Buka Usaha Jual Martabak Yuk Biar Kayak Anak Jokowi

Semua gara-gara anak Jokowi!

Ups, bacanya jangan pakai nada marah-marah. Ini gak ada sangkut pautnya sama emosi. Justru gara-gara anak Jokowi, banyak orang yang ingin meniru kesukesan bisnis kuliner.

Sudah paham siapa yang dimaksud, kan? Yup, anak sulung Presiden Jokowi yang bernama lengkap Gibran Rakabuming Raka dengan martabak Markobar-nya.

Gara-gara Gibran ini, usaha martabak manis naik kelas. Tadinya hanya makanan kelas pinggir jalan, sekarang bisa dikunyah sambil haha-hihi duduk di kafe dan WiFi-an.

Gibran punya kontribusi yang besar atas naik kelasnya martabak manis. Paling nyata saat dia pamerkan martabak sebagai salah satu food stall pesta pernikahannya beberapa waktu lalu.

Kebayang kan siapa yang nikmati? Wong tamu-tamunya saja kelas atas macam sosialita, pejabat tinggi, sampai tamu negara sahabat.

usaha jual martabak
biar kurus gini usaha di bidang kulinernya banyak lho (Gibran Rakabuming Raka / malesbaanget)

Gak cukup sampai di situ, gara-gara Gibran pula, banyak yang kepikiran melampiaskan ide investasinya ke martabak. Jajanan satu ini sudah jauh dari kesan makanan kelas gerobak.

Pelajari Dulu Cara Gibran Kelola Food Stall Martabak

Tukang martabak banyak, tapi kenapa Gibran dalam waktu singkat usahanya cepat berkembang? Tentu bikin penasaran, kan!

Maklum, Gibran bukan pebisnis baru di dunia per-martabak-an. Sudah banyak yang eksis duluan. Dari sekian banyak, hanya segelintir yang tetap bertahan.

Satu hal yang bisa dipelajari dari Gibran dalam mengelola bisnis martabaknya adalah fokusnya melayani konsumen dan mengenal segmennya.

Mungkin dia belajar dari pengalaman yang lalu, bahwa pebisnis food stall keasyikan berpromosi di sosial media tapi kurang paham kebutuhan konsumen.

Sebenarnya konsumen gak neko-neko kok. Mereka ingin kepastian dari segi fasilitas, waktu, dan kualitas produk. Misalnya soal lahan parkir.

Kebanyakan food stall abai soal ini. Padahal lahan parkir ikut berkontribusi pada kelanggengan bisnis food stall. Ketika lahan pakir susah, niat konsumen beli jadi batal.

Lahan parkir jadi krusial karena segmen yang dituju kelas premium. Buat segmen ini yang kebanyakan pakai mobil, gak dapat parkir itu sangat menghancurkan selera makan!

usaha jual martabak
terkadang seenak apapun makanannya kalo mau beli dan gak ada parkirannya akhirnya males juga (food stall markobar / matcharens.wordpress)

Itulah kenapa di awal-awal buka usaha, Gibran pelajari lokasinya yang bikin konsumen nyaman. Dia tak malu untuk nebeng di sebuah lokasi. Tapi tetap bayar sewa ya!

Contohnya pas awal-awal buka cabang di Surabaya. Meski tetap berupa food stall, tapi mangkalnya di gerai aksesori otomotif yang ada cafenya.

Selain gampang dicari, yang penting ada lahan parkirnya. Food stall-nya dijaga sampai empat orang dengan pelayanan yang ramah.

Faktor penentu lainnya adalah kecepatan pelayanan. Rata-rata tiap pesanan bisa diselesaikan kurang dari 10 menit. Selain konsumen dapat kepastian pesanannya jadi, kecepatan pelayanan juga menekan antrean pembeli.

Tambahan lagi, Gibran gak ikutan latah bikin martabak mini seperti pebisnis lainnya. Dia konsisten dengan inovasi martabaknya dengan berbagai topping yang bisa dikombinasikan.

Menunya adalah martabak 4 rasa, 8 rasa, sampai 16 rasa. Dalam satu loyang, pembeli bisa dapatkan rasa keju kraft, coklat kit kat, selai nutella, misis ceres, toblerone, coklat delfi, coklat silverqueen, sampai coklat dairy milk Cadbury.

usaha jual martabak
wahhh menggoda sekali ya (martabak 16 rasa / brilio)

Cocok buat penggila cokelat karena bisa nikmati semuanya dalam satu produk. Itu inovasi Gibran.

Begitulah cara Gibran mengelola food stall martabak dari kelas jalanan jadi kelas premium. Dia paham betul menjalankan bisnis gak semata-mata hitung-hitung besaran modal, tapi juga pikirkan cara ‘mengikat’ konsumen.

Lagi pula modal buka bisnis martabak ala food stall hanya di kisaran belasan juta. Duit itu dibelanjakan untuk modal tetap seperti bikin gerobak dan peralatan masak. Lalu sebagian untuk biaya operasional.

Jadi sudah siap ikuti jejak Gibran sebagai tukang martabak edisi premium?

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: 5 Resep Sukses Anak Jokowi Geluti Bisnis yang Berawal dari Pinjaman Bank]

[Baca: Tiru Jurus Gibran Berbisnis Kalau Sadar Punya Bisnis Kuliner yang Stagnan]

[Baca: Belajar Tujuh Hal Ini Biar Enggak Rasakan Perihnya Gagal Berusaha]