpa sisa.

 

halo admin duitpintar,

 

ikutan curhat duitnya dong 🙂

nama saya Hendri, 29 tahun. saat ini kerja di agensi iklan di bandung. saya mo tanya seputar thr nih min. saya ngerasa ada yang ga bener pas saya terima thr min, gampang banget abisnya. malahan pas pulang kampung, duit gaji kepake buat lebaranan, kaya ngasi salam tempel ke sepupu, beli tiket, dan oleh-oleh. padahal harusnya kan ada dikit yang bisa ditabung ya, soalnya bisa dibilang saya dapet gaji 2 kali tiap mau lebaran.

Ada ga sih min cara bagi thr yang bener, maksud saya pembagian persenannya, misalnya buat mudik segini, buat salam tempel segitu. soalnya saya pengen lebaran sekarang lebih berkesan, ga pake kuatir mikirin sisa gaji buat setelah balik dari kampung.

makasi sebelumnya ya min 🙂

 

Email dapat dilihat di sini: http://forum.duitpintar.com/question/curhat-duit-tips-mengelola-dana-thr-buat-pas-mudik-kampung-biar-gak-amsyong/ 

 

Jawaban:

Halo Hendri,

Terima kasih ya untuk email-nya

 

Buat karyawan kantoran salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu pas hari raya Idul Fitri pasti Tunjangan Hari Raya alias THR deh.

Gimana gak senang ya dapet bonus minimal satu kali gaji setahun sekali. Tapi nih, yang kebanyakan kejadian duit THR habis sia-sia karena lupa daratan. Apalagi buat yang punya tradisi mudik ke kampung halaman.

So pasti uang THR langsung dihabiskan untuk biaya transportasi pulang pergi plus angpao lebaran dan belanja Lebaran. Ini yang umumnya terjadi. Gak salah sih, merayakan bulan nan fitri dengan memanjakan diri juga keluarga besar. Toh THR memang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan saat hari raya yang biasanya akan lebih membengkak dari hari-hari biasa.

Sadar gak sih kalau setiap hari raya kita jadi lebih boros dan gak mikir soal pengeluaran karena lagi berasa kaya mendadak hehehe. Simak deh tips dari kami berikut ini gimana cara mengalokasikan uang THR yang kamu peroleh biar lebih optimal dan gak habis sia-sia gitu aja.

Gak mau kan setelah mudik baru deh sadar kalau uang di rekening udah mirip kayak ikan yang di luar air, kembang kempis dan megap-megap kehabisan nafas.

 

1. Setelah uang THR masuk ke dalam rekening, jangan langsung kalap ya. Kalau bisa anggap saja itu uang gak ada di dalam rekening kamu. Emang sih, pasti gatel ya udah langsung terbayang beli ini-itu untuk hari raya.

Lebih bijak kalau kamu bersabar sebentar sambil membuat budget pengeluaran selama hari raya nanti. Terutama buat yang sudah berencana pulang kampung alias mudik nih. Yang namanya mudik pasti bakalan bikin pengeluaran kamu wasalam ya jumlahnya.

 

2. Nah, karena kebetulan kamu sudah terlebih dahulu mengeluarkan uang untuk membeli tiket transportasi, maka yang selanjutnya harus kamu lakuin adalah menyisihkan 20% dari jumlah THR untuk ditabung.

Yup, gak ada tapi atau nanti buat yang satu ini. Kalau kamu ingin uang THR gak habis begitu saja, relain deh untuk alokasi tabungan terlebih dahulu. Setelah itu lanjutkan dengan amal/charity (zakat, sedekah, dll), ingat 10% dari THR wajib kamu alokasikan buat amal/charity,

 

3, Setelah tabungan dan zakat, kamu udah boleh tuh membagi rata sisa dana THR untuk antara lain angpao Lebaran, pakaian baru, oleh-oleh untuk keluarga besar di kampung dan biaya hidup selama kamu di kampung halaman.

Ini nih yang seringkali bahkan gak pernah dilakuin sama mereka yang punya tradisi mudik. Padahal dengan melakukan perencanaan dan budgeting, uang THR dan gaji bisa terselamatkan loh.

Banyak orang gak mau repot bikin budget buat biaya selama mudik, walhasil gak sedikit yang berujung ke utang. Baik itu utang kartu kredit hingga utang lainnya. Waduh, masa iya kamu mau setelah merayakan kemenangan bersama keluarga lalu kembali dengan tumpukan utang?

 

4. Nah, buat kamu yang memiliki kartu kredit, boleh banget kok memanfaatkan kartu kredit untuk keperluan hari raya.  Tapi ingat, tetap harus dibatasi ya nominal pemakaiannya. Perhitungkan juga tagihan di bulan yang akan datang.

Jangan sampai over budget dan over limit, bahaya bro!

Semisal gaji kamu Rp 8 juta / bulan, maka simulasi alokasi THR (satu kali gaji)

  • Tabungan (20% dari Rp 8 juta = Rp 1.600.000)  
  • Zakat (10% dari Rp 8 juta = Rp 800 ribu)
  • Memberi uang Lebaran untuk orangtua = Rp 1 juta
  • Angpao Lebaran untuk 10 orang @Rp 50 ribu = Rp 500 ribu
  • Baju baru = Rp 500 ribu
  • Parcel lebaran atau oleh-oleh untuk keluarga di kampung = Rp 600 ribu
  • Pengeluaran kebutuhan selama di kampung (5 hari) = Rp 2 juta
  • Dana darurat = Rp 1 juta

 

Intinya THR itu memang diberikan untuk memenuhi kebutuhan di hari raya nan fitri. Tapi bukan berarti kita jor-joran dan gak menggunakan perhitungan ya. Kalau memang bisa diatur dan dipergunakan dengan bijak alangkah baiknya.

Gak perlu memaksakan dalam memberi angpao Lebaran misalnya, sesuaikan dengan kemampuan keuangan kita. Begitu juga dengan pakaian baru, yang sesuai kantong aja.

Gak perlu ikut-ikutan orang lain yang mungkin memiliki kemmapuan finansial yang jauh di atas kita ya. Hari raya Idul Fitri itu kan maknanya terlahir kembali, jadi manusia baru. Jadi seharusnya kita bisa lebih memaknai dengan sederhana dan bersahaja. Yang penting ibadahnya jangan sampai bolong.

 

Selamat menjelang Hari  Raya ya!