Curhat Duit: Gara-gara Gak Bijak Mengelola Pinjaman Jadi Terperosok ke Jurang Utang. Gimana Solusinya?

Curhat Duit adalah kolom khusus yang diadakan di www.moneysmart.id karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke kami seputar masalah keuangan. Ini lah yang membuat kami ingin mencoba membantu memberikan solusi sebisa mungkin. Curhat Duit pun menjadi bentuk komunikasi langsung antara www.moneysmart.id dan pembaca setianya, selain lewat Forum.DuitPintar.com

Table Of Content [ Close ]

Curhat Duit kali ini datang dari email yang masuk ke [email protected] yang berasal dari seorang Manajer SDM di Jakarta yang ingin memperoleh solusi untuk mengatur utangnya yang bertumpuk.

hai admin duitpintar,

aku butuh bantuan banget nih, lagi bingung buat ngadepin utang-utang aku yang udah menumpuk. Namaku Edo, kerja sebagai manajer sdm, tinggal di Jakarta, dan sudah berkeluarga dengan 1 anak.

Kondisi utang aku udah bikin pusing banget min, nyesel sih sebenernya karena kebanyakan utang aku cuma buat konsumsi pribadi, jadi saat ini aku ada utang KTA, kartu kredit, dan cicilan mobil.

Untuk KTA aku ada kewajiban buat bayar total 50 juta, waktu itu mutusin buat ngambil KTA buat DP nambahin mobil sebesar 30 juta. Nah sisanya 20 juta aku pake buat liburan ke bali bareng keluarga.

Selanjutnya utang aku ada di kartu kredit, yang saat ini aku punya 3 kartu kredit dengan limit total 60 juta. Ga terlalu banyak tagihannya, buat beli beberapa kebutuhan elektronik

Terakhir cicilan mobil min, yang masih ada 20an kali lagi.

Pemasukan aku tiap bulan itu ada dari gaji sebesar 15 juta rupiah. Dan dari sewa kontrakan (kebetulan aku punya rumah tipe 36 yang dikontrakin) sebesar 15 juta setahun. Aku tambahin juga deh min, pengeluaran aku sebulan termasuk urusan sekolah anak itu ada di kisaran 10 juta rupiah. Diluar dari pengeluaran buat acara weekend bareng keluarga dan teman-teman min.

Tolong min bantuin aku buat ngatur ini semua, karena udah bener-bener mentok.

Email dapat dilihat di sini: http://forum.duitpintar.com/question/curhat-duit-gara-gara-gak-bijak-mengelola-pinjaman-jadi-terperosok-jurang-utang-gimana-solusinya/

Jawaban:

Halo Edo,

Ngomongin soal utang emang gak pernah ada habisnya ya. Apalagi tinggal di ibukota dan sudah berkeluarga. Akan ada saat-saat di mana ngutang jadi salah satu solusi instan.

Sebenarnya dengan posisi dan gaji kamu saat ini, kamu bisa hidup dengan layak loh. Dengan syarat kamu bisa mengelola keuanganmu dengan bijak dan penuh kendali.

Nah, permasalahan klise yang dihadapi kebanyakan orang memang soal mengendalikan penghasilan dan pengeluaran. Teori sih gampang ya, pada kenyataannya selalu lebih besar pasak daripada tiang.

Untuk pelan-pelan keluar dari jurang utang yang saat ini kamu alami, mulai dengan sikap positif dulu. Jangan panik dan pesimis, optimis dong kalau kamu bisa kok melunasi semua utang-utang tersebut. Tapi jangan hanya jadi wacana ya. Tekad yang kuat gak cukup, harus dilakukan.

Mulai dari pengeluaran-pengeluaran dulu deh, seperti, kurangi frekuensi hangout sama teman-teman komunitas. Apalagi kalau kamu tipe orang yang selalu ngeluarin duit setiap ngumpul. Gak harus stop total kok kegiatan bareng komunitas kamu. Disiasati saja kalau sudah menyangkut pengeluaran.

Sama halnya dengan frekuensi quality time sama keluarga juga bisa sedikit dikurangi. Terutama yang mengharuskan kamu mengeluarkan nominal dalam jumlah lumayan besar. Ganti deh quality time bareng keluarga dengan aktivitas yang lebih ramah buat kantong. Semisal olahraga atau piknik bareng di taman kota.

Kan sudah banyak sekarang taman kota yang dipercantik dan dilengkapi fasilitas supaya warga bisa menggunakannya sebagai hiburan saat weekend bersama keluarga. Sebut saja Taman Suropati atau ada juga tuh Taman Menteng.

Dengan tiga kartu kredit yang kamu punya sekarang, seharusnya kamu bisa lebih mawas diri alias berhati-hati banget dalam penggunaannya. Gak berarti kamu bisa gesek sana-sini untuk semua kebutuhan dan keinginan.

Mulai sekarang coba gunakan satu saja kartu kredit yang kamu miliki, semisal untuk kebutuhan belanja bulanan. Itupun harus dikendalikan sebulan sekali pemakaiannya dan usahakan untuk selalu bayar tagihan secara penuh. Kami sarankan sih kamu menutup dua kartu kredit.

Kalau tiba-tiba ingin beli peralatan rumah tangga semisal dengan menggunakan kartu kredit, coba dihitung dulu, apakah pengeluaran bulanan kamu masih mencukupi atau gak. Dan pertimbangkan juga apakah harus dibeli atau masih bisa ditunda ya.  

Berikut gambaran simulasi alokasi pengeluaran per bulan yang bisa kamu praktekkan:

– Tagihan listrik, tv berbayar, air, internet = Rp 1,5 Juta

– Tagihan kartu kredit = Rp 1 Juta

– Cicilan KTA = Rp 2 Juta

– Cicilan Mobil = Rp 3 Juta

– Belanja kebutuhan sehari-hari = Rp 1,5 Juta

– Biaya kebutuhan anak = Rp 4 Juta

– Bensin dan perawatan mobil = Rp 300 ribu

– Asuransi = Rp 600 ribu

– Pulsa smartphone = Rp 200 ribu

– Quality time bareng keluarga = Rp 600 ribu

– Hobi hangout sama komunitas = Rp 300 ribu

Total = Rp 15 Juta

Nah, untuk penghasilan tambahan yang kamu dapatkan dari rumah kontrakan sebesar Rp 15 juta idealnya bisa disimpan saja dalam rekening. Bentuknya bisa berupa tabungan biasa, dana darurat, deposito atau mungkin mau dibuat sebagai modal investasi, lebih bagus lagi loh.

Usahakan dari sebesar Rp 15 Juta yang kamu terima per tahun, sisihkan setengahnya untuk tabungan dan dana darurat. Lau sisanya bisa kamu gunakan untuk investasi.

Deposito bunganya pasti kecil ya, kalau investasi, dalam jangka setahun kamu sudah bisa merasakan hasilnya. Apapun yang kamu pilih sebisa mungkin jangan habiskan uang dari hasil kontrak rumah.

Intinya sih kamu sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah tunggal harus lebih bijak dalam keuangan. Salah satunya ya soal bijak mengelola pinjaman ya. Pikirkan hal-hal yang lebih prioritas dan korbankan yang kurang penting bahkan gak penting. Sekuat mungkin hindari yang namanya pengeluaran konsumtif.

Utang harus dilunasi, jadi jangan lari dari tanggung jawab ya. Gunakan penghasilan kamu untuk membayar semua tagihan