Butuh Uang? Jangan Buru-Buru ke Bank. Coba Jual 8 Barang Ini

“Dijual motor Yamaha Mio 2016, butuh uang!” Iklan semacam itu kerap muncul di situs ataupun forum jual-beli Internet.

Dua kata terakhir, “butuh uang”, menandakan bahwa penjualnya ingin segera menjual barang itu karena kepepet.

Nah, pilihan menjual aset ini sering terlupa atau sengaja gak diambil saat butuh uang. Salah satu alasannya, sayang kalau jual barang. Lalu apa opsi yang dipilih? Pinjam uang.

Jangan salah paham, ya. Pinjam uang itu bukan pilihan buruk. Malah banyak pengusaha yang bisa sukses berkat pinjaman modal usaha.

Namun tentunya bukan asal pinjam. Apalagi duit dari rentenir. Bisa-bisa malah sudah jatuh tertimpa tangga.

Meminjam dana membutuhkan kejernihan berpikir. Ini yang sering gak ada ketika dalam keadaan kepepet butuh duit.

Ambil kredit tanpa agunan (KTA) tanpa mempertimbangkan kemampuan bayar, misalnya. Tahu-tahu berurusan dengan penegak hukum di pengadilan karena gak sanggup melunasi pinjaman.

Kenapa gak mencoba memanfaatkan aset dulu? Opsi menjual aset ini lebih memastikan fondasi keuangan selanjutnya.

Sebab, gak ada tanggungan untuk bayar cicilan rutin. Hidup pun bisa berjalan normal tanpa perlu memikirkan beban pinjaman.

Berikut ini contoh aset yang bisa dipakai untuk mengatasi kebutuhan dana mendesak:

1. Mainan

buru-buru ke bank
Jangan remehin ‘the power of mainan’ ya, bisa juga ngehasilin duit (Mainan / satujam)

Jika mengoleksi mainan bernilai tinggi, misalnya action figure, aset itu bisa dijual demi kebutuhan dana. Mungkin bisa pilih mainan yang gak langka-langka amat.

Namun jika dana yang dibutuhkan mengharuskan penjualan koleksi yang paling mahal, apa boleh buat. Contoh mainan lain yang bisa dimanfaatkan adalah Lego, Hot Wheels, dan bahkan boneka Barbie asli.

2. Komik

Suka baca komik? Gak perlu malu. Malah hobi itu bisa mendatangkan keuntungan ketika sedang butuh duit.

Komik, terutama yang terkenal dan langka, sering diburu kolektor. Bisa dilihat beberapa grup Facebook pencinta komik. Di sana bisa jual-beli komik dengan harga pantas, bukan loakan.

3. Perhiasan

Yang satu ini gak perlu diragukan lagi nilainya, khususnya emas. Emas memang merupakan salah satu alat investasi.

Jadi, entah berbentuk batangan atau perhiasan, pasti akan laku di pasaran dan nilainya bisa lebih tinggi ketimbang dulu saat dibeli. Tapi, harus ada sertifikat agar nilainya terdongkrak. Kalau gak ada sertifikat, bisa dikira curian dan dihargai murah.

4. Jam tangan

Jam tangan premium seperti Hublot, Audemars Piguet, Richard Mille, sampai Rolex juga bisa dijadikan aset investasi. Gak cuma buat gaya atau penunjuk waktu.

buru-buru ke bank
Waktu adalah uang benar banget, apalagi yang nilainya mahal kayak gni (Jam Tangan / ablogtowatch)

Namun jam kelas menengah semacam Victorinox atau Vostok juga bisa dijual dengan harga tinggi. Apalagi bila serinya terbilang langka. Hanya, pastikan jualnya ke orang yang paham jam. Bukan di emperan jalan.

5. Tas

Sama seperti arloji, tas premium juga bernilai tinggi dan dapat menjadi investasi. Tapi tas itu harus bener-bener branded, ya. Bukan yang abal-abal. Jangan meremehkan, lho. Bahkan artis banyak yang tertipu saat beli tas branded.

6. Sepatu

Bila punya sepatu berkualitas dalam kondisi masih bagus, setidaknya 90 persen, bisa deh coba dijual. Apalagi yang masih ada boksnya. Peluang laku dengan harga tinggi lebih besar.

Namun tentunya bukan sembarang sepatu yang bisa dilego dengan harga hampir sama seperti saat beli. Sepatu yang punya pasar bagus dalam kondisi bekas adalah yang berjenis sneakers, terutama yang edisi khusus.

7. Pakaian

Pakaian bekas yang masih pantas pakai pun bisa dijadikan penolong saat butuh dana. Mungkin bisa celana, baju, jaket, rompi, atau apa pun.

Yang pasti, makin bernilai merek pakaian, makin tinggi nilainya meski dijual dalam kondisi bekas. Jangan sumbangkan semua pakaian pantas pakai yang sudah gak muat, siapa tahu butuh kelak.

8. Alat musik

buru-buru ke bank
Yeah, si opa gayanya oke nih, rock and roll bingits! (Gitar / guitar-bass)

Menjual alat musik  boleh juga, apalagi jika alat itu sering nganggur di rumah. Daripada jadi sarang nyamuk, mending dijadikan duit buat menutup kebutuhan.

Delapan aset di atas hanya contoh. Mungkin ada barang lain yang bisa dijual di rumah. Sarana untuk menjual aset-aset itu pun banyak tersedia, terutama online.

E-commerce sedang menggeliat di Indonesia, sampai-sampai pemerintah kudu bikin aturan lagi buat mempertegas penarikan pajak dari pelaku jual-beli online itu. Kita bisa memanfaatkan momentum ini bila sedang butuh uang segera.

Sekali lagi mesti digarisbawahi, meminjam uang bukanlah pilihan salah. Apalagi jika pinjam ke bank, yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan dan diatur Bank Indonesia.

Namun bila ada barang yang bisa dijual dan kebutuhan dana teratasi, cara itu bisa jadi lebih baik. Bila nanti masalah teratasi, bisa ngumpulin duit lagi buat beli barang yang sama.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Buat yang Lagi Butuh Dana, Ini Dia 5 Produk KTA dengan Bunga Terendah]

[Baca: Investasi Perhiasan Emas Tetap Bisa Bikin Untung Kok, Asal…]

[Baca: Pinjam Uang Kok Ribet Ya? Ada Ga Sih Kredit Tanpa Agunan yang Syaratnya Cuma KTP Aja?]