Bisnis Makanan Anjlok, HERO Tutup Gerai dan PHK Karyawan

PT Hero Supermarket Tbk (HERO) melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 532 karyawan, menyusul penutupan 26 gerai dibeberapa lokasi. Opsi pengurangan pekerja tersebut diambil sebagai upaya efisiensi akibat menurunnya penjualan sepanjang 2018.

Corporate Affairs General Manager Hero, Tony Mampuk mengungkapkan dari 532 karyawan yang terdampak kebijakan efisiensi, 92 persen telah sepakat. Mereka juga telah mendapatkan hak sesuai UU Nomor 13 tentang ketenagakerjaan.

HERO mengalami penurunan penjualan sebesar 1 persen hingga kuartal III 2018 menjadi Rp 9,94 triliun, dibanding periode yang sama 2017 sebesar Rp 9,96 triliun. Penurunan itu terutama disebabkan oleh penjualan bisnis makanan yang lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Meskipun untuk bisnis non makanan diakuinya tetap menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Sementara pada kuartal III 2018, penjualan bisnis makanan juga diketahui turun 6 persen yang mengakibatkan kerugian operasi sebesar Rp 163 miliar. Angka itu lebih tinggi dibanding kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 79 miliar.

Oleh sebab itu, keputusan penutupan gerai dan efisiensi karyawan pada divisi food business dinilai perusahaan sebagai langkah terbaik untuk menjaga laju bisnis. Karena, tantangan di bisnis makanan merupakan salah satu masalah yang harus dibenahi pada 2019.

“Kami mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang. Perusahaan telah menerapkan strategi yang mendukung keberlanjutan bisnis. Tentunnya dengan memaksimalkan produktivitas kerja melalui proses efisiensi,” ungkap Tony seperti dikutip dari keterangan pers perusahaan.

Sampai 30 September 2018, perusahaan tercatat mengoreperasikan 448 gerai. Diantaranya terdiri dari 59 Giant Ekstra, 96 Giant Ekspres, 31 Hero Supermarket, 3 Giant Mart, 258 Guardian Health & Beauty, dan 1 toko IKEA.

Saham HERO Dilepas Investor

Menyusul kebijakan efisiensi tersebut, saham HERO di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga ikut terdampak. Hingga pukul 10:30 WIB, saham perusahaan dilepas investor dan turun sebanyak 5,85 persen ke harga Rp 805 per saham.

Saham HERO sendiri cenderung kurang likuid. Pada pagi ini saham perseroan diperdagangkan sebanyak 11 kali dengan volume 170 ribu lembar saham serta nilai transaksi sebesar Rp 1,4 juta. Saat ini kapitalisasi pasar saham HERO 3,37 persen dengan kepemilikan saham publik hanya 11,56 persen.

Sementara saham yang tercatat di BEI jumlah mencapai 418 juta lembar saham. Penutupan gerai ritel seperti HERO sendiri semakin menambah panjang daftar bisnis ritel yang gulung tikar. Semakin merajanya bisnis online menjadi alasan utama tergilasnya pasar industri ritel.