Bukan Cuma Calon Pacar yang Butuh PDKT, Calon Investor Juga!

Dani dan Silvy tampak sibuk di depan laptop masing-masing, sesekali tampak dahi mereka berkerut. Sampai-sampai mereka gak sadar kalau hari sudah malam. Emangnya mereka lagi ngapain sih?

Selidik punya selidik, Dani dan Silvy yang keduanya masih bekerja sebagai karyawan, sedang fokus berkutat dengan proposal bisnis. Yup, mereka berdua dapat kesempatan buat presentasiin ide bisnis di depan seorang calon investor.

Banyak dari kita yang jadi karyawan juga punya mimpi buat punya usaha sendiri kan? Seringkali kendalanya adalah kurang modal. Walau bisnis yang bagus adalah bisnis yang punya nilai jual unik (Unique Selling Point), tapi modal merupakan fondasi utama supaya bisnis bisa jalan.

Nih, beberapa hal yang harus kita siapkan saat memperoleh kesempatan buat PDKT sama calon investor.

1. Kesan pertama

Kesan pertama dimulai dari penampilan yang rapi, mencerminkan betapa kita menghargai diri sendiri dan orang yang ditemui. Dalam hal ini ya investor dong. Tapi ingat, jangan berlebihan. Sewajarnya saja ya.

calon investor
Jangan sepelekan kesan pertama lho, kalau calon investor ilfeel sama kamu, mustahil dapat suntikan dana (pandangan pertama / nicholasboothman)

Termasuk juga cara bicara dan alur komunikasi. Gunakan bahasa yang baik dan intonasi yang jelas dan tegas. Siapkan bahan presentasi seapik mungkin dan mempresentasikannya di depan calon investorr sejelas dan sedetail mungkin.

2. Jaga track record

Sangat penting menjaga track record karir maupun bisnismu tetap bersih untuk kepentingan apapun. Terlebih lagi jika kasusnya ingin memenangkan hati calon investor. Mereka ingin merasa tenang saat menanamkan sejumlah uang.

Tidak terlibat korupsi, penyalahgunaan uang perusahaan, penipuan, maupun skandal yang dapat mencoreng nama baik, pasti menjadi nilai lebih di mata investor. Kalau dari rekam jejak saja sudah jelek, gimana investor mau percaya.

3. Highlight pengalaman

Banyak orang mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik. Ya, karena pengalaman gak didapatkan di bangku sekolah manapun. Gak ada salahnya pamer sedikit soal pengalaman kita dalam berbisnis saat presentasi depan investor.

calon investor
Gak salah untuk pamer keberhasilanmu di depan investor tapi jangan pernah mengklaim melakukan suatu hal yang gak pernah kamu lakukan. (sukses / huffingtonpost)

Soroti keberhasilan kamu dalam mengembangkan usaha supaya investor makin terkesan. Kalau perlu, berbagi sedikit kisah perjuangan ketika baru merintis usaha.

Ini agar calon investor yakin bahwa uang investasinya gak akan menguap sia-sia begitu saja. Karena dengan pengalaman, kerugian paling gak bisa diminimalisir. Dan saat ada krisis atau masalah dalam bisnis nanti, orang-orang berpengalaman lebih tenang dan bisa mencari solusi.

4. Punya visi dan misi yang jelas

Mau bikin bisnis yang didanai oleh investor sudah pasti harus punya visi dan misi yang jelas. Pastikan saat memilih visi dan misi bisnis yang ditawarkan, calon investor bisa memahami arah dan tujuan.

Sekali lagi, uang yang mereka gelontorkan tidaklah main-main. Kalau hanya ‘“Ya kita mau bikin startup aja pak.” Tanpa penjelasan soal business plan dalam jangka panjang dan return on investment (ROI) jangan harap calon investor bakal tertarik.  

5. Prospek bisnis

Fokus utama investor pasti ingin uangnya beranak-pinak, alias memperoleh keuntungan. Itu artinya kita harus mampu meyakinkan mereka soal prospek bisnis yang kita jalankan. Apakah potensinya bagus dalam jangka panjang?

calon investor
Yakinkan mereka kalau prospek bisnismu bisa mencetak laba besar atau menghasilkan valuasi yang tinggi (hujan uang / jurnalindonesia)

Lakukan research mendalam dan akurat biar gak malu-maluin di depan calon investor. Lebih bagus lagi jika membawa data statistik. Mereka biasanya senang dengan angka, bukan berandai-andai atau buaian semata. Siapkan perhitungan yang matang dan sesuai dengan realita.

Jangan sampai ada yang terlewatkan. Investor biasanya tertarik dan concern dengan angka alias perhitungan biaya.

6. Kredibilitas manajemen harus meyakinkan

Salah satu hal yang bisa bikin investor percaya adalah profil manajemen yang terlibat dalam perusahaan. Kalau mereka percaya dengan anggota tim kita yang menjadi kunci operasional perusahaan, tentunya mereka akan lebih gampang kasih kucuran dana segar.

Oleh karena itu, pastikan sejak awal kita memilih sosok profesional yang kredibel dan memiliki rekam jejak yang baik dalam tim. Dengan begitu, kita bisa ikut menjual tim kita saat presentasi depan investor.

“Kami punya Pak Super sebagai CTO. Dia ini lulusan ITB, sudah pernah bikin startup sukses, dan baru terpilih jadi Young CTO of the Year versi Majalah TopBanget.” Bangga dan gak malu-maluin ngomongnya, kan?

Gimana nih, sudah siap dong memenangkan hati calon investor biar proposal bisnis kamu diterima? Mungkin masih banyak hal lain yang bisa kamu lakukan buat melengkapi cara-cara di atas. Selama caranya baik dan gak ‘tricky’ maju terus ya.

Jangan kalah sebelum berperang. Berusaha dulu sebaik mungkin, dimulai dari persiapan pastinya. Taklukkan hati calon investor, dan semoga sukses ya dengan bisnisnya!

 

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Contek Kiat Bisnis Ala Erwin Aksa Kalau Mau Cepat Sukses]

[Baca: Berapakah Usia Emas Buat Merintis Bisnis Sendiri]

[Baca: Sukses Berbisnis Bisa Kok Asal Hindari Jebakan Betmen Ini]