BPJS Ketenagakerjaan: Kapan Waktu yang Tepat Mencairkan Dananya?

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan menjadi salah satu jaminan hari tua untuk para pekerja.

Akan tetapi, BPJS Ketenagakerjaan bisa juga diikuti oleh karyawan sektor informal seperti wiraswasta atau pekerja lepas.

Nah, jika kamu udah gak bekerja lagi atau perusahaan tempat kamu bekerja, maka kamu dapat mencairkan JHT (Jaminan Hari Tua) BPJS Ketenagakerjaan. Namun, sebelum mencairkan sebaiknya simak dulu beberapa hal ini:

1. Siapa saja yang dapat mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan?

BPJS Ketenagakerjaan
Siapa saja yang dapat mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan? (bisnis)

Sesuai Peraturan BPJS No.7/2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Manfaat JHT, yang dapat mencairkan 100% JHT ialah

  • Sudah pensiun
  • Cacat total tetap
  • Meninggal dunia
  • Mengundurkan diri
  • Sedang tidak bekerja.

Sementara kamu yang masih bekerja, tetap bisa mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan sebesar 10 persen hingga 30 persen dengan syarat telah menjadi anggota selama minimal 10 tahun.

Kebanyakan orang yang mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan yaitu mereka yang sedang memerlukan dana mendesak.

Karena itu, buat kamu yang gak punya keperluan mendesak disarankan untuk membiarkan saja dana BPJS Ketenagakerjaan itu. Ya, anggap aja untuk uang tambahan ketika pensiun nanti.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah jumlah potongan pajak yang akan dikenakan pada nasabah sesuai dengan total JHT BPJS Ketenagakerjaannya, seperti:

  • JHT di bawah Rp 50 juta, kena pajak 5 persen.
  • JHT Rp 50 juta hingga Rp 250, kena pajak sebesar 15 persen.
  • JHT Rp 250 juta hingga Rp 500 juta, akan dikenakan pajak sebesar 25 persen.
  • JHT lebih dari Rp 500 juta dikenakan pajak 30%.

Sementara nasabah dengan kepesertaan minimal 10 tahun tapi belum pernah mengklaim JHT, maka ia akan dikenakan pajak 5 persen.

2. Cek saldo

JHT BPJS Ketenagakerjaan
Cek saldo (halomoney)

Sebelum mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan. Kamu bisa mengecek saldonya terlebih dahulu untuk mengetahui berapa jumlah dana yang akan kamu peroleh.

Gak perlu capek-capek datang ke kantor BPJS, karena kamu bisa mengeceknya secara online di website BPJS Ketenagakerjaan.

Gak hanya itu, kamu juga bisa mengecek saldo BPJS Ketenagakerjaan melalui aplikasinya di BPJSTK Mobile.

Melalui aplikasi ini, kamu juga akan dapat memperoleh informasi seputar program, daftar kantor cabang, daftar rumah sakit, news feed, klaim saldo JHT, mengunggah profil, serta simulasi JHT.

[Baca: Tiap Bulan Bayar Iuran Kan? Ini Cara Mengecek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan]

3. Perlukah mencairkan saldo jika sudah tidak bekerja?

BPJS Ketenagakerjaan
Perlukah mencairkan saldo jika sudah tidak bekerja? (tempo)

Saat udah gak bekerja dengan berbagai alasan, kamu sebenarnya bisa meneruskan atau menghentikan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk kamu yang ingin meneruskan atau menunda proses pencairan tapi masih belum bekerja. Kamu bisa meneruskan iurannya secara mandiri sehingga saldo terus aktif dan JHT terus berkembang seiring perkembangan investasi.

Akan tetapi, untuk nasabah yang ingin mencairkan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaannya, kamu bisa melakukan klaim secara online.

Kamu bisa membukanya dan melakukan pendaftaran e-klaim di https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/eklaim/.

Setelah itu kamu akan diminta untuk mengisi data lengkap serta mengunggah beberapa dokumen yang perlukan, seperti:

  • Fotocopy dan Asli KTP
  • Fotocopy dan Asli kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan/Kartu JAMSOSTEK
  • Fotocopy dan Asli Kartu Keluarga (KK)
  • Fotocopy dan Asli Paklaring (surat keterangan berhenti bekerja)
  • Fotocopy dan Asli buku tabungan bank

Buatlah format scan dokumen tersebut dalam bentuk .jpeg, .jpg, .png, .bmp, atau .pdf agar bisa dilampirkan dalam formulir online dengan minimal size 100KB dan maksimal 1,8MB.

[Baca: Dana BPJS Ketenagakerjaan Bisa Dicairkan Secara Online, Ini 7 Langkahnya]

Namun, sesuai dengan namanya, JHT BPJS Ketenagakerjaan idealnya digunakan sebagai pegangan masa tua.

Maka, kamu harus bijak ketika menggunakan JHT sebagai modal atau investasi agar tidak hilang sia-sia sehingga gigit jari di masa tua.

[Baca: Pencairan Dana BPJS Ketenagakerjaan Lebih Baik Manual atau Online?]