Bingung Memilih Asuransi Kesehatan yang Tepat? Mungkin Bisa Lakukan Ini..

“Sial, harus ikhlasin Honda CBR nih gara-gara masuk rumah sakit!” Ucapan itu berulang-ulang terus di kuping Alkan. Dia akhirnya tahu temannya harus membayar puluhan juta rupiah karena masuk rumah sakit untuk operasi gara-gara jatuh dari lantai dua rumahnya.

 

Awalnya Alkan sudah mantap untuk ikut asuransi kesehatan. Setelah mendengar curhat sohibnya itu, tekadnya makin kuat. ”Kalau risiko sakit tak bisa dihindari lagi, pusing juga yak. Kalau enggak punya duit tunai, mau enggak mau mesti relakan harta yang ada buat dijual,” gumam Alkan.

 

Cowok yang ngantor di hotel bintang lima di selatan Jakarta ini sadar betul kalau sakit itu mahal. Mana ada rumah sakit yang menyediakan fasilitas gratis sama pasiennya? Semua bayar!

 

Ikutan asuransi kesehatan adalah solusi dari masalah ini. Tinggal menyisihkan duit buat bayar premi, maka biarkan perusahaan asuransi yang menyelesaikan masalah tagihan pengobatan rumah sakit.

 

”Namanya musibah mana ada yang datang pakai permisi,” ucap Alkan senyum-senyum penuh arti.

Mending patah hati yang enggak pakai resep dokter daripada patah kaki
Mending patah hati yang enggak pakai resep dokter daripada patah kaki

 

Niat sudah ada, terus bagaimana memilihnya? Wajar Alkan bingung karena di luar sana banyak banget perusahaan asuransi yang menawarkan berbagai kelebihan.

 

Lagi pula Alkan sadar banget asuransi ini sifatnya jangka panjang sehingga tak bisa sembarangan menentukan. Terus produknya cukup kompleks yang mesti hati-hati dalam memilih.

 

Mungkin beberapa poin di bawah ini bisa membantu kebingungan Alkan.

# Mumpung sehat

Sekarang kalau dipikir-pikir, pasti enggak ada ya agen asuransi yang keliling bangsal rumah sakit menawarkan asuransi kesehatan?

 

Ya jelas karena perusahaan asuransi tak mau menanggung biaya orang yang sudah sakit duluan. Mereka pasti pakai ketentuan pre existing condition. Maksudnya, penyakit yang tak ditanggung lantaran sudah diderita sebelum jadi nasabah perusahaan asuransi.

 

Ketentuan ini ada karena perusahaan asuransi ini tak mau rugi mengingat biaya untuk meng-cover pengobatan lebih besar daripada polis. Intinya, perusahaan asuransi tak mau menerima nasabah yang sudah menderita sakit. Kalau pun diterima dengan syarat tak menanggung sakit yang sudah diderita itu.

 

Maka itu, mumpung lagi sehat, buruan ajukan aplikasi asuransi kesehatan.

# Mumpung masih muda

Umur masih muda bukan berarti bebas dari masalah kesehatan
Umur masih muda bukan berarti bebas dari masalah kesehatan

Makin tua seseorang maka probabilitas menderita sakit makin tinggi. Inilah alasan kenapa premi asuransi kesehatan bagi yang berusia tua lebih mahal dari mereka yang masih muda. Inilah alasan mengapa sebisa mungkin sudah punya asuransi kesehatan sejak dini agar mendapatkan premi lebih murah.

 

# Tawaran cash plan bukan prioritas

Cash plan adalah tawaran asuransi dengan manfaat penggantian berdasarkan berapa lama rawat inap. Jika satu hari inap diganti Rp 1 juta, maka kalau dirawat di rumah sakit selama lima hari dapat penggantian Rp 5 juta. Penggantiannya itu tanpa lihat berapa banyak duit yang dihabiskan untuk pengobatan.

 

Padahal idealnya asuransi itu mengganti semua tetek bengek tagihan di rumah sakit. Biaya kamar inap, dokter, obat, dan lain sebagainya. Dengan penggantian itu maka bisa menekan kemungkinan isi kantong kita kempes karena bayar tagihan yang tak ditanggung asuransi.

 

Memang cash plan lebih murah daripada bayar premi asuransi. Cuma kalkulasi dulu, kalau bayar premi memberi manfaat lebih banyak, maka cash plan jadi tak menarik lagi.

 

Cash plan bisa saja diambil tapi sebagai tambahan saja kalau sudah punya asuransi kesehatan.

# Cek ketentuan rawat inap di polis

Penting nih biar pede ajukan klaim. Pasalnya masing-masing perusahaan asuransi punya ketentuan tersendiri terhadap rawat inap.

 

Misalnya saja definisi rawat inap itu mesti di rumah sakit, bukan di klinik. Maka itu pelajari dengan teliti ketentuan syarat rawat inap agar mendapat asuransi yang tepat.

# Kebijakan double claim

Lebih baik kalau asuransi kesehatan punya kebijakan double plan. Cukup pakai fotokopi kuitansi rumah sakit yang dilegalisir, maka klaim pun bisa dicairkan.

 

Meskipun Alkan sudah dapat fasilitas asuransi kesehatan dari kantor, tapi bisa jadi plafonnya belum maksimal. Maka itu sebisa mungkin mencari asuransi yang bisa double claim.

 

Belakangan banyak kok perusahaan asuransi yang menerima double claim. Sebagai contoh Prudential. Produk asuransinya bisa mencairkan klaim cukup dengan modal fotokopi yang sudah dilegalisir rumah sakit, meski asuransi kantormu sudah menggantikannya.

# Sebaiknya pilih asuransi kesehatan murni

Pilih asuransi kesehatan murni kalau belum punya atau kalau dapat fasilitas kantor tapi belum memadai. Kalau sudah memadai, wajar-wajar saja melirik unit link.

 

[Baca: Mengenal Investasi Asuransi Unit Link: Sekali Menyelam, Dua Tiga Pulau Terlampaui]

 

Bikin simulasi

Luangkan waktu sedikit hitung-hitung berapa mampu bayar premi
Luangkan waktu sedikit hitung-hitung berapa mampu bayar premi

Alkan perlu gambaran berapa duit yang mesti disisihkan bayar premi asuransi. Nah, langkah terbaiknya adalah bikin simulasi sehingga bisa tahu kemampuan keuangan mengingat asuransi pasti minta nasabah bayar premi tiap bulan.

 

Setelah tahu jumlah yang disisihkan dari total penghasilan, barulah memilih asuransi kesehatan yang tepat. [Baca: Melihat Pentingnya Asuransi bagi Masa Depan Keuangan Anda]

 

Kondisi finansial Alkan:

 

Gaji Rp 20.000.000

Biaya hidup Rp   5.000.000

Cicilan mobil Rp   3.000.000

Cicilan KPR Rp   5.000.000

Tagihan Kartu kredit Rp   3.000.000

Investasi Rp   3.000.000

Sisa Rp   1.000.000

 

Dari situ diketahui kalau Alkan masih ada dana Rp 1 juta yang bisa dialokasikan ke asuransi kesehatan selama 10 tahun. Berarti total uang yang disetorkan selama 10 tahun itu Rp 120 juta.

 

Alkan lantas melihat manfaat jika uang itu ditanam di sebuah produk asuransi kesehatan unit link antara lain :

 

  1. Ada peluang dananya berkembang menjadi lebih dari Rp 150 juta dalam waktu 10 tahun
  2. Bila selama 10 tahun dana itu tak diambil maka bisa berkembang lagi sampai Rp 3 miliar ketika Alkan berusia 55 tahun.
  3. Mendapat manfaat proteksi bila dirawat di rumah sakit dengan besaran maksimum Rp 5 juta/hari atau Rp 500 juta per tahun.
  4. Santunan bila terjadi cacat tetap sampai RP 350 juta.
  5. Perlindungan terhadap 40 penyakit kritis sebesar Rp 200 juta
  6. Bila meninggal dunia karena sakit atau kecelakaan sebelum usia 60 tahun, ahli waris mendapatkan santunan Rp 500 juta.

 

Hidup jadi tenang deh kalau sudah punya asuransi kesehatan
Hidup jadi tenang deh kalau sudah punya asuransi kesehatan


Tetap pada hakikatnya memilih asuransi kesehatan kembali lagi pada kebutuhan di samping kemampuan finansial juga. Lantaran sifatnya yang jangka panjang, maka memutuskan satu produk asuransi kesehatan tidak bisa sembarangan.

 

Pahami produknya dengan membaca polis secara rinci. Dan kalau perlu, bikin skenario agar bisa membayangkan realitasnya nanti.

 

Tanpa mempelajari dengan seksama bisa membuat pilihan jadi kurang pas sehingga sudah bayar premi mahal tapi manfaatnya kurang maksimal. Ujung-ujungnya komplein dan stop bayar premi. Yang rugi ya jelas diri sendiri.

Image credit:

  • https://taufikize.files.wordpress.com/2011/10/290520116153.jpg
  • http://www.asuransi-kesehatan.net/wp-content/uploads/2013/08/health-e.jpg
  • http://www.dritama.com/arikel_foto/hospital.jpg
  • http://www.medfixation.com/wp-content/uploads/2013/02/new_doctor_512.png