Buka Usaha Bareng Keluarga Kayaknya Asyik Ya. Simak Dulu Tips Berbisnis Bareng Keluarga dan Kerabat

Mengajak kerabat atau anggota keluarga untuk berbisnis bukan hal yang tabu. Sudah banyak kok orang-orang yang sukses berbisnis karena keroyokan dengan anggota keluarga lainnya. Paling gampang lihat saja konglomerat-konglomerat di sini yang rata-rata masih satu keluarga.

 

[Baca: Siapkan Rencana Bisnis Sebelum Beraksi]

 

 

Keinginan mengajak anggota keluarga berbisnis biasanya berawal karena faktor kepercayaan. Daripada ngajak teman yang belum jelas karakter dan keuletannya, mending ajak saudara sendiri.  

 

Alasan berikutnya berprinsip layaknya pepatah ‘Ringan sama dijinjing, Berat sama dipikul’. Singkatnya kalau susah ya bareng-bareng dan kalau sukses dinikmati bersama.

 

[Baca: 5 Kisah Pengusaha Level UKM yang Kini Sukses Luar Biasa]

 

 

Cuma bukan berarti melibatkan kerabat atau saudara berbisnis itu lempeng-lempeng saja. kadang kala urusan duit bisa bikin geger antarsaudara lho. Karena bawa saudara, perselisihan saat berbisnis bisa panjang urusannya.

 

Masalah bisa diperparah kalau masing-masing pihak belum ‘dewasa’. Maksudnya tak bisa bedakan mana business is business dan mana saudara is saudara.

 

berbisnis bareng keluarga

Kalo mau sukses kayak bisnis keluarga yang ini, musti profesional bro, mbaksis, sadaaap! 

 

Eh, bukan berarti menakuti nih. Seperti disebutkan sebelumnya, banyak kok cerita pebisnis yang sukses menjalankan usahanya bersama saudara. Tinggal pintar-pintar saja mengkondisikan bisnis sehingga bisa menekan dampak negatif dari bisnis biar enggak merusak persaudaraan.

 

Simak dulu deh tips berbisnis bareng keluarga yang bisa bikin sukses.

 

1. Berdiskusi tentang bisnis yang hendak dilakoni

Diskusi di sini bisa berguna untuk membangun chemistry yang kuat dengan saudara. Lihat dan ukur sejauh mana antusias mereka saat membicarakan bisnis yang hendak dilakoni. Bisa juga ada masukan brilian dari mereka sehingga menambah motivasi untuk membangun bisnis bersama.

 

Kemudian dari diskusi itu juga dibuat keputusan bersama-bersama jenis bisnis apa yang hendak dilakoni. Apakah kuliner, produk fashion, jasa delivery, laundry, atau lain sebagainya.

 

Keuntungan diskusi lainnya adalah memetakan talent atau bakat dari masing-masing pelaku bisnis. Mungkin ada lebih talent di sisi pemasaran sedangkan yang lain di keuangan. Nah, bayangkan kalau digabung jadi satu kan bisa langsung cuuuuzzzz bisnisnya.

 

berbisnis bareng keluarga

Yang gak ngerti keuangan jangan pegang keuangan lah, bisa amburadul masbro!

 

 

2. Bicarakan job desk dan komitmen

Sebelum bisnis dimulai, sebaiknya sejak awal sudah ada pembagian tugas yang jelas. Bila perlu pembagian tugas atau job desk dibuat dengan detail dan sangat rinci. Tulislah semua pembagian tugas itu.

 

Dengan sendirinya, rincian pembagian tugas itu menjadi ‘hukum’ tertulis tentang peran masing-masing pihak yang terlibat dalam bisnis. Misalnya saja, si A bertanggung jawab terhadap pemasaran produk dengan rincian tugas kampanye produk, mendapatkan calon pembeli, bertanggung jawab terhadap target penjualan, dan lain sebagainya.

 

Adanya job desk yang jelas akan membuat semua menjadi terang benderang dalam urusan tanggung jawab. Jadi tak ada lagi lempar-lemparan tanggung jawab ketika ada masalah di kemudian hari.

 

Di sisi lain, job desk ini juga menjadi panduan dalam membangun komitmen. Gampang saja mengukur komitmen kerabat atau anggota keluarga dalam berbisnis yakni dilihat dari sejauh mana job desk itu dilaksanakan.

 

3. Buat perjanjian hitam di atas putih

Sekali lagi, business is business. Jadi hukumnya wajib menunjukkan profesionalitas. Biar itu terwujud, tak ada salahnya bikin perjanjian hitam-putih. Perjanjian ini bukan sekadar kesepakatan bersama untuk menjalankan bisnis saja tapi juga menyangkut pembagian hasil, jumlah modal, dan siapa yang menanggung risiko.

 

berbisnis bareng keluarga

Jangan cuma tahu surat cinta sama surat tagihan dong ciiiin

 

 

[Baca: Ide Bisnis Francaise yang Layak Dicoba untuk Pertebal Isi Dompet]

 

 

Bila sejak awal sudah dibuat perjanjian seperti ini, berarti masing-masing pihak sudah memegang aturan main yang disepakati bersama.

 

Surat perjanjian ini juga memaksa semua pihak yang terlibat dalam bisnis menunjukkan karakter profesionalitas. Maklumlah, berurusan bisnis sama saudara kadang kala ada rasa sungkan dan tak enakkan.

 

Bisa jadi, rasa canggung ini bisa membuat bisnis bakal terpuruk dan pada akhirnya malah saling berselisih paham. Ujungnya, sudah bisnis berantakan, eh ditambah relasi antarasaudara menjadi buruk dan penuh rasa curiga.

 

[Baca: Gagal Berbisnis? Ini Dia Jurus Bangkit Lagi]

 

 

4. Komunikasi

Komunikasi ini sifatnya vital dalam berbisnis. Sebaiknya bangun komunikasi yang terbuka dan apa adanya sehingga jika ada masalah langsung terdeteksi sejak awal. Biar komunikasi berjalan langgeng dan rutin, ada baiknya biki pertemuan dalam frekuensi waktu tertentu.

 

Dalam pertemuan itu bisa menjadi ajang tepat untuk berkomunikasi secara dua arah sehingga bisnis bisa berjalan dengan arah yang tepat. Dan sebisa mungkin, komunikasi yang terjadi tidak menyerempet ke masalah urusan keluarga.

 

berbisnis bareng keluarga

Ya kelesss mau diem-dieman aja gak ngomong, emangnya kita cenayang bisa baca pikiran cih!

 

 

Memang, mengajak saudara berbisnis bisa jadi strategi untuk melangkah lebih mudah. Meski begitu bukan berarti enggak ada namanya konflik di kemudian hari.

 

Bagaimana pun, ketika mengajak kerabat atau saudara berbisnis dengan sendirinya peran dia sudah berganti menjadi partner bisnis.

 

 

Semoga tiga tips tadi bisa menjadi panduan untuk memulai bisnis dengan mereka. Dicoba yuk!

 

 

 

Image Credit:

  • https://cdns.klimg.com/newshub.id/news/2015/09/18/18066/663×442-kartika-sari-bisnis-keluarga-yang-tak-lekang-dimakan-zaman-150918c.jpg
  • http://4.bp.blogspot.com/-b-GTEoVXs1U/VlzYaQzSTiI/AAAAAAAADFE/Pae_aEyC7oY/s1600/ilustrasi-auditor-internal.jpg
  • http://images.slideplayer.info/11/3084410/slides/slide_3.jpg
  • http://hyve.gmcdn.net.s3.amazonaws.com/Couple-break-up-10.png