Bikin Surat Wasiat Penting Gak Sih? Penting Dong!

Masih ingat sama mendiang Michael Jackson kan? Kepergian pria yang akrab disapa Jacko pada 2009 silam jelas membuat fans-fansnya merasa kehilangan sosok raja pop.

Sebagai seorang penyanyi legendris, Jacko tentunya meninggalkan harta yang berlimpah. Tapi untungnya, dia sudah bikin surat wasiat pada tahun 2007 dan pembagian seluruh hartanya pun jadi jelas.

Dalam surat wasiat itu, Jacko memberikan pengelolaan hartanya ke Michael Jackson Family Trust sejak 2002. Adapun, sisa hartanya dia wariskan ke tiga anak serta mantan istrinya Deborah Jean Rowe Jackson.

Kebayang gak kalau Jacko gak bikin surat wasiat? Hartanya yang banyak banget itu pasti jadi rebutan keluarga, saudara, atau bahkan orang-orang dekatnya. Bukan gak mungkin, masalah perebutan harta ini malah bikin peninggalan Jacko jadi biang kerok perpecahan keluarga.

Sekarang gimana dengan kamu? Apa kamu sudah mempersiapkan surat wasiat seperti Jacko? Atau malah merasa “pamali” ketika ngomongin surat wasiat?

Sebagian dari kita mungkin berpandangan kalau membahas surat wasiat itu tabu, seolah-olah mengharapkan kematian seseorang. Padahal, kalau dipikir-pikir, surat wasiat bisa menentukan perencanaan keuangan anggota keluarga di masa depan bukan?

Hmmm kalau begitu penting juga ya surat wasiat itu. Sebenarnya, apa saja sih yang diatur di dalam sebuah surat wasiat itu? Kita cari tahu yuk.

1. Amanat si pemberi wasiat

bikin surat wasiat
Namanya amanat ya harus dilaksanakan sebaik mungkin ya, apalagi sah tertulis! (Surat Wasiat / landasanteori)

Surat wasiat atau testamen, sejatinya berisi sebuah amanat yang berlaku saat si pemberi wasiat meninggal dunia. Hal itu mencakup kehendak di mana si pemberi wasiat ingin dimakamkan juga lho.

2. Pembagian aset atau harta

Seperti yang dijelaskan dalam cerita Michael Jackson, surat wasiat juga berisi hal-hal seputar pembagian aset atau harta. Bisa dibayangkan dong bila surat itu gak dibuat oleh Jacko. Ada potensi sengketa ahli waris pastinya.

Soal pembagian harta, gak menutup kemungkinan juga bila si pembuat surat wasiat ingin membagi harta ke pihak lain, seperti yayasan. Oleh karena itu, surat wasiat menjadi hal yang penting untuk memberikan kejelasan soal pengelolaan harta ketika kita sudah meninggal dunia.

JENIS-JENIS SURAT WASIAT

Bicara soal surat wasiat, surat ini juga punya jenis yang berbeda-beda lho. Setiap surat wasiat dibedakan berdasarkan aturannya. Ada baiknya kalau kamu memang mau bikin, konsultasikan dulu ke notaris.

Berikut tiga jenis surat wasiat yang wajib kamu ketahui:

1. Surat wasiat umum

Kalau untuk surat wasiat ini, si pemberi wasiat datang sendiri ke notaris dan menyatakan wasiatnya. Lalu notaris bakal menulis apa yang disampaikan pemberi wasiat.

bikin surat wasiat
Gak susah kok bikin surat wasiat, datang saja ke notaris. (Notaris / shallmanalfarizy)

Setelah itu, notaris dan pemberi wasiat sama-sama menandatangani surat wasiat tersebut. Selain kedua pihak ini, akan ada dua orang saksi yang ikut tanda tangan.

2. Surat wasiat rahasia

Surat ini dibuat oleh pemberi wasiat dan diserahkan kepada notaris secara tertutup di hadapan empat orang saksi. Notaris gak bakal tahu isi dari surat wasiat ini. Setelah itu, barulah notaris akan membuat akta penjelasan yang ditandatangani pemberi wasiat, notaris, dan para saksi.

3. Surat wasiat olografis

Surat wasiat olografis dibuat di bawah tangan. Maksudnya, ditulis dan ditandatangani sendiri oleh pemberi wasiat dan diserahkan ke notaris untuk disimpan. Notaris akan membuat akta penyimpanan yang ditandatangani pemberi wasiat, notaris, dan saksi-saksi.

Yang patut diketahui dalam surat wasiat olografis adalah surat wasiat ini bisa disimpan secara terbuka atau disegel. Kalau terbuka, ya sudah pasti si notaris tahu apa isinya begitu pun sebaliknya. Namun khusus untuk yang tertutup atau disegel, notaris akan membuat keterangan dalam akta terpisah tentang penyimpanan surat tersebut.

APA YANG TERJADI KALAU GAK BUAT SURAT WASIAT?

Lantas apa akibatnya kalau si pemilik harta meninggal dunia tanpa surat wasiat? Pasti akan ada beberapa masalah yang berpotensi muncul. Beberapa ini di antaranya:

1. Konflik ahli waris

Ini merupakan konsekuensi paling nyata ketika kamu gak bikin surat wasiat. Kalau alokasi hartanya aja gak jelas, jelas dong pembagiannya bakal ribet. Bisa jadi anggota keluarga malah gontok-gontokan karena rebutan harta.

Gak mau dong setelah kamu gak ada, keluargamu malah berantem cuma gara-gara kamu gak mengalokasikan dengan jelas hartamu dalam surat wasiat?

bikin surat wasiat
Waduh sabar sis, jangan berantem, semua bisa diselesaikan dengan hati dan kepala yang dingin hehehe (Konflik / poskotanews)

2. Aset warisan menjadi tidak produktif

Misalnya, sepasang suami istri meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan dan mereka punya tiga orang anak yang sudah dewasa. Harta kekayaan mereka adalah tanah kosong seluas 300 meter persegi.

Karena suami-istri ini meninggal tanpa surat wasiat, otomatis gak ada pembagian harta warisan secara legal yang tertulis di atas kertas. Konsekuensinya, ketiga anak yang ditinggalkan dapat berebut harta yang ada, yakni tanah.

Nah, kalau gak ada kata sepakat di antara ketiga anak mengenai siapa yang akan mendapatkan tanah tersebut atau bagaimana mekanisme pembagiannya, besar kemungkinan tanah tersebut bakal nganggur dan gak dioptimalkan jadi aset produktif. Sayang, kan?

Meskipun urusan bagi-bagi warisan tetap bisa diselesaikan dengan hukum waris yang berlaku, surat wasiat tetaplah penting. Terutama buat mengatur masalah pembagian dan pengelolaan asetnya.

Jangan berpikir bahwa hal ini adalah urusan tabu untuk dibahas. Tapi, pikirkanlah bagaimana nasib keluarga tercintamu di masa depan saat kamu sudah tiada.

 

 

Yang terkait artikel ini:

[Baca: Gak Ada yang Tahu Hari Esok Jadi Ini yang Harus Dilakukan Investor Reksa Dana]

[Baca: Saat Kepala Keluarga Meninggal dan Mewariskan Utang]

[Baca: Dapat Warisan Rumah Direnovasi dengan Kredit Multiguna atau Dijual]