Coba Investasi Reksa Dana Dollar Yuk, Siapa Tahu Bisa Menangguk Untung

Investasi reksa dana dollar AS memang belum terlalu umum. Jenis investasi ini bisa jadi pilihan di tengah fluktuasi nilai tukar mata uang.

 

Seperti namanya, reksa dana dollar menggunakan mata uang dollar AS untuk transaksinya. Dengan kata lain reksa dana dollar ini adalah reksa dana yg satuan nilai aktiva bersihnya (NAB) atau unit penyertaannya dinyatakan dalam mata uang dollar AS.

 

Ada tiga jenis reksa dana dollar AS yang umum di Indonesia, yaitu reksa dana pendapatan tetap dollar AS, reksa dana campuran dollar AS dan reksa dana saham dollar AS. Trus gimana cara kerja masing-masing investasi reksa dana ini?

 

Cari tahu dulu yuk! Siapa tau investasi ini cocok buat kamu.

 

[Baca: Jangan Cuma Ngeluh Rupiah Jeblok, Kenalan Dulu Sama Reksa Dana Dollar AS]

 

Reksa Dana Pendapatan Tetap Dollar AS

Reksa dana pendapatan tetap juga sering disebut sebagai reksa dana obligasi. Artinya, duit yang ditanam di reksa dana ini sebagian besar dialokasikan ke obligasi atau surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah.

 

reksa dana dollar

Nggak cuma rupiah yang bisa diinvestasikan, mata uang dollar juga bisa ditanam buat meraih keuntungan

 

 

 

Berbeda dengan reksa dana obligasi rupiah yang dikenal memiliki risiko rendah dengan asumsi return yang tinggi, reksa dana obligasi dollar AS lebih fluktuatif. Seandainya The Fed (BI-nya Amerika) menaikkan suku bunganya, otomatis harga obligasi akan turun dan investor pun bakal mengalami kerugian.

 

Selain faktor perubahan suku bunga, reksa dana obligasi dollar AS juga dipengaruhi oleh likuiditas di pasar. Reksa dana obligasi dollar AS yang diterbitkan oleh korporasi relatif nggak likuid karena jarang diperjualbelikan.

 

Jadi harga obligasi ini nggak begitu sensitif terhadap gejolak suku bunga. Tetapi, reksa dana obligasi korporasi ini memiliki risiko gagal bayar.

 

Sebaliknya, obligasi pemerintah memang lebih aman dari sisi kemampuan membayar, namun harganya cenderung fluktuatif. Sehingga investor bisa mengalami keuntungan atau malah kehilangan modal.

 

Asumsinya, kalau nilai tukar rupiah mengalami pelemahan, reksa dana dollar AS diuntungkan dari penguatan dollar. Keuntungan yang diperoleh oleh investor nggak cuma kenaikan aset, tetapi juga keuntungan kurs.

 

Risiko Investasi :

 

  • Risiko berkurangnya Nilai Aktiva Bersih
  • Risiko Wanprestasi
  • Risiko Likuiditas
  • Risiko Perubahan politik, ekonomi dan peraturan perpajakan
  • Risiko Fluktuasi Nilai Tukar dan Tingkat Suku Bunga
  • Risiko Pembubaran dan Likuidasi

 

Reksa Dana Campuran Dollar AS

Reksa dana campuran dollar ini jadi strategi untuk bermain aman. Jenis reksa dana ini emang dianjurkan untuk yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu menengah hingga panjang, karena risikonya yang nggak terlalu tinggi dan menawarkan return dengan tingkat menengah.

 

reksa dana dollar

Siapa yang nggak ngiler ngeliat duit dollar segepok hehehe

 

 

Manajer investasi yang bertugas mengelola dana investasi kita, nantinya bisa mengubah fokus investasi sesuai dengan situasi dan kondisi pasar saat itu. Manajer investasi ini nantinya memiliki strategi berbeda-beda, tapi porsi investasi tetap dibatasi oleh pemerintah yang biasanya berada di kisaran 79 persen.

 

Sebagai contoh, Manulife Asset Management memiliki kebijakan investasi yaitu saham minimal 60 persen dan maksimal 79 persen, obligasi minimal 1 persen dan maksimal 39 persen dan pasar uang minimal 1 persen dan maksimal 39 persen.

 

Dengan strategi ini berarti risiko yang bisa ditanggung bakal tersebar. Jadi walaupun kita mengalami kerugian di pasar saham, kita masih bisa mengandalkan reksa dana obligasi untuk mendapat keuntungan.

 

 

Reksa Dana Saham Dollar AS

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang duit investasinya ditanamkan pada saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek.

 

Saham juga menjadi tanda bukti kepemilikan pada suatu perusahaan. Ini beda dengan obligasi yang bisa diterbitkan oleh pemerintah. Di Indonesia saham hanya bisa diterbitkan oleh perusahaan. Selain itu, mata uang yang dipakai juga hanya rupiah saja.

 

reksa dana dollar

Meskipun namanya reksa dana saham dollar, NAB yang digunakan tetap rupiah

 

 

Lho, katanya reksa dana dollar, kok yang dipake rupiah? Yup, karena di pasar saham Indonesia nggak ada yang namanya harga saham pakai dollar.

 

[Baca: Siapa Bilang Investasi Reksa Dana Saham Bikin Rugi? Ini Bukti Keunggulannya]

 

Makanya, selain menghadapi risiko fluktuasi saham, investor juga dihadapkan pada risiko perubahan kurs mata uang. Investasi reksa dana saham dollar AS ini emang lebih cocok untuk jangka panjang karena risikonya yang lumayan besar.

 

Coba kita lihat ilustrasi risiko di bawah ini:

Pada Oktober 2015, Doni berinvestasi 10.000 dollar AS untuk reksa dana. Pada saat itu kurs dollar AS berada pada Rp 10.000.

 

  • Manajer Investasi berarti memperoleh dana Rp 10.000 x 10.000 dollar AS = Rp 100 juta
  • Manajer Investasi membeli saham XYZ pada harga Rp 5000 / saham
  • Total saham yang diperoleh = Rp 100 juta / 5000 = 20.000 saham

 

Pada November 2015, harga saham XYZ stabil di angka Rp 5000 per saham. Tapi nilai tukar rupiah melemah menjadI Rp 12.500 terhadap dollar AS.

 

 

  • NAB investor dalam rupiah = Rp 5000 x 20.000 (lembar saham XYZ) = Rp 100 juta
  • NAB investor dalam dollar AS = Rp 100 juta / Rp 12.500 = USD 8000 (nasabah mengalami kerugian 20%)

 

Tapi Jika kurs rupiah menguat terhadap dollar AS menjadi Rp 9.500, maka investor akan diuntungkan. Makin rupiah berjaya, makin besar pula keuntungan kurs dan sebaliknya.

 

  • NAB Investor dalam dollar AS= Rp 100 juta / 9.500 = 10.526 dollar AS (investor udah untung 526 dollar AS)

 

 

Kalau sudah tahu karakteristik, keuntungan dan risiko reksa dana dollar AS, ini bakal memudahkan kita untuk memilih jenis investasi. Reksa dana dollar AS ini memang cocok untuk kita yang membutuhkan mata uang dollar AS, contohnya untuk biaya pendidikan di luar negeri.


Lantas pertanyaan kapan kita sebaiknya berinvestasi reksa dana dollar AS tentu terletak pada kesiapan kantong dan mental. Jika tujuan kita adalah investasi jangka panjang, maka waktu yang tepat adalah kapan lagi kalau bukan sekarang.

 

[Baca: Investasi Reksa Dana: Sama Mudah dan Amannya dengan Nabung di Bank]

 

 

 

Image credit:

  • http://finansiala.com/wp-content/uploads/2014/09/green-investing-craig1.jpg
  • http://media.bareksa.com/media/media/assets/image/2015/10/10701_petugas-menghitung-mata-uang-dolar-as-di-salah-sat_675_380_c.jpg
  • http://cdn.tmpo.co/data/2015/08/25/id_430942/430942_620.jpg