Bunuh Diri, Pria Ini Wariskan Utang Miliaran ke Dua Anaknya

Terlilit utang, tidurpun gak nyenyak. Ya, siapa sih yang bakal tenang hatinya kalau punya banyak utang namun kesulitan untuk melunasi.

Seperti yang dialami seorang lelaki di Inggris berikut ini. Stres karena utangnya membengkak hingga 70 ribu Poundsterling atau setara Rp 1,3 miliar, ia tak hanya sulit tidur. Ia malah memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Nigel Hurst nama ayah dua anak tersebut. Jenazah pria malang itu ditemukan petugas pengadilan yang mendatangi kediamannya untuk menyita rumahnya. Pria 56 tahun itu diketahui hidup tanpa air maupun pemanas sebelum mengakhiri hidupnya.

Kepada Daily Record, putri Nigel, Jessica (26), mengatakan bahwa uang sang ayah di rekening bank tinggal tersisa 5 Poundsterling atau sekitar Rp 95 ribu saja, berbulan-bulan sebelum bunuh diri. Dalam sebuah surat yang ditulis untuk Jessica dan adiknya, Sally, Nigel mengatakan bahwa kematian adalah jalan terbaik untuk terbebas dari utang.

Begini bunyi petikan suratnya:

“Aku menulis ini dengan kesedihan mendalam. Aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku.
Aku sudah lama merasa tidak bahagia. Aku tak bisa melanjutkan hidup.
Sekarang aku akan kehilangan rumahku dan harga diriku.
Aku putuskan untuk pergi.”
Jangan bersedih terlalu lama. Bagiku, kematian justru memberikan kelegaan. Aku mencintai kalian berdua dan akan selalu mencintai kalian”

Nigel menghabisi nyawanya sendiri pada bulan Oktober tahun lalu. Di saat-saat terakhir kebersamaannya dengan Jessica dan Sally, Nigel memang mendadak jadi lebih pendiam. Setelah sang ayah meninggal, petugas pengadilan hanya memberikan waktu beberapa jam saja untuk mengambil barang-barang sentimentil dari rumah sang ayah.

Ternyata, masalah tak habis sampai di situ. Selepas kematian Nigel, utang terus membengkak. Hingga bulan Mei, utang tersebut kini sudah lebih dari 82 ribu Poundsterling atau setara Rp 1,5 miliar.

Awal utang

Lalu, gimana sih ceritanya utangnya bisa segitu banyaknya? Semua berawal dari utang kartu kredit sebesar 2.203 Poundsterling dan pinjaman dana sebesar 1.500 Poundsterling.

Pada tahun 2015, utang tersebut sudah membengkak jadi lebih dari 9 ribu Poundsterling plus biaya-biaya dan bunga. Saat itulah Nigel resmi mengalami kebangkrutan.

Kala itu, Nigel yang masih bekerja sebagai petugas perawatan taman, sepakat mencicil utangnya 880 Pounds per bulan. Namun, baru-baru ini ia tak lagi mencicil.

Menurut Jessica, bisa jadi hal itu karena Nigel memang sudah tidak mampu membayar cicilan. Terlebih, ia menderita kanker.

Sempat ada usaha perkecil utang

Sebenarnya, keluarga Nigel bukannya tanpa usaha. Pada bulan Mei tahun ini, sang putri, Jessica, berniat membayar sebesar 40 ribu Poundsterling. Tujuannya supaya rumah sang ayah tak disita.

Namun, BDO UK, firma tempat Nigel berutang, menolak. Alasannya, nominalnya terlalu kecil.

Baru ketika ada intervensi dari Tim Farron, anggota parlemen lokal, BDO bersedia menurunkan ambang pembayarannya menjadi 35.869 Poundsterling. Namun, tetap saja, keluarga Nigel tak bisa mempertahankan rumah mereka.

Rumah bernilai 140 ribu Poundsterling tersebut mau gak mau harus dijual. Pasalnya, rumah tersebut sudah diagunkan dengan nilai 56 ribu Poundsterling, disamping utang lain senilai 11 ribu Poundsterling.

BDO UK juga menolak memberikan rincian soal bagaimana utang Nigel bisa sedemikian membengkaknya. Mereka bahkan sudah menunjuk wali yang ditugasi menjual rumah setelah Nigel bangkrut. Alasannya karena si pria malang tak mampu membayar utang.

Trauma buat keluarga

Kisah ini membuktikan, mengakhiri hidup tak lantas membuat seseorang terbebas dari utang. Pada akhirnya, keluarga yang harus menanggung kewajiban yang ditinggalkan sang empunya utang.

Dalam hal ini, Jessica dan sang adik, Sally, harus mengalami trauma berkepanjangan. Sudah kehilangan ayah tercinta, mereka juga tak bisa mempertahankan rumah yang jadi salah satu sisa kenangan hidup bersama sang ayah.

Pelajaran berharga

Nah, buat kalian yang sedang berencana berutang, yuk pertimbangkan baik-baik, apakah tujuan kalian untuk berutang sudah tepat? Artinya, apakah memang dana utangan tersebut nantinya bakal digunakan untuk keperluan mendesak atau sekedar untuk memenuhi gaya hidup?

Kalau nantinya cuma bakal dipakai beli barang-barang tersier, mending urungkan niatmu deh. Apalagi kalau kamu gak siap untuk membayar cicilannya dengan disiplin. Gak lucu kan kalau kamu nanti terlilit utang, putus asa, lalu kepikiran buat …

Ah, jangan sampai deh ya guys. Makannya yuk lihat tips-tips ampuh buat melunasi utang ala MoneySmart.