Bikin Ekonomi Terpukul, Ini 4 Krisis Moneter Terparah di Dunia

Krisis moneter yang terjadi tahun 1998 menjadi pengalaman pahit buat Indonesia. Saat itu Rupiah seperti gak ada harganya sama sekali. Dari satu Dolar yang seharga Rp 2.000 mendadak naik jadi Rp 14 ribuan.

Kontan banyak perusahaan yang punya utang dalam bentuk Dolar terkapar saat itu juga. Banyak bank yang kolaps dan PHK terjadi di mana-mana.

Krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu adalah satu dari beberapa krisis yang pernah terjadi. Di samping itu, ada beberapa krisis lain yang pernah terjadi di dunia.

Apa aja krisisnya? Dikutip dari Britannica, nih empat krisis moneter terhebat yang tercatat dalam sejarah dunia.

1. Depresi Besar 1929-1939

Krisis moneter
Depresi Besar 1929-1939

Krisis moneter yang satu ini disebut-sebut sebagai bencana finansial terbesar yang pernah dialami Amerika Serikat dan menyebar ke seluruh dunia. Kabarnya nih, krisis ini bisa terjadi gara-gara hancurnya pasar saham Wall Street tahun 1929.

Saat itu banyak lembaran saham dijual para investor karena harganya yang turun melulu. Investor-investor yang panik menjual banyak saham yang mereka miliki. Tercatat sebanyak 12,9 juta lembar saham dilepas kepemilikannya dalam waktu cepat.

Depresi yang berlangsung hingga 10 tahun mengakibatkan kerugian besar. Mulai dari turunnya pendapatan, meningkatnya angka pengangguran hingga 25 persen, dan ruginya sektor industri.

2. Krisis Minyak 1973

krisis moneter
Krisis Minyak 1973

Krisis moneter ini bermula dari protes yang dilakukan negara-negara penghasil minyak anggota Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Negara anggota yang mayoritas berasal dari kawasan Arab melakukan embargo minyak terhadap Amerika Serikat dan negara sekutunya. Penyebabnya politik: Amerika Serikat menyuplai senjata ke Israel saat terjadinya perang Arab-Israel.

Gara-gara embargo ini harga minyak melonjak karena pasokannya kurang. Gak cukup sampai di situ, dampak selanjutnya adalah inflasi jadi tinggi banget dan ekonomi stagnan. Akibat selanjutnya, timbul krisis di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya.

3. Krisis Asia 1997

krisis moneter
Krisis Asia 1997

Berawal dari Thailand kemudian merembet ke negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. Krisis Asia 1997 memicu krisis moneter yang bikin ekonomi di Indonesia hancur saat itu.

Kucuran kredit yang berlebihan dan penumpukan utang yang terlampau banyak menjadi pemicu krisis. Puncaknya, mata uang Bath Thailand mengalami devaluasi parah. Pasar finansial Asia panik hingga menyebabkan merosotnya mata uang lokal terhadap Dolar.

Butuh waktu bertahun-tahun lamanya buat menormalkan kembali perekonomian. International Monetery Fund (IMF) sampai turun tangan dengan memberikan kucuran dana buat membantu negara-negara yang terdampak.

4. Krisis Finansial 2007-2008

krisis moneter
Krisis Finansial 2007-2008

Krisis moneter yang timbul di Amerika Serikat ini memicu resesi hebat. Dampaknya juga terasa di belahan dunia lainnya.

Krisis yang terjadi pada 2007 ini dipicu oleh banyaknya debitur yang gagal bayar KPR atau subprime mortgage. Usut punya usut, ternyata banyak debitur yang punya sejarah kredit yang buruk. Kalau di sini, punya IDI histori SLIK yang jelek.

Gitu suku bunga acuan merangkak naik dari 2004 terus ke 2006, debitur-debitur yang gagal bayar bermunculan. Angkanya meningkat sampai tahun 2007.

Bank investasi sekelas Lehman Brothers aja mengalami kejatuhan karena krisis ini. Gitu juga dengan banyak lembaga keuangan dan bahkan negara.

Pemerintah Amerika Serikat pengin gak pengin mengucurkan dana talangan buat menanggulangi krisis ini. Butuh waktu sampai 10 tahunan buat memulihkan kondisi ekonomi kembali seperti sedia kala.

Efek lainnya adalah munculnya Cina sebagai kekuatan baru. Saat ini Cina adalah pesaing ketat Amerika. Mereka bahkan jadi negara pemberi pinjaman terbesar di dunia.

Itu tadi empat krisis moneter terparah yang pernah terjadi. Akibatnya gak cuma merugikan banyak orang di negara tempat krisis terjadi, tapi juga berefek buruk ke negara-negara lain.

Untungnya nih, waktu krisis moneter 2007-2008, dampaknya gak sampai bikin Indonesia terpuruk atau bahkan sampai bangkrut. Jangan sampai deh ini terulan. Soalnya kerugian yang ditimbulkan gak tanggung-tanggung banyaknya. Yang rugi kita-kita juga lho.