Cara Sulap Rumah Jadi Kos-Kosan Beromzet Besar

Punya rumah lebih dari satu jelas adalah keuntungan. Terutama jika berlokasi di area kampus atau dekat dengan pusat bisnis.

Salah satu rumah bisa dijadikan kos-kosan beromzet besar. Namun punya rumah satu pun bisa mendatangkan penghasilan jika diubah jadi tempat indekos.

Hanya, dibutuhkan tambahan perjuangan untuk mewujudkan hal tersebut. Apalagi jika ada masalah dana untuk renovasi.

Namun tenang, jika tertarik menyulap rumah jadi kos-kosan dengan omzet bejibun, berikut ini triknya:

1. Renovasi maksimal

Layaknya kos-kosan, rumah mestinya punya banyak kamar. Makin banyak kamar, makin besar potensi penghasilan.

kost05
Renovasi rumah jadi kos-kosan gede kayak gini, biar untung juga gede (kost-kostan / kaskus)

Karena itu, renovasi harus dilakukan. Namun harus diingat, renovasi mesti semaksimal mungkin. Jika tidak, bisa-bisa malah menanggung kerugian.

Misalnya bikin kamar dengan material seadanya. Ketika tiba musim hujan, eh cat mengelupas. Eternit bocor. Atau engsel pintu lepas. Malah tombok buat biaya perbaikan.

Betul, renovasi maksimal butuh biaya lebih besar. Kurangnya dana bisa diselesaikan dengan mencari pinjaman atau kredit multiguna.

Di BFI, misalnya, ada kredit multiguna dengan jaminan BPKB dan plafon sampai Rp 10 miliar. Yang penting, hitung dulu dengan cermat kebutuhan biaya renovasi.

Kalau memang harus cari pinjaman, pertimbangkan bunga dan kondisi keuangan pribadi. Kan gak lucu kalau malah gagal bayar angsuran lantaran pinjam uang gak pakai perhitungan.

CTA BFI

2. Tentukan pangsa pasar

Sebelum renovasi, bikin analisis sasaran yang akan dibidik untuk mengisi kamar kos. Jika lokasi rumah dekat dengan kampus, targetkan mahasiswa.

Biasanya, mahasiswa gak begitu nuntut fasilitas. Yang penting kamar bisa buat tidur dan tarifnya murah.

Lain kalau menargetkan pekerja. Rumah kos mesti terlihat elegan dan rapi. Syukur-syukur ada layanan laundry dan Internet dari kita buat pekerja, yang identik dengan kebutuhan sehari-hari.

Pangsa pasar ini menentukan ongkos renovasi yang akan dilakukan. Juga potensi penghasilan yang bisa didapat. Tarif kos mahasiswa dengan pekerja jelas berbeda, dong.

3. Interior sangat penting

Orang kadang hanya mementingkan rupa ketimbang hati. Dalam hal ini, renovasi mestinya menyentuh semua aspek, termasuk interior.

kost
Rapi dan sirkulasi udara yang bagus harus banget jadi pertimbangan saat merancang interior kamar karena bakal menjadi nilai jual lebih (kamar nyaman / masterdesaininteriorkamar)

Sesuaikan desain interior dengan pangsa pasar. Harus bisa menciptakan suasana yang hangat agar para penyewa betah tinggal berlama-lama.

Artinya, pundi-pundi lebih gampang terisi karena gak perlu pontang-panting cari penyewa kamar. Dalam desain interior, pemilihan warna juga kadang menentukan. Disarankan ambil warna cat putih karena netral dan kebanyakan orang suka.

4. Total promosi

Setelah semua siap, tiba waktunya melangkah dalam bisnis ke tahap promosi. Rumah kos mestinya diiklankan semaksimal dan sekreatif mungkin.

Penyebaran atau penempelan brosur sudah pasti. Yang juga gak boleh terlewat adalah promosi via online.

Saat ini sudah banyak e-commerce alias situs jual-beli di Indonesia. Tinggal kita pilih mana yang terbaik. Mungkin saja pilih semuanya agar promosi lebih tersebar.

Selain itu, kita bisa memanfaatkan situs pencari kos untuk promosi. Beberapa situs pencarian seperti itu juga menawarkan forum yang bisa dipakai untuk komunikasi dengan calon pembeli.

5. Ramah pada penghuni

Menunjukkan sikap ramah menandakan bahwa para penghuni kos diterima dengan baik. Kalau sudah seperti ini, bukan mustahil mereka mau berlama-lama tinggal di kos.

dramafever_suzy_3_whatadrama
Makin betah kayaknya kalau penghuni kost-nya ramah dan kece kaya begini (tetangga ramah / dramafever)

Atau bahkan mengajak saudara atau teman untuk satu kos. Walhasil, kamar lebih cepat dan lebih lama penuh. Ujungnya, pemasukan tetap mengucur bulan demi bulan dari usaha rumah kos.

Bersyukurlah kalau punya rumah di lokasi strategis. Terlebih yang pas buat usaha. Dari rumah itu bisa dihasilkan dana tambahan buat tabungan.

Setelah ada modal berupa rumah itu, tinggal kitanya yang mengolah usaha. Cari pinjaman buat mengembangkan usaha itu sah-sah saja.

Namun harus diketahui bahwa pinjaman itu diberikan untuk dilunasi. Lha iya, kan.

Kalau digelontorkan begitu saja itu namanya hibah. Mau dapat hibah?

Gampang. Jangan jadikan rumah sebagai kos-kosan, melainkan markas organisasi masyarakat yang meminta pemerintah mengongkosi aktivitas operasional.

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Kredit Multiguna atau Kredit Renovasi Rumah: Yang Mana Bisa Jadi Solusi Dana Renovasi Rumah?]

[Baca: 8 Ide Bisnis Rumahan yang Gak Bakal Ikutan Lesu Kayak Rupiah]

[Baca: Ide Usaha Kreatif Apa Sih yang Masih Bisa Dilirik]