Curhat Duit: Mencari Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah

Curhat Duit adalah kolom khusus yang diadakan di www.moneysmart.id karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke kami seputar masalah keuangan. Ini lah yang membuat kami ingin mencoba membantu memberikan solusi sebisa mungkin. Curhat Duit pun menjadi bentuk komunikasi langsung antara www.moneysmart.id dan pembaca setianya, selain lewat Forum.DuitPintar.com

 

Curhat Duit kali ini datang dari email yang masuk ke [email protected] yang berasal dari seorang karyawan yang berencana menjaminkan sertifikat rumahnya untuk modal bisnis.

 

Dear DuitPintar,

 

Perkenalkan, nama saya Gideon Ferdinan. Saya butuh masukan nih buat nentuin tempat saya untuk meminjam pakai jaminan yang aman dimana, mengingat banyak sekali tempat pinjam yang menawarkan pinjaman dengan jaminan. Jadi beberapa minggu lalu teman saya ada yang menawarkan untuk bekerjasama dengan dia di bidang kelapa sawit, sejujurnya saya tertarik dengan ajakan dia, namun permasalahan saya ada di modal, kepentok modal aja nih.

 

Kebetulan saya tinggal di rumah warisan orangtua dan kepikiran untuk menggadaikan sertifikat rumah untuk modal bisnis ini. Yang jadi pertanyaan, saya masih ragu untuk menggadaikan sertifikat ini karena setahu saya sertifikat ini penting banget. Saya takut akan menimbulkan sengketa atau masalah di kemudian hari. Mohon bantuan DuitPintar.com agar saya dapat memilih lembaga pembiayaan yang tepat mengingat ini adalah hal yang serius bagi keuangan saya.

 

Oh, saya informasikan kalau saat ini saya bekerja sebagai karyawan swasta di perusahaan telekomunikasi di Jakarta, saya sudah menikah dan mempunyai dua orang anak. Mohon bantuannya untuk saya bisa menentukan dimana bisa menjamin sertifikat rumah saya ini ya DuitPintar.

 

Saya tunggu jawabannya dan terima kasih.

 

Email dapat dilihat di sini: http://forum.duitpintar.com/question/curhat-duit-bagaimana-mencari-pinjaman-dengan-jaminan-sertifikat-rumah/

 

 

JAWABAN:

Halo Gideon,

Terima kasih atas emailnya.

Mencari pinjaman untuk modal usaha memang sah-sah saja. Terlebih lagi dengan kemudahan teknologi saat ini, mencari pinjaman bisa dilakukan kapan pun dan di mana saja.

 

Tapi seperti yang sudah diutarakan, meminjam dana dengan jaminan sertifikat rumah memang gak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya nilai dari sertifikat rumah itu sendiri amatlah tinggi.

 

Ada beberapa pertimbangan yang harus kamu cermati biar nggak menuai masalah kedepannya. Jadi jangan asal cepat cair saja.

 

Ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan:

 

  • Bunga cicilan per bulan. Pastikan ada di kisaran 1% per bulan
  • Kredibilitas lembaga pembiayaan/bank
  • Biaya asuransi
  • Biaya administrasi
  • Biaya appraisal

 

Jangan sampai kamu memilih lembaga keuangan yang justru bakal membuatmu rugi. Pasalnya, saat ini nggak cuma bank saja yang mengeluarkan produk satu ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2014 lewat Peraturan No.29/POJK.05/2014 memperbolehkan multifinance untuk memberikan kredit multiguna.

 

Selalu pilih lembaga pembiayaan yang diawasi oleh Bank Indonesia (BI) atau OJK. Kalau bank, pastikan aset mereka dilindungi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

 

Gak cuma itu saja, pastikan kamu memiliki kemampuan bayar yang baik untuk menghindari kredit macet. Pastikan cicilan per bulan gak melebihi 30% dari pendapatan.

 

Karena bagaimanapun juga, bisnis yang baru dirintis kemungkinan belum dapat memberikan laba atau keuntungan yang stabil. Jadi asumsikan saja bahwa cicilan pinjaman tersebut bisa dikover dengan gaji bulananmu.

 

Kita simulasikan saja ya agar lebih jelas. Misalnya saja:

 

Nilai pengajuan pinjaman: Rp 600 juta

Nilai setelah appraisal: Rp 500 juta

Biaya administrasi dan asuransi: Rp 5 juta

Nilai diterima: Rp 495 juta

Bunga pinjaman: 1% per bulan flat

Tenor: 3 tahun (36 bulan)

 

Cicilan per bulan:

Pokok pinjaman : Rp 500 juta

Bunga flat : 12%/tahun

Jangka waktu kredit : 36 bulan

Penghitungan bunga: (Rp 500.000.000  X 12% X 3) / 36 = Rp 5.000.000

Bunga cicilan per bulan mulai dari angsuran pertama sampai terakhir besarannya adalah Rp 5.000.000

 

Total bunga pinjaman selama 3 tahun adalah: Rp 5.000.000 x 36 = Rp 180.000.000

Cicilan tanpa bunga: Rp 500.000.000 / 36 = Rp 13.888.888

Total cicilan per bulan = Rp 13.888.888 + Rp 5.000.000 = Rp 18.888.888

 

Total pinjaman sampai pelunasan: Rp 180.000.000 + Rp 500.000.000 = Rp 680.000.000

 

Nah, simulasi di atas cuma contoh saja ya. Gak ada salahnya juga kamu mulai membuat penghitungan sederhana termasuk cashflow keluarga. Fungsinya agar kamu mendapat gambaran soal proporsi utang yang sehat.

 

Salam dan sukses selalu.