Cara Menggunakan Kartu Kredit Agar Gak Terjerumus ke Jurang Blacklist BI

Sudah jamak diketahui kan kalau kartu kredit itu bak pisau bermata dua. Banyak yang bisa memetik manfaatnya, tapi gak sedikit juga yang malah menuai badai.

Makanya, jangan suka menyalahkan kartu kredit. Toh, keputusan penggunaan kartu kredit ada di tanganmu sendiri.

Yang perlu diingat, sekali kamu sudah menggunakan kartu kredit, berarti kamu memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk melunasi dong. Jangan sampai telat, menunggak, atau malah kabur dari kewajiban.

Kok gitu?

Soalnya, pemakaian kartu kredit bisa jadi tolok ukur performa keuanganmu. Ketika kartu kredit sudah digunakan, otomatis bank penerbit bakal melaporkan setiap transaksi kepada Bank Indonesia.

Kalau lancar sih gak masalah, lha kalau sering telat, menunggak atau bahkan macet? Wah, bisa dipastikan masuk blacklist dong.

Banyak kok cara agar kamu jauh dari blacklist BI. Nah, begini cara menggunakan kartu kredit agar kamu tetap nyaman bertransaksi tanpa musti takut di-blacklist.

Lihat kemampuan

Kartu kredit itu bukan dana cadangan atau bahkan dana talangan. Kartu kredit itu cuma alat pembayaran di mana kamu gak perlu bayar pada saat transaksi.

cara menggunakan kartu kredit
Setiap transaksi, pikir dua kali dulu apakah itu untuk kebutuhan atau hanya berbelanja keinginan? (Mesin EDC / Blogspot)

Jadi, walaupun kamu sudah mengantongi kartu kredit dengan limit Rp 10 juta misalnya, sementara gaji kamu Rp 5 juta per bulan, ya bakal gak bijak kalau pemakaiannya membengkak sampai 80% atau bahkan overlimit.

Jadi gunakan kartu kreditmu sesuai kemampuan. Bikin alokasi kebutuhan dan taatilah sebelum mulai menggesek.

Perhatikan Frekuensi Pemakaian

Oke, ini memang agak susah. Iklan kartu kredit selalu mengajakmu untuk ‘terus bertransaksi dan dapatkan hadiahnya’.

Tapi sekali lagi, bukan itu inti dari kartu kredit. Esensi dasar kartu kredit adalah memudahkan transaksi pembayaran tanpa harus membawa uang tunai, bukan untuk membeli barang yang sebenarnya gak mampu kamu beli.

Rasio utilisasi

Frekuensi pemakaian kartu kredit yang tinggi bakal berdampak pada tingginya rasio pemakaian kartu kredit. Seperti besaran porsi utang yang dianjurkan, pemakaian kartu kredit juga gak boleh lebih dari 30% limit.

Jika rasio utilisasi tinggi selama berbulan-bulan tanpa pernah kamu lunasi (karena selalu bayar minimum payment), bisa dipastikan skor kreditmu di Bank Indonesia bakal terpengaruh.

Hindari minimum payment

“Lho, tapi performa pembayaran saya lancar kok!” Iya, mungkin oleh bank penerbit kamu tergolong nasabah yang lancar dalam pembayaran. Tapi kalau cuma minimum payment, ya sama saja bohong.

cara menggunakan kartu kredit
Semangat kala mengajukan kartu kredit, tapi letoy kala membayar tagihan. Itukah kamu? (Tangan Pegang Kartu / Suara)

Selalu bayar penuh tagihan yang tertera di statement kartu kredit. Agar kamu selalu bisa melunasi tagihan, ya usahakan pemakaian kartu kredit gak melebihi porsi yang dianjurkan itu tadi.

Selain buat mengamankan keuanganmu, melunasi tagihan secara penuh setiap bulan bakal membuat skor kreditmu bagus.

Manfaatkan Beragam Promonya

Banyak bank yang menerbitkan kartu kredit khusus belanja bulanan. Dengan kartu kredit jenis ini, kamu bisa menikmati diskon belanja di supermarket sampai 10% setiap hari.

Artinya apa? Dengan diskon tersebut, kamu bisa mengalokasikan anggaranmu untuk keperluan lain. Misalnya saja dalam sebulan kamu berbelanja bulanan sebesar Rp 1 juta, maka kamu bisa menghemat Rp 100 ribu yang bisa kamu tabung atau investasikan.

Belum lagi jika kartu kredit tersebut menawarkan cash back. Lumayan kan?

Pahami semua aturan

Dengan memiliki kartu kredit, kamu gak bisa serta merta main gesek sana-sini. Ada aturan-aturan yang berlaku untuk melindungi kedua belah pihak (nasabah dan bank).

cara menggunakan kartu kredit
Punya kartu kredit sebanyak ini apa gak pusing mengaturnya tuh? (Kartu Kredit di Dompet / Tstatic)

Pastikan kamu baca dan pahami aturan yang ada, termasuk semua biaya yang mungkin dibebankan kepadamu. Contoh biaya yang bisa dibebankan ke kamu:

– Surcharge kala bertransaksi di merchant

– Biaya tahunan (beberapa bank menggratiskan di tahun pertama)

– Biaya materai

– Biaya overlimit

– Bunga

In the end, kalau kamu sudah memahami aturan, kamu gak bakal protes kepada bank. Kecuali mereka membuat kesalahan yang merugikan.

Kredit histori ini penting sebagai patokan bank sebelum memproses suatu pengajuan. Misal saja suatu hari kamu butuh pinjaman berupa KTA atau KPR, maka bank bakal mengecek histori kreditmu yang tercatat di Bank Indonesia. Kalau skormu jelek dan dianggap macet, wah siap-siap pengajuanmu bakal ditolak.

So, bijak memakai kartu kredit adalah kunci keuangan yang sehat. Selain bebas dari tagihan yang menumpuk, kamu bisa lebih baik menata masa depan.

Pengin Dapat Kartu Kredit yang Menawarkan Diskon Belanja 10% Setiap Hari sekaligus Cash Back Setiap Bulan? Ajukan Sekarang Juga di Sini

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Terjerat Utang Kartu Kredit Lebih dari Satu Tahun, OMG, Gimana Dong!

[Baca: Gak Mau Terjungkal ke Dalam Jurang Utang Kartu Kredit Kan? Simak 4 Hal Berikut!]

[Baca: Pembayaran Tagihan Rutin Pakai Kartu Kredit Bikin Pengeluaran Lebih Ringan Apa Sebaliknya?]

[Baca: Punya Kartu Kredit Banyak Bisa Bikin Kamu Lebih Hemat. Gak Percaya?]