Cicipi Kredit Usaha Rakyat, Hidup Sejahtera pun Terbuka Lebar

Kredit dari bank bisa membuat keajaiban bagi jalan hidup seseorang. Enggak percaya? Simak saja kisah Atimiwati, pemilik ruko dan kedai es krim di kawasan Pasar Baru, Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Siapa yang menyangka kalau wanita 37 tahun ini dulunya jualan es lilin keliling dengan becak.

 

Hidupnya berubah total setelah mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Cabang Painan sebesar Rp 10 juta. Omset jualan es krimnya melesat di mana Atmiwati mengantongi omset Rp 2 juta per hari. ”Kami kerja keras mengembangkan usaha. Kedai kami buka 24 jam,” tuturnya.

 

Apakah semudah itu mendapatkan kredit? Terus gimana sama risikonya? Mengapa bank semudah itu mempercayainya? Wajar ada rentetan pertanyaan itu. Zaman sekarang, pinjam uang ke orang saja susah, apalagi ke bank!

 

Untungnya, pinjaman yang diperoleh Atmiwati itu adalah KUR yang jadi program pemerintah. Sejak tahun 2007, pemerintah memberikan jaminan bagi semua rakyat untuk mendapatkan KUR. Karena dijamin pemerintah, otomatis bank tak perlu takut mengucurkan kredit.

 

Pemerintah memang lagi semangat ’45 menyalurkan kredit jenis ini untuk mendukung usaha kecil menengah (UKM) yang produktif dan layak tapi belum bankable. Lebih detailnya sebagai berikut.

 

  1. Usaha Produktif adalah usaha untuk menghasilkan barang atau jasa untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan bagi pelaku usaha.
  2. Usaha Layak adalah usaha calon debitur yang menguntungkan/memberikan laba sehingga mampu membayar bunga/marjin dan mengembalikan seluruh hutang/kewajiban pokok Kredit/Pembiayaan dalam jangka waktu yang disepakati antara Bank Pelaksana dengan Debitur KUR.
  3. Belum Bankable adalah usaha yang belum dapat memenuhi persyaratan perkreditan/ pembiayaan dari Bank, seperti dalam penyediaan agunan.

 

Di bawah ini beberapa bank yang menjadi penyalur KUR.

  1. Bank Tabungan Negara (BTN)
  2. BRI
  3. Bank Mandiri
  4. Bank Syariah Mandiri
  5. BNI
  6. Bank Bukopin

 

BRI KUR Kredit Usaha Rakyat
BRI merupakan salah satu bank yang menjadi penyalur KUR (Kredit Usaha Rakyat)

 

Tentunya ketika mengajukan KUR bukan seperti datang lalu minta tiba-tiba. Ada sejumlah syarat dan ketentuan yang mesti diketahui dulu.

 

Khusus untuk debitur perorangan maka mesti punya dokumen berikut ini.

  1. KTP dan Kartu Keluarga
  2. Surat nikah bila sudah berkeluarga
  3. Izin usaha (Misalnya dari dinas pasar kalau berusaha di pasar atau surat keterangan dari kelurahan bila berusaha di rumah)
  4. Legalitas tempat usaha (sertifikat rumah, perjanjian kontrak)
  5. Rincian peruntukan kredit (permodalan, membeli alat, dan sebagainya)
  6. Agunan jika diminta bank. Maksudnya itu agunan bukan syarat mutlak untuk mendapat kucuran kredit.

 

Sedangkan debitur yang berbadan usaha, maka dokumen yang dibutuhkan

  1. Akta pendirian badan usaha
  2. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  3. Surat Izin Usaha
  4. Legalitas tempat usaha (sertifikat, perjanjian sewa tempat, dan sejenisnya)
  5. Laporan keuangan atau catatan keuangan
  6. Rincian penggunaan kredit
  7. Agunan jika diminta bank

 

Setelah semua lengkap, barulah mulai melangkah lebih jauh lagi yakni dengan mendatangi bank. Sebelumnya mesti menghimpun informasi dulu bank yang tepat untuk mengajukan KUR. Tepat di sini maksudnya, tiap-tiap bank siap menyalurkan KUR asalkan bidang usahanya sesuai dengan kriterianya.

 

 

 

KUR kredit usaha rakyat
Pemerintah siap membantu masyarakat yang ingin menjalankan usaha dalam skala mikro, kecil dan menengah lewat KUR

 

Contohnya BTN di mana usaha mikro, kecil, dan menengah yang menggarap sektor usaha industri, dagang, dan jasa. Hal yang sama juga berlaku di BRI tapi ada secara khusus juga menyalurkan KUR untuk sektor pertanian dan perkebunan. Di samping itu ada pula skema KUR di BRI untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

 

Tahap KUR umumnya sebagai berikut:

  1. Datangi kantor cabang bank terdekat
  2. Dokumen yang dipersyaratkan komplet
  3. Ajukan surat permohonan kredit
  4. Bank akan merespons dengan melakukan penilaian kelayakan
  5. Bank akan memberi keputusan terhadap permohonan kredit
  6. Jika disetujui maka pemohon akan dikenai biaya proses kredit dan harus dibayar sekaligus di awal. Tiap-tiap bank punya kebijakan tersendiri soal biaya ini. Tapi secara umum biaya itu antara lain biaya provisi, legal fee, biaya administrasi, dan lainnya yang ditetapkan bank.

 

Besaran suku bunga

Pemerintah sudah mematok suku bunga KUR mikro ini maksimal sebesar atau setara 22 persen efektif per tahun. Sedangkan suku bunga KUR Ritel maksimal sebesar atau setara 13 persen efektif per tahun.

 

Di samping itu, nasabah KUR juga tetap menyerahkan agunan kepada bank yang berupa agunan pokok yaitu kelayakan usaha dan obyek yang dibiayai. Meski begitu bisa saja ditanyai apakah ada agunan tambahan lainnya seperti sertifikat tanah maupun BPKB motor.

 

Siapa saja yang berhak KUR?

Semua warga Negara Indonesia berhak dapat kucuran dana KUR. Meski begitu ada beberapa aturan main yang mesti diketahui.

  1. Tak sedang menerima kredit/pembiayaan modal kerja dari bank yang dibuktikan dengan pengecekan sistem informasi debitur Bank Indonesia
  2. Selama mengajukan KUR, pemohon bisa pula menerima kredit konsumtif lain (KPR, kredit pemilikan kendaraan, kartu kredit)
  3. Mereka yang sudah menikmati KUR, dapat mengajukan lagi dengan menyertakan surat pelunasan.

 

KUR bank
Jangan malu mendatangi bank penyalur KUR untuk berkonsultasi. Lakukan penelitian dan simulasi secara menyeluruh sebelum mengajukan aplikasi.

 

Penutup, KUR adalah program mulai dari pemerintah agar rakyatnya semangat berwirausaha. Dengan berbagai kemudahan ini, kenapa tidak menjajalnya? [Baca: Menghitung Bunga KUR dan Cicilannya]

 

Selain mudah, prosesnya cepat, dan bunganya pun ringan. Lagi pula sudah banyak cerita manis mereka yang memanfaatkan KUR terbukti bisa ‘naik kelas’ kesejahteraannya.

 

 

 

Image credit: