Buat Lajang, UMP Jakarta 2018 Sih Cukup Banget. Ini Buktinya

UMP Jakarta 2018 diketok Rp 3,64 juta. Angka itu didasari hitungan pemerintah. Pengusaha sih oke-oke saja, tapi para pekerja sebaliknya.

Masak sih, UMP Jakarta yang sebesar Rp 3,64 juta itu gak cukup? Bila dihitung-hitung, buat lajang, upah sebesar itu cukup banget lho buat hidup di ibu kota.

Toh, itu berupa upah minimum. Perusahaan umumnya menggunakan itu sebagai patokan gaji pokok. Artinya, masih ada tunjangan yang menjadi penambah upah yang diterima sebulan.

Jikapun upah yang diterima hanya Rp 3,64 juta atau ngepas dengan angka minimum, kebutuhan seorang lajang pun masih bisa dipenuhi. Malah, tetap ada sisa buat kebutuhan masa depan.

[Baca: Punya Gaji UMR? Gini Caranya Ngatur Duit Biar Bisa Nabung dan Investasi]

ump jakarta 2018
Tuntutan UMP pekerja belum dikabulkan. Protes boleh, tapi tetap perhatikan pengeluaran ya (kompas.com)

Gak percaya? Mari kita simak hitungannya di bawah ini.

Ambil contoh Budi, seorang lajang yang bekerja di PT Maju Mundur Kena. Dia mendapat upah UMP Jakarta Rp 3,64 juta pol mentok. Bila ada lembur, barulah ada tambahan penghasilan.

Dengan Rp 3,64 juta itu, dia punya sederet pengeluaran. Di antaranya: makan, transportasi, sewa kos, hiburan, dan tabungan. Dia belum sadar akan investasi, sehingga belum punya pos buat itu.

Nah, kini kita hitung biaya kebutuhannya itu dalam periode satu bulan:

1. Tabungan

Untuk yang satu ini, sudah dipatok Rp 500 ribu atau kurang-lebih 20 persen dari total penghasilan.

2. Makan

Jika tiga kali sehari makan selalu jajan, tentunya pengeluaran bakal lebih banyak. Beda jika masak sendiri, meski sederhana. Harus sewa kos yang ada dapurnya ya. Atau paling tidak punya kompor listrik atau gas portabel untuk masak.

Jika jajan:
Sarapan: Rp 8.000 (nasi uduk + gorengan)
Makan siang: Rp 15.000 (nasi sayur, lauk ayam, teh tawar)
Makan malam: Rp 12.000 (nasi goreng)

Total: Rp 35.000 x 30 hari = Rp 1.050.000

ump jakarta
Masak sendiri bisa lebih hemat, siapa tahu malah bisa jadi chef. Minimal buka warung kopi lah (dapuronlinequ.blogspot.co.id)

Jika masak sendiri:

– Bahan sayur: Rp 10.000 x 30 hari = Rp 30.000
– Tempe/tahu beli sekali bisa buat 3 hari, berarti dalam sebulan beli 10 kali: Rp 5.000 x 10 = Rp 50.000
– Beras = Rp 45.000 (5 kg)
– Ayam seekor bisa buat 3 hari. Misalnya dalam sebulan beli 4 kali: Rp 30 ribu (seekor) x 4 minggu = Rp 120.000
– Daging beli sekali bisa buat 5 hari. Misalnya dalam sebulan beli 4 kali: Rp 80 ribu (1 kg) x 4 minggu = Rp 320.000
– Bumbu-bumbu: Rp 20.000 x 4 minggu = Rp 80.000
– Air galon: Rp 15.000 x 2 minggu = Rp 30.000
– Gas: Rp 18.000 (3 kg) x 2 minggu = Rp 36.000

Total = Rp 711.000

3. Transportasi

Pengeluaran transport dengan kendaraan sendiri mungkin bisa lebih murah. Tapi bisa juga pakai angkutan umum lebih murah, tergantung jarak dan rute tempat tinggal ke tempat kerja.

Motor sendiri:
Bensin Pertalite rata-rata Rp 7.500 seliter. Untuk bolak-balik ke tempat kerja, misalnya konsumsi seliter bensin. Dalam sebulan: Rp 7.500 x 30 = Rp 225.000

Transportasi umum:
Ongkos transportasi beragam menurut jarak dan jenis angkutan. Misalnya rutin pakai Transjakarta, ongkos flat Rp 3.500. Bolak-balik menjadi Rp 7.000. Dalam sebulan: Rp 7.000 x 30 = Rp 210.000

[Baca: Kalau Sudah Lakukan 5 Hal Ini, Tandanya Kamu Sudah Melakukan Perencanaan Keuangan]

4. Sewa kos

Kebanyakan tarif sewa kamar kos di Jakarta sudah termasuk air dan listrik. Beda dengan rumah petak. Di tengah permukiman wilayah pusat, harga sewa kamar kos Rp 1 juta per bulan. Adapun di dekat pinggiran paling Rp 500 ribu sudah dengan fasilitas cukup memadai.

5. Hiburan

ump jakarta
Lajang lekat dengan senang-senang, fondasi finansial jangan lupa dipegang (tribunnews)

Sebagai lajang, waktu luang untuk hiburan lebih banyak. Tapi bukan berarti anggarannya mesti digedein. Umpamanya tiap weekend nongkrong di warung kopi, biayanya Rp 50-100 ribu. Dalam sebulan: Rp 50-100 ribu x 4 = Rp 200-400 ribu.

6. Lain-lain

Biaya lain-lain ini meliputi pulsa atau paket data Internet dan jajan. Misalnya pulsa atau paket sebesar Rp 100 ribu dan jajan Rp 80 ribu sebulan. Total: Rp 180 ribu.

Dari hitungan di atas, jika mengambil angka tertinggi, jumlah total semuanya adalah:

Tabungan Rp 500.000
Makan Rp 1.050.000
Transportasi Rp 225.000
Sewa kos Rp 1.000.000
Hiburan Rp 400.000
Lain-lain Rp 180.000

Total Rp 3.355.000

Bila UMP Jakarta Rp 3,64 juta, berarti masih ada sisa Rp 285.000.

Duit itu bisa digunakan untuk banyak hal. Buat investasi, misalnya. Dengan Rp 100 ribu per bulan pun kita udah bisa terjun ke reksa dana.

Ingat juga ya, angka di atas didapat kalau pakai hitungan ekstrem berupa makan di luar terus tiap hari dan keluar cari hiburan tiap weekend ya.

Bila bisa melakukan penghematan berupa modifikasi kebiasaan pengeluaran, bisa lebih banyak lagi uang sisa dari penghasilan. Selain itu, masih ada sederet cara buat menambah penghasilan.

Gaji gak cukup? Cari penghasilan tambahan

Masih lajang, tentu waktu luang lebih banyak. Daripada buat main, mending dimanfaatkan buat kerja sambilan. Jadi reseller online, mungkin. Atau cari kerjaan di Internet seperti nulis atau terjemahin artikel.

[Baca: 6 Pekerjaan Sampingan Ini Bakal Cepat Menghasilkan Uang]

Intinya, angka Rp 3,64 juta UMP Jakarta itu bisa dimanfaatkan secara luas oleh pekerja lajang. Kebutuhannya masih relatif lebih sedikit daripada yang sudah berkeluarga.

Eh, berarti UMP itu bakal gak cukup dong buat yang berkeluarga. Bisa iya, bisa tidak. Semuanya tergantung kepada strategi pengeluaran masing-masing, juga kemauan untuk mencari penghasilan lebih. Bisa dari lemburan atau kerja sambilan.

UMP Jakarta sudah diketok meski kelompok pekerja masih memprotes. Protes itu adalah hak. Tapi, sembari menunggu protes tersebut membuahkan hasil, lebih baik kita mengatur bujet dengan lebih baik.

Terutama buat lajang, inilah saatnya buat menggemukkan tabungan. Mumpung belum ada tanggungan, euy.