Buka Bisnis Sembako Bisa Sukses Kok, Asal…

Artikel DuitPintar.com ini pernah ditayangkan oleh partner content kami, Suara.com.

Selama manusia butuh makan, bisnis sembako gak bakal ada habisnya. Sembako adalah kepanjangan dari sembilan bahan pokok. Bahan pokok itu antara lain beras, gula, minyak goreng, dan telur. Tapi, seiring dengan berkembangnya zaman, bahan pokok telah berkurang jumlahnya.

Coba saja pergi ke warung sembako. Ada yang jual minyak tanah gak? Minyak tanah termasuk sembako, lho. Jadi, cukup sebut bahan pokok saja. Orang pada ngerti.

Kembali ke bisnis sembako. Bisnis ini selalu ada yang meminati meski banyak pesaingnya. Meski begitu, yang sukses berbisnis bahan pokok ini juga banyak. Kira-kira apa ya rahasia sukses bisnis sembako mereka? Sebetulnya, nggak ada yang rahasia. Semua orang bisa sukses berbisnis, termasuk bisnis sembako.

Tapi, ada syarat yang mesti dipenuhi agar bisnis itu nggak sekadar berjalan. Tapi juga sukses. Berikut ini contohnya:

[Baca: Ibu-ibu Kini Bisa Cek Harga Kebutuhan Pokok Sebelum Belanja Lewat Info Pangan Jakarta]

1. Bikin perhitungan cermat

Sebelum buka bisnis sembako, survei dulu harga pasaran bahan-bahan pokok tersebut. Datangi satu per satu agen dan bandingkan harga masing-masing. Selain itu, sambangi warung-warung sembako terdekat. Lihat harga di mereka agar harga yang kita patok gak kemahalan, juga gak terlalu murah.

Buka Bisnis Sembako

Setelah mendapat kepastian harga-harga tersebut, kita bikin perhitungan modal dan pengeluaran secermat mungkin. Bikin dulu daftar inventaris yang dibutuhkan, misalnya meja, kursi, timbangan, etalase, rak dan sebagainya.

Setelah itu, hitung total harganya. Pastikan kita menetapkan bujet dulu agar sesuai dengan kemampuan finansial. Jangan sampai memaksakan diri membeli inventaris di luar kemampuan. Mending beli yang terjangkau dulu. Nanti, bisa beli barang lain yang lebih oke ketika bisnis berkembang.

Selain itu, bikin daftar pengeluaran juga. Isinya misalnya, biaya telepon, listrik, air, transportasi, pajak dan perlengkapan.

Satu hal yang penting, pastikan ada dana cadangan untuk memenuhi biaya yang datang di luar dugaan. Misalnya tiba-tiba ada bencana banjir, terus dagangan ludes. Nah, dana cadangan akan sangat berguna saat itu.

[Baca: Warung vs Mini market, Kamu Lebih Sering Jajan di Mana?]

2. Cari lokasi yang pas

Lokasi menentukan prestasi. Memang sih, warung sembako biasanya dibuka di warung yang menempel pada rumah. Tapi, nggak apa-apa kalau kita menyewa ruko khusus buat dagang sembako.

Asal, lokasi itu lebih strategis untuk bisnis. Lokasi dianggap strategis jika ramai dan gak banyak pesaingnya. Tapi, jangan lupa memasukkan pos biaya sewa jika mau menyewa tempat.

3. Pelayanan bintang lima

Bisnis boleh cuma sembako. Tapi, pelayanannya bisa dong dibikin sekelas mal. Ramah pada pembeli, wajib! Keramahan adalah modal utama untuk membuat pembeli menjadi pelanggan. Sediakan kantong plastik yang memadai, gak hanya asal plastik. Kalau bisa sekalian buka jasa antar barang, kenapa tidak?

Buka Bisnis Sembako 2

4. Pengaturan pembukuan

Ini yang sering terlewat. Pembukuan sangatlah penting untuk melacak pengeluaran dan pemasukan dalam periode tertentu, biasanya sebulan. Gak perlu pakai komputer. Kertas dan pulpen sudah cukup. Yang penting, semua transaksi harus ada catatannya. Ini berguna sebagai evaluasi bisnis ke depannya agar berkembang, nggak jalan di tempat.

[Baca: Kalau Gak Mau Punya Masalah Keuangan, Simak Tips Perencanaan Keuangan Keluarga Ini]

Itulah poin-poin yang sedikit-banyak menentukan kesuksesan bisnis sembako. Nggak perlu ragu buka bisnis sembako selagi orang masih butuh makan-minum. Banyak pesaing? Itu bukan hambatan, melainkan tantangan. Tinggal kitanya, punya mental pengusaha atau nggak?

 

Image credit:

  • http://1.bp.blogspot.com/-5gepM-VEUCg/VNRxiPBLfwI/AAAAAAAAADE/OxYaZlV35eI/s1600/retail%2Bsembako4.jpg
  • http://cdn.tmpo.co/data/2013/01/03/id_159332/159332_620.jpg