Curhat Duit: Gimana Menyikapi Anak yang Udah Mulai Bisa Cari Duit Sendiri

Curhat Duit adalah kolom khusus yang diadakan di www.moneysmart.id karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke kami seputar masalah keuangan. Ini lah yang membuat kami ingin mencoba membantu memberikan solusi sebisa mungkin. Curhat Duit pun menjadi bentuk komunikasi langsung antara www.moneysmart.id dan pembaca setianya, selain lewat Forum.DuitPintar.com

Table Of Content [ Close ]

Curhat Duit kali ini datang dari email yang masuk ke [email protected] yang berasal dari seorang ibu rumah tangga bernama Irma yang ingin meminta saran menghadapi anaknya yang masih usia sekolah namun sudah bisa mencari duit sendiri.

Hallo admin DuitPintar,

Saya Irma, ibu rumah tangga dengan 1 anak kelas 5SD, mau curhat soal anak saya min. Jadi dia itu udah tau caranya cari duit, karena hobinya mainan internet, sama fesbuk dia bisa jualan lewat sana.

Pernah saya tanya dapet modalnya dari mana, dia jawab ga pake modal soalnya reseller. Saya pernah juga ngelarang dia buat stop jualan, karena tugas dia itu belajar. Cuma saya jg bingung min, di satu sisi dia ud tau gmn caranya usaha. Di sisi lain dia harus belajar, gmn baiknya ya min sikap saya sebagai orang tua.

Email dapat dilihat di sini: http://forum.duitpintar.com/question/curhat-duit-gimana-menyikapi-anak-udah-mulai-cari-duit-sendiri/

Jawaban:

Hai Irma,

Terima kasih atas emailnya ya,

Generasi millenial emang generasi yang penuh dengan dinamika ya. Mereka punya tingkat pemikiran yang lebih kritis dan terbuka jika dibanding dengan generasi sebelumnya. Hal ini ternyata berlaku juga pada kreatifitas dan keberanian mereka.

Soal anak-anak yang dari usia sedini mungkin sudah akrab sama dunia internet itu juga sudah bukan hal baru ya. Karena teknologi serba canggih dan serba mudah, banyak peluang bisnis kreatif yang digeluti oleh anak-anak bahkan sejak usia dini seperti yang terjadi sama anak kamu.

Tentu saja sebagai orangtua jadi punya banyak kecemasan kalau aktivitas menghasilkan uang ini bakal bisa bikin anak jadi gak fokus bahkan lalai sama kewajiban utamanya aitu belajar.

Duduk bareng anak dan bicarakan soal kegiatannya menghasilkan uang tersebut dengan cara yang santai dan menyenangkan. Gunakan bahasa yang mereka pahami. Beri pemahaman bahwa kamu gak melarang kegiatan itu selama si anak menyetujui persyaratan yang diberikan.

Beri pemahaman bahwa usia mereka masih usia sekolah, jadi apapun yang mereka lakukan harus sepengetahuan dan restu orangtua. Jelaskan juga ini sebagai salah satu wujud rasa sayang orangtua yang gak ingin anaknya mengalami hal-hal yang membahayakan.

Kamu juga harus lebih membatasi penggunaan internet si anak loh. Jangan sampai juga anak kamu terlalu bebas menjelajah dunia maya tanpa batas. Tetapkan aturan main dan buat anak mengikuti kamu, bukan sebaliknya.

Pastikan anak mengerti bahwa tugas utamanya saat ini hanya belajar dengan baik, bukan mencari uang. Mencari uang adalah kewajiban orangtua. Tanyakan apa motivasi mereka berjualan. Jika ternyata mereka ingin belajar tentang transaksi keuangan dan merasakan punya uang hasil jerih payah sendiri, ya sudah. Biarkan saja namun tentunya harus di bawah pengawasan orangtua.

Kamu harus tahu produk apa sih yang dijual anak kamu dan sumbernya. Kalau perlu ya kamu ikut belajar prosesnya dari A sampai Z. Ketahui dengan siapa saja anak berurusan, jangan ada yang terlewat. Kalau perlu ketahui nomor kontak mereka. Ini adalah bentuk pengawasan orangtua kepada anak yang wajib kamu lakuin.

Beri juga penegasan kepada anak agar lebih memprioritaskan kegiatan akademis mereka dibandingkan kegiatan menghasilkan uang. Jika perlu batasi waktu-waktu tertentu kapan anak boleh melakukan kegiatan berjualannya tersebut.

Buka rekening khusus deh untuk menyimpan uang hasil jualan si anak dan pastikan anak disiplin menyetorkan uangnya ke dalam rekening tersebut. Hal ini dilakukan agar anak belajar menghargai hasil jerih payahnya sendiri dengan gak menggunakannya secara sia-sia. Semisal dengan menghabiskannya hanya untuk membeli hal-hal yang mereka inginkan sesuka hati.

Cek saldo rekeningnya secara berkala dan jangan malas menemani sang anak menyetorkan hasil jerih payahnya ke bank. Selain belajar mandiri dan berani melakukan transaksi di bank, dia juga belajar mempertanggungjawabkan uangnya.

Kamu juga harus mengetahui ke mana saja uang hasil jualannya itu digunakan. Wajibkan anak untuk meminta persetujuan orangtua terlebih dahulu sebelum menggunakan uang tersebut. Tapi ingat, jangan terlalu mengatur, mengekang atau melarang.

Hargailah kejujuran mereka walau semisal mereka meminta izin untuk menggunakan uang tersebut untuk membeli sesuatu yang gak mereka butuhkan.

Jangan lantas berhenti memberikan uang jajan yang biasa kamu lakukan. Biarkan anak tetap menikmati haknya sebagai seorang anak yang masih wajib ditopang segala kebutuhan dan keinginannya oleh orangtua secara finansial.

Gak ada yang salah kok dengan anak yang masih sekolah namun sudah bisa menghasilkan uang sendiri. Banyak hal positif yang bisa diambil dari fenomena tersebut. Hanya saja, jika ternyata kegiatan menghasilkan uang tersebut mengganggu kegiatan akademis mereka, maka sebagai orangtua kita berhak untuk menyetop kegiatan tersebut.

Semuanya dikembalikan lagi kepada orang tua, karena setiap orang tua memiliki pola mengasuh anak yang berbeda-beda. Namun, pastikan untuk selalu mendampingi seluruh kegiatan anak apapun yang dilakukan anak. Karena semua orang tua menginginkan yang terbaik buat anak-anaknya.