Cegah Sia-siakan Uang dalam Perpanjangan Polis Asuransi Kendaraan

Sekali lagi, yang namanya asuransi mobil pastinya lebih berfungsi pada proteksi. Jaga-jaga kalau ada apa-apa sama mobil, begitu istilah gampangnya. Betul, asuransi mobil menitikberatkan pengalihan risiko dari pemilik kepada perusahaan asuransi. Tapi yang perlu digarisbawahi adalah pengalihan risiko itu mesti proporsional. Justru kalau terlalu over protektif bisa membuat uang kita sia-sia karena membayar premi terlalu mahal.

 

Nah, sebelum memperpanjang polis asuransi di tahun depan, ada baiknya mengevaluasi lagi apakah jaminan penggantian risiko yang ditawarkan asuransi masih dinilai kurang, sudah proporsional, atau malah terlalu berlebihan.

 

Mengapa? Bisa jadi uang yang dibayarkan demi perjanjian dalam polis asuransi nilainya tak sebanding dengan manfaat yang didapat. Lebih baik kelebihan bisa dialokasikan untuk ditanamkan di instrumen investasi lain yang memberi keuntungan.

 

Biar tenang memutuskan, ada baiknya baca berikut ini.

  • Pastikan polis asuransi yang pembayaran klaimnya cukupi kebutuhan Anda

Polis asuransi tak hanya memerinci apa saja yang ditanggung terkait kendaraan Anda, tapi juga siapa saja yang berhak masuk dalam polis asuransi. Misalnya saja apakah anggota keluarga lain yang menggunakan kendaraan yang diasuransikan itu ikut dijamin?

 

Boleh disebut, sebagian dari kita kadang membayar lebih besar untuk asuransi jiwa sebagai tambahan perlindungan pada saat mengambil kredit mobil, padahal di saat bersamaan sudah memiliki produk asuransi dari perusahaan lain.

 

Sebut saja asuransi itu sudah ada jaminan perluasan Personal Accident (PA). Opsi itu akan melindungi driver maupun penumpangnya jika terjadi insiden pada kendaraan tertanggung. Hanya, perluasan jaminan PA ini akan menambah besaran premi yang harus dibayar.

 

Masing-masing perusahaan asuransi punya kebijakan sendiri dalam menentukan besaran PA. Rentangnya mulai dari 0,1%-0,3% dari nilai pertanggungan.

 

Misalnya sudah memiliki asuransi jiwa, maka perluasan jaminan ini bisa tak perlu dimasukkan dalam paket asuransi untuk waktu ke depannya.

 

Intinya, tekankan kalau besaran premi bukan sekadar kewajiban yang mesti dibayarkan kepada perusahaan asuransi, tapi mesti selaras dengan besaran risiko dari kerugian yang diderita dalam skenario kecelakaan di mana Anda (termasuk keluarga) terluka atau melukai orang lain.

  • Kenali nilai mobil Anda

Bila mobil itu mengalami kecelakaan, sejauh mana kecelakaan itu mengakibatkan risiko finansial bagi Anda? Simpelnya, jika tak ada masalah bisa membeli mobil lain jika kendaraan Anda mengalami kerusakan parah, mungkin tak perlu asuransi.

 

Beda kasus jika kendaraan Anda adalah mobil premium yang mahal harganya, sebaiknya diasuransikan. Sebaliknya, jika usia mobil sudah melewati lima tahun, bisa dipertimbangkan untuk mengurangi total perlindungan karena nilainya sudah menyusut.

 

Pendek kata, nilai pasar mobil itu menjadi dasar dalam penentuan nilai pertanggungan. Nilai mobil pastinya akan mengalami penyusutan dari tahun ke tahun. Maka itu, penting untuk mengetahui dengan pasti nilai mobil tersebut di pasaran saat ini.

 

Di samping itu, opsi lainnya yang bisa dipilih adalah mengganti dari sebelumnya asuransi All Risk ke asuransi Total Lost Only (TLO). Alasannya, kerusakan yang diderita mobil dengan umur pakai lebih lama masih bisa diatasi isi kantong.

  • Berencana jual mobil

Jika ada rencana jual mobil di tahun depan, segera putuskan kapan waktunya. Tentunya Anda tak ingin menanggung premi untuk asuransi mobil yang sebentar lagi bakal jadi milik orang lain.

 

Lagi pula, asuransi itu tak bisa dipindahtangankan. Jadi, sebaiknya ubah pandangan yang menyebut mobil yang di-cover asuransi itu menjadi nilai tambah di harga jualnya. Jelas, pandangan itu keliru.

 

Polis asuransi akan batal secara otomatis bila mobil itu dijual. Bila memang ada rencana menjual mobil tersebut, pilihan terbaik adalah melaporkan ke perusahaan asuransi untuk pembatalan klaim.

 

Dalam proses pembatalan itu, terbuka kemungkinan mendiskusikan refund premi jika selama mobil itu diasuransikan belum pernah mengajukan klaim. Atau bisa pula minta keringanan premi untuk polis asuransi kendaraan baru yang henda Anda beli.

  • Perbarui penerima manfaat

Perbarui semua penerima manfaat pada polis asuransi jika mengalami perubahan. Misalnya saja kemungkinan memiliki anak di tahun depan. Misalnya dalam kasus jika dalam empat bulan anak akan lahir, maka segera laporkan ke perusahaan asuransi kalau ada penambahan penerima manfaat asuransi.

 

Pikirkan perlu atau tidak melindungi buah hati dengan tambahan jaminan perluasan personnal accident (PA). Hal ini bisa dikonsultasikan dengan broker atau perusahaan asuransi untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

 

Yang tak kalah penting, perbaharui identitas yang akan habis masa berlakunya di tahun depan. Jangan sampai karena masalah ini bisa menggugurkan klaim yang sudah menjadi hak Anda.

 

Pelajaran utama sebelum memperpanjang polis asuransi mobil adalah mengenali lagi risiko-risiko atas kendaraan di tahun depan demi kepentingan Anda dan keluarga. Langkah awal bisa dengan memeriksa lagi polis asuransi kendaraan bermotor. Apa saja yang termasuk dalam klausul risiko yang dijamin dan mana yang tak dijamin.

 

Jika memang risiko kendaraan di tahun depan makin tinggi, tak ada salahnya untuk menambah lagi proteksi dengan perluasan jaminan seperti Personal Accident (PA), huru hara, maupun Tanggung jawab hukum ke pihak ketiga (TJH III).

 

Sementara jika dicermati justru kelebihan bayar premi, ada baiknya di-review lagi sebelum polis asuransi habis masa berlakunya. Anda punya hak untuk menegosiasikan ulang kesepakatan untuk mendapatkan jaminan yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, uang yang digunakan membeli produk asuransi tak terbuang sia-sia lantaran tidak dibutuhkan.

 

Jika memang perusahaan asuransi tak memberi ruang negosiasi, tak ada salahnya beralih ke perusahaan asuransi lain. Di samping itu, jika beruntung, Anda bisa memanfaatkan program-program diskon dari sejumlah perusahaan asuransi yang biasanya marak ditawarkan di akhir tahun. Tentunya dengan catatan, produk asuransi itu sesuai dengan kebutuhan.