Buat Bini Jaman Now, Ini Rekomendasi Bujet untuk Hobi Suami

Bini jaman now yang lagi viral itu pasti jadi idaman para suami yang punya hobi. Apalagi yang hobinya terhitung menguras kantong, misalnya koleksi barang antik.

Dalam postingannya, si bini jaman now bilang hobi suami mesti didukung walau memerlukan biaya. Alasannya, pengeluaran untuk hobi bisa dilacak dan direncanakan, daripada duit suami sering tiba-tiba menyusut entah buat apa.

Di satu sisi, pendapat sang bini itu amatlah benar. Kalau perlu, minta nota dari suami sebagai bukti duit keluar buat hobi.

bini jaman now
Siapa mau jadi suami jaman now? Bukan jadi suaminya si ibu yang disebut bini jaman now itu tapi ya (Tribunnews)

Tapi di sisi lain, bingung juga kalau hobi suami butuh biaya yang gak sedikit. Yang jadi pertanyaan kemudian adalah berapa rekomendasi bujet hobi buat suami?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita bedah dulu soal hobi. Yuk mari, para istri….

Bukan Hobi Biasa

Hobi memang pada dasarnya adalah aktivitas untuk menyenangkan diri secara psikologis. Hobi pria secara umum sering berbeda dengan wanita.

Menjahit, misalnya, lebih banyak jadi hobi kaum Hawa. Sebaliknya, mancing kerap kali jadi aktivitas favorit kaum Adam.

bini jaman now
Suami bisa didorong geluti hobi yang menguntungkan, misalnya menyulam dan menjahit (alltop)

Namun dari sederet jenis hobi itu, banyak yang kemudian bisa digarap jadi penghasil uang. Gak cuma ngabisin duit doang, apalagi sampai nguras limit kartu kredit.

[Baca: Salah Enggak Sih Pakai Kartu Kredit untuk Puaskan Hobi]

Nah, inilah yang dinamakan bukan hobi biasa. Hobi ini gak lagi sekadar untuk menyenangkan batin, tapi juga materi. Nah, buat bini jaman now, coba tengok hobi suami.

Apakah ada peluang untuk mengolah hobi itu menjadi sesuatu yang menghasilkan? Hobi ini gak cuma mencakup kegiatan yang bisa diduitin seketika, misalnya hobi nulis puisi lalu dikirim ke media massa.

Bisa juga hobi itu baru kelihatan hasilnya setelah beberapa waktu alias jadi sarana investasi. Hobi ini umumnya berkaitan dengan koleksi-koleksi, misalnya mobil, motor, barang antik, sampai peralatan seduh kopi.

Berapa Bujet Hobi?

Jawaban untuk pertanyaan ini sedikit tricky jika dijelaskan secara rinci. Sebab, kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Demikian juga kondisi keuangan dan jumlah anggota keluarga. Intinya adalah alokasikan penghasilan utama untuk kebutuhan, baru untuk hal lain.

Secara umum, rumus rencana keuangan yang disarankan Otoritas Jasa Keuangan adalah:
– Biaya rumah tangga: 40 persen
– Pendidikan anak: 10 persen
– Cicilan pinjaman: 20 persen
– Tabungan dana darurat: 10 persen
– Investasi: 5 persen
– Hiburan: 5 persen
– Premi asuransi: 5 persen
– Zakat, infak, sedekah: 5 persen

Bujet hobi bisa dimasukkan ke pos hiburan. Bila ternyata kurang, tinggal dilakukan modifikasi sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, karena hobi termasuk kegiatan investasi, bisa disatukan dalam satu pos dengan investasi. Asal jangan investasi bodong ya.

[Baca: Lindungi Diri dari Investasi Bodong dengan Lakukan 5 Langkah Ini]

Poinnya adalah bini jaman now mesti mencermati dulu bujet keuangan secara keseluruhan. Gak mungkin dong membiayai hobi mahal, sedangkan cicilan pinjaman udah bikin dompet menipis.

bini jaman now
Ada hobi yang gak butuh biaya: tidur. (Steemit)

So, pendapat bini jaman now yang rela duitnya keluar buat hobi sang suami gak bisa diterima begitu aja. Harus ada pertimbangan-pertimbangan dalam keputusan itu agar gak membebani keuangan keluarga.

Itulah kenapa sang bini menggarisbawahi soal peringatan kepada suami jika hobi sudah mulai menyedot anggaran-anggaran penting, misalnya cicilan rumah atau pendidikan anak. Ini artinya harus ada kesepahaman di antara suami dan istri.

Mas bro yang jadi suami juga mesti tahu batasan menyangkut hobinya, apalagi yang butuh biaya tinggi. Walau kelak hobi yang dijalani bisa menghasilkan dana, hal tersebut tetap butuh proses.

Gimana coba kalau di tengah proses itu keuangan keluarga telanjur bangkrut? Kebaikan hati bini jaman now jangan disalahgunakan ya. Imbangi dengan menjadi suami jaman now, suami yang sadar akan pentingnya fondasi keuangan keluarga.

[Baca: Apa Pantas Suami Mengatur Keuangan Keluarga?]