Bikin Terenyuh, Ini Perjuangan Pemilik Bakso Jawir Hingga Jadi Sukses

Udah cobain Bakso Jawir belum? Buat pecinta bakso, rasanya kurang lengkap kalau belum makan bakso yang satu ini.

Rasanya dikenal enak dan bikin nagih. Jadi gak heran kalau gerai Bakso Jawir selalu ramai dikunjungi.

Udah gitu, sekarang cari bakso ini gak sulit. Soalnya cabangnya sekarang ada di mana-mana. Dari Tanjung Duren, Puri Indah, Kemang, Pejaten Village, Summarecon Mal Serpong, Serpong Utara, Taman Palem, hingga Ruko Duta Indah Daan Mogot.

Ternyata nih di balik popularitasnya, terselip kisah perjuangan sang pendiri yang jatuh bangun mengembangkan bakso Jawir hingga sekarang. Seperti apa kisahnya? Yuk lanjut dibaca.

Bermula dari gerobak, Bakso Jawir sekarang punya gerai di mal

bakso jawir
Bakso Jawir (serpongku)

Adalah Tukino, sosok kunci di balik suksesnya Bakso Jawir. Pria kelahiran 1970 di Sukoharjo ini berasal dari keluarga petani dengan ekonomi pas-pasan.

Menyadari kondisinya yang terbatas, Tukino kecil udah belajar survive. Pernah ia berdagang di sekolahnya menawarkan jajanan ke teman-temannya. Berkat jualan, Tukino bisa berkenalan dengan dunia bisnis.

Berbekal pengalamannya tersebut, Tukino merantau ke Semarang, Sumatra Utara, hingga Jakarta. Berada di ibu kota, ia sempat mencoba beberapa pekerjaan. Mulai dari berdagang asongan hingga ngojek, udah ia jalani. Namun, gak ada yang hasilkan untung banyak.

Sampai akhirnya ia memilih jualan bakso tahun 1989. Dengan gerobak baksonya, ia berjualan keliling di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.

Waktu itu ia belum menyematkan nama Jawir sebagai merek dagangnya. Sampai suatu ketika karena sering dipanggil Jawir oleh orang-orang yang ditemuinya, tercetuslah ide buat memakai nama Jawir buat bakso dagangannya.

Udah terkenal di Kalideres, Bakso Jawir meluaskan dagangannya ke Perumahan Citra Garden 2, Jakarta Barat. Di sinilah Tukno mengalami suka duka berjualan dengan gerobak. Ia pernah diusir keamanan karena dianggap mengganggu kenyamanan dengan jualan di area parkir.

Namun, Tukino lantas gak putus asa menghadapi semua itu. Ia tetap semangat dan bekerja keras. Bahkan, saat krisis 1998, di mana banyak usaha yang tutup, Tukino tetap berjualan. Dimulai dari sinilah ia sukses mengembangkan usahanya .

Dibantu istrinya Suyatmi, adiknya Tugimin Ariwiyana, Syamsudin, Parmin, dan Eko Wahyudi, ia membesarkan usaha Bakso Jawir. Dari kios di Kalideres, Bakso Jawir kemudian masuk ke Mal Daan Mogot. Sejak itu muncul slogan “Di mana ada mal, di situ ada Bakso Jawir”.

Inilah 4 pelajaran penting dari suksesnya Bakso Jawir

bakso jawir
Gerai Bakso Jawir (daftarhargamenu)

Tentu suksesnya usaha gak lepas dari sejumlah faktor yang menjadi kunci keberhasilan usaha itu sendiri. Begitu juga dengan Bakso Jawir. Ada empat pelajaran penting yang bisa kita petik dari kisah suksesnya.

1. Berkat kerja keras, usaha pasti memberikan hasil nyata

Ini dialami langsung oleh Bakso Jawir. Berbagai kendala yang muncul gak bikin semangat Tukino kendur. Sebaliknya, Tukino malah makin giat berdagang . Lihat aja sekarang. Berkat kerja keras yang dilakukannya, Tukino tinggal memetik hasilnya.

2. Pantang menyerah apa pun yang terjadi

Masa kecil Tukino gak seperti orang-orang kota kebanyakan. Lahir dan besar sebagai anak petani dengan hidup seadanya bikin ia gak nyerah gitu aja atau meratapi nasibnya.

Tukino memilih buat berdagang di sekolah. Ia pun belajar dari pengalamannya tersebut. Sekalipun ada aja masalahnya dalam buka usaha, semisal sepi pembeli, ia gak pantang menyerah. Ia terus berjuang hingga akhirnya menemukan yang menghasilkan.

3. Kerja sama itu penting perannya buat kemajuan usaha

Seperti yang udah diceritakan sebelumnya, Tukino bisa bikin usahanya berhasil karena kerja sama orang-orang di belakangnya.

Misalnya aja Tugimin, adik Tukino yang membantunya dalam mengembangkan usahanya di Mal Daan Mogot. Kemudian ada Syamsudin yang mengubah citra usaha bakso ini terlihat modern dengan membuka gerai di dalam mal.

Terus ada Parmin. Berkat dedikasinya lah usaha Bakso Jawir bisa berkembang. Dan Eko Wahyudi yang membantu Tukino dalam urusan manajemen karyawan.

4. Gak cuma jual bakso, tapi juga jual kuliner yang lain

Agar terus bertahan, suatu usaha harus terus berinovasi. Usaha Bakso Jawir tahu hal ini. Kini gak cuma jual bakso, tapi juga menjual pilihan kuliner lain.

Misalnya aja mi goreng, kwetiau goreng, kwetiau basah, bihun rebus, bihun goreng, nasi + ayam rasa-rasa, hingga nasi goreng. Ditambah lagi dengan minuman dengan aneka rasa.

Sungguh luar biasa ya Bakso Jawir. Kerja keras dan semangat pemiliknya gak pupus walau di sana-sini menemui kendala. Malah ia belajar dan memanfaatkan peluang yang ada. Gimana, kepengin jadi seperti Tukino yang sukses dengan Bakso Jawirnya?