Curhat Duit: Anak Baru Masuk Kelas 1 SD Perlu Dikasih Uang Jajan Gak Sih?

Curhat Duit adalah kolom khusus yang diadakan di www.moneysmart.id karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang dikirim ke kami seputar masalah keuangan. Ini lah yang membuat kami ingin mencoba membantu memberikan solusi sebisa mungkin. Curhat Duit pun menjadi bentuk komunikasi langsung antara www.moneysmart.id dan pembaca setianya, selain lewat Forum.DuitPintar.com

Curhat Duit kali ini datang dari email yang masuk ke [email protected] yang berasal dari Ratna, seorang ibu rumah tangga yang bingung harus memberi uang jajan untuk anaknya yang baru masuk kelas 1 SD atau gak.

halo admin duitpintar,

namaku Ratna ibu rumah tangga dengan 2 orang anak. Aku mau ikutan curhat duitnya dong. Boleh yaa.. Jadi gini min, anakku yang sulung baru masuk sekolah SD kelas 1. Dari awal masuk sekolah kemarin, aku selalu kasih dia bekal dari rumah.

Cuma beberapa hari ini anakku minta uang jajan, gara-gara ngeliat temennya jajan di sekolah dia jadi ikut-ikutan. Aku sebenernya belum sreg buat ngasih dia jajan soalnya kan masih kecil. Nah, kira-kira gimana nyiasatinnya ya min buat urusan jajan anak aku ini? Minta pendapatnya dong min.

Email dapat dilihat di sini: http://forum.duitpintar.com/question/curhat-duit-anak-baru-masuk-kelas-1-sd-perlu-kasih-uang-jajan-gak-sih/

Halo Ratna,

Terima kasih untuk emailnya ya,

Yang namanya jajan emang gak bisa lepas ya dari keseharian anak-anak kita. Apalagi sekarang anak kamu sudah mulai masuk SD. Pergaulannya akan semakin luas karena teman sekolahnya pun semakin banyak. Anak kamu pasti akan melihat dan bukan gak mungkin terpengaruh dengan teman-temannya, terlebih lagi para kakak kelas yang udah neri soal jajan di sekolah.

Sebenarnya memberi uang jajan boleh kok. Namun bagaimanapun sebagai orangtua, kita wajib untuk mengontrol dan mengarahkan perilaku mereka agar gak berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan itu kan gak baik ya bunda.

Berbicara soal uang jajan buat anak itu gak bisa disama-ratakan ya. Berapa nominal yang diberikan, harian atau mingguan sampai boleh dibelikan apa oleh anak itu tergantung dari pola pengasuhan orangtua masing-masing ya.

Manfaat apa sih yang bisa diperoleh dengan mengizinkan anak menerima uang jajan?

– Anak diajarkan untuk belajar lebih menghargai uang

– Mengajarkan anak untuk mengatur uang

– Mengajarkan anak untuk belajar bijak menggunakan uang yang mereka punya bahkan dari usia yang sangat dini

– Mereka juga harus tahu, untuk bisa memperoleh uang itu butuh kerja keras

Bagi orangtua disarankan untuk memberi pemahaman saat memberi uang jajan kepada anak. Semisal Rp 5,000 per hari. Ajari anak bahwa uang tersebut bisa saja gak dihabiskan buat jajan, tapi ditabung saja. Apalagi kalau ternyata uang tersebut digunakan untuk membeli makanan atau jajanan yang gak sehat atau mainan. Ujung-ujungnya hanya berupa pemborosan.

Atau bisa juga dengan beritahu si anak bahwa setiap hari ia mendapat jatah uang jajan Rp 5,000 yang boleh digunakan atau ditabung. Tanamkan tentang nilai menabung kepada anak. Katakan bahwa sesekali mereka boleh membeli sesuatu yang mereka inginkan di sekolah tapi harus terlebih dahulu meminta izin

Bisa juga dengan sistem gak memberi jajan setiap hari misalnya, hanya sesekali saat dia meminta uang jajan. Kamu bisa menanyakan untuk apa dia meminta uang jajan tersebut. Jika ternyata untuk membeli sesuatu yang gak jelas maka kamu sebagai orangtua harus tegas menolak.

Tetap bekali anak dengan makanan yang cukup dari rumah. Lihat bagaimana perilaku anak dengan uang jajan yang diberikan. Kalau ternyata mereka selalu menghabiskannya, lebih baik stop dulu memberi uang jajan. Kewajiban orangtua adalah memberi contoh dan didikan yang terbaik untuk anak.

Emang sih kembali lagi soal memberi uang jajan kepada anak adalah hak masing-masing orangtua. Apalagi bagi keluarga dengan perekonomian yang cukup. Tapi, apakah kita mau anak kita tumbuh menjadi pribadi yang boros dan gak bisa menggunakan uang dengan bijak?

Jadi, yuk kita ajarkan anak-anak untuk bijak dalam menggunakan uang sedari dini, dimulai dari uang saku mereka.