Cari Harga Terbaik Lewat Simulasi Kredit Motor

Melakukan kredit motor begitu digemari konsumen. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia mencatat penjualan kendaraan roda dua tahun 2010 menembus angka 6,5 juta unit. Jumlah tersebut naik dibanding penjualan tahun 2009 yang mencapai 5,851 juta unit. Dari jumlah unit terjual, sebagian besar atau hampir 60-70 persen proses pembeliannya ditopang oleh perusahaan pembiayaan (leasing).
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mewanti-wanti konsumen agar berhati-hati memilih lembaga pembiayaan. Lembaga ini mengingatkan tidak semua perusahaan pembiayaan memiliki kredibilitas yang handal untuk memberikan kucuran kredit.
Alih-alih mendapatkan cicilan motor dengan nyaman, justru konsumen acapkali dirugikan dengan bunga yang kelewat tinggi dan perikatan perjanjian yang merugikan. Itulah sebabnya, YLKI menganjurkan agar konsumen mencermati perusahaan pembiayaan lebih dahulu. (*Ref 1)
Sebelum menentukan pilihan, tak ada salahnya mensurvei beberapa perusahaan pembiayaan terlebih dulu. Ada baiknya survei langsung ditujukan kepada perusahaan pembiayaan yang bonafide dan terpercaya. Dari situ bisa menemukan penawaran terbaik, terutama dari segi harga.
Penawaran terbaik itu bisa diketahui dari simulasi kredit motor. Komparasikan hasil simulasi kredit motor itu antara satu leasing dengan yang lain. Baru deh terlihat leasing yang memberikan penawaran terbaik.
Tapi itu jangan jadikan patokan satu-satunya. Tetap cermati plus minus masing-masing leasing. Misalnya saja sejauh mana kemudahan atau fleksibilitas membayar cicilan. Apakah ada fasilitas autodebet dari bank biar tak selalu antre di counter leasing atau lewat transfer. Bisa juga dilihat besaran denda jika telat membayar cicilan. Dilihat juga apakah ada opsi bisa melunasi di tengah jalan, dan lain sebagainya.
Perhatikan juga sejauh mana perusahaan pembiayaan tidak mempersulit konsumen memiliki BPKB motor. Begitu cicilan lunas, maka BPKB wajib diserahkan ke konsumen. Ada beberapa kasus oknum leasing menggadaikan BPKB.
Kemudian cermati juga jatuh tempo cicilan. Usahakan jatuh tempo disesuaikan dengan kondisi keuangan atau saat sudah gajian. Jangan sampai jatuh tempo sebelum gajian. Jika ini terjadi, siap-siap saja kena denda keterlambatan. Mensiasati dengan mencari dana pinjaman tanpa jaminan atau pinjaman cepat tanpa jaminan untuk menambal cicilan jelas bukan langkah bijak.
Yang tak kalah penting adalah besaran uang muka. Sebaiknya uang muka berasal dari kemampuan keuangan sendiri. Hindari menggunakan uang muka lewat cara pinjaman. Entah itu memanfaatkan pinjaman dengan agunan atau pinjaman tanpa agunan. Cara ini hanya membuat beban kewajiban makin bertambah-tambah.
Kemudian ingatlah, konsumen adalah raja. Jadi, silakan bernegosiasi harga karena itu hak konsumen. Siapa tahu ada program potongan harga. Biasanya, program itu ditawarkan saat menjelang Idul Fitri atau di penghujung tahun. Alasannya, saat Idul Fitri tingkat konsumsi masyarakat meninggi. Sementara di ujung tahun, pabrikan motor ingin seluruh produksinya habis sebelum pergantian tahun.
*Ref 1: http://www.ylki.or.id/cermat-memilih-leasing-motor.html